Pelayanan kepada Pelanggan


Tak dapat di pungkiri dalam dunia perdagangan, pelanggan(costumer) memegang peranan penting dalam usaha kita. Terlepas dari apa yang kita perdagangkan barang ataupun jasa asalkan halal dalam pandangan agama dan legal dalam pandangan negara.

Pelanggan adalah asset bagi perusahaan kita (tergantung badan usaha yang kita jalani) semua tahu itu. Saya sebagai mahasiswa yang mencoba berkecimpung dalam dunia usaha. Dalam artikel ini saya melihat dalam sudut pandang pelanggan dan pedagang. Karena ada suatu teori bahwa : pedagang pasti pembeli, pembeli belum tentu pedagang. Saya mencoba mengamati para pelanggan dan menemukan bahwa untuk menjadikan pelanggan kita itu pelanggan yang loyal terhadap barang yang kita jual, terdapat setidanya 5 strategi :

1) Gunakan kata-kata yang kesan memuji pelanggan.

Karena di tinjau dari segi psikologis, bahwa orang itu sebenarnya senang di puji. Contoh jika kita berjualan pakaian dan melihat pelanggan yang sedang memilih pakaian, cobalah katakan bahwa “pakaian yang ibu pilih itu cocok untuk kulit ibu yang putih”. Tapi jangan pujian yang berlebihan dan malah menyinggung pelanggan.

2) Gunakan Julukan/nama panggilan yang sesuai untuk pelanggan.

Kalo bisa langsung sebut nama pelanggan untuk yang sebaya. Tetapi sebelumnya anda harus tahu dulu nama pelanggan anda tersebut. Misalnya : “Jika Agus memilih menu ini, Agus akan mendapat bonus langsung…”. Jika umurnya lebih tua dari anda, maka pakailah kata sapaan yang biasa di ucapkan.

3) Ajak ngobrol pelanggan tentang masalah yang ringan.

Ini semua di lakukan untuk menciptakan suasana yang akrab antara pedagang dan pembeli. namun tidak mengarah ke hal yang lebih privasi. Misalnya selagi melayani pelanggan, cobalah untuk menanyakan : “memang ibu rumahnya di mana?…”. dari sana kita dapat mengetahui bahwa pelanggan kita dari sekitar mana saja.

4) Biarkan pelanggan merasa senang saat menawar harga.

Ini yang sering di lupakan oleh para pedagang, sering saya bertemu dengan pedagang yang barang dagangannya susah untuk di tawar. Sehingga kesanya pedagang yang pelit. Sampai-sampai pelanggan tidak jadi membeli barang dagangannya.

Padahal jika dipikir-pikir apa susahnya menaikan harga untuk nantinya akan di turunkan saat terjadi tawar menawar harga dengan pelanggan. Saya sendiri merasakan ada kepuasan batin saat saya berhasil menawar barang yang akan saya beli, walaupun sebenarnya barang tersebut harganya di rasakan masih cukup mahal.

Perlu di perhatikan oleh para pedagang saat melakukan tawar menawar harga, lakukanlah penawaran paling banyak 3 kali. Maksudnya jika pembeli/pelanggan menawar dengan harga pertama, kita sebagai pedagang masih mempertahankannya dengan menurunkan harga. Sampai maksimal harga yang ke 3 yang di ajukan oleh pembeli. Kita harus segera di putuskan untuk melepaskan barang tersebut dengan harga yang kita masih dapat keuntungan darinya. Mengapa demikian, ingat prinsip bahwa “biarkan pelanggan merasa senang saat menawar harga”.

Yang perlu di hindari saat melakukan penawaran harga adalah jangan baru melakukan penawaran ke 1, pedagang sudah melepas barang tersebut. Karena yang saya rasakan sendiri saat menawar harga, baru satu kali saya menawar, barang tersebut langsung di jual. Saya sebagai pembeli sebenarnya merasa sedikit “ditipu”. Saya berpikir kenapa saya tadi tidak menawar dengan harga paling murah saja, kalo baru satu kali di tawar sudah di jual.

5) Beri hadiah/bonus kepada pelanggan.

Hari gini siapa sich yang gak suka bonus, hadiah, atau apapun itu yang sifatnya gratisan dalam arti positif. Pada dasarnya kita senang akan sesuatu yang di beri oleh orang lain secara gratisan. Seperti “buy one get one”. Walaupun kita sebagai pelanggan sadar bahwa sebenarnya barang hadiah tersebut bukanlah Cuma-Cuma. Melainkan kita sendiri yang membelinya. Bedanya hadiah tersebut tidak secara langsung kita beli, melainkan dengan kita membeli barang lain dengan harga yang lebih mahal.

Itulah 5 strategi yang bisa kita lakukan bagaimana mencari calon pelanggan, mempertahankan loyalitas pelanggan, sekaligus menambah pelanggan. Ke 5 strategi di atas tidak mutlak untuk benar untuk di lakukan. Artikel ini hanyalah hasil pemikiran dan pengamatan penulis.

https://ri32.wordpress.com/2011/12/27/etika-bisnis-dalam-islam

Depok, 24-6-08-sls

noname

Advertisements

One Response

  1. […] pelanggan akan terjadi apabila pelayanan yang diberikan sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan, akan tetapi sering terjadi kesenjangan […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: