Membimbing Anak Kecil Sholat Berjamaah


Susunan makmum.

Susunan makmum, yang dicontohkan Rasululloh SAW adalah sebagai berikut:

  • Makmum laki-laki berdiri di belakang imam.
  • Makmum anak kecil (laki-laki) berdiri di belakang makmum laki-laki.
  • Makmum perempuan (dewasa ataupun anak kecil) berdiri di sebelah belakang makmum anak kecl laki-laki.

Dalil dari posisi ini adalah hadits berikut,”Nabi pernah mengatur barisan laki-laki dewasa di depan barisan anak-anak, dan barisan perempuan di belakang barisan anak-anak.” (Al Hadits).

Realitas

Dari hasil pengamatan saya, kalo sekumpulan anak kecil di pisahkan di barisan paling belakang yang ada mereka malah saling becanda dengan teman-temannya yang lain. Ya mungkin ada beberapa faktor :

  1. Seperti sudah sifat anak kecil dimanapun mereka selalu ingin bermain dengan teman-temannya.
  2. Tidak ada bimbingan dari orang tua mereka masing-masing. Yang ada membiarkan anak nya ke mesjid, sedangkan orang tuanya diam di rumah.
  3. Belum ada kesadaran dari anak kecil bahwa jika sholat tidak boleh bercanda.
  4. Faktor lingkungan, jika anak kecil berada di lingkungan yang baik masyarakatnya maupun tingkat religiusnya. Maka anak-anak kecil tersebut akan mengikuti lingkunganya. Begitu juga sebaliknya.

Solusi

Tanpa bermaksud meninggalkan sunah Rosul, susunan shaf untuk anak kecil tetap berada di barisan belakang makmum laki-laki dewasa.Jika anak kecil tersebut datang bersama orang bapaknya, pasti dia akan di dampingi oleh bapaknya tersebut. Sedangkan jika anak kecil itu datang sendiri atau bersama teman-temanya. Mereka biasanya akan membentuk “koloni” dan bercanda.Selain faktor diatas tadi, Ada faktor lain yang membuat mereka bercanda adalah :

Sifat  cuek dan kurang perhatian dari jamaah yang lain terhadap makmum anak kecil. Mungkin mereka berfikir “ah anak orang ini, ngapain di urusin”.

Sehingga diharapkan mulai dari diri saya pribadi untuk peduli terhadap makmum anak kecil saat sholat berjamaah di mesjid. Walaupun mereka anak orang lain, bukan saudara kita secara langsung. Tapi mereka juga harus kita bimbing sebagaimana jika kita punya anak kecil atau punya sodara yang masih kecil. Adapun bagaimana caranya ?

Saat kita melihat ada anak kecil yang bercanda, maka ajak dia sholat dekat dengan kita. Dalam pemikiran saya ini, saya ingin saat sholat berjamaah kita menanamkan kepada anak kecil tersebut rasa kesungguhan dalam beribadah. Salah satu cara membimbingnya adalah dampingi mereka saat sholat. Jika orang tuanya tidak mendampingi, maka tugas kita setiap pribadi muslim untuk mendampingi mereka. Jangan biarkan mereka bercanda dengan teman-temannya. Karena bercanda ada waktunya.

Sekian tulisan dari saya yang jauh dari sempurna, hanya pemikiran semata dan mudah-mudahan tidak menyimpang dari ajaran agama islam. Alloh yang maha tau…

Depok, 2 Januari 2010

noname

Advertisements

One Response

  1. Izin kang copy photonya, karen butuh banget buat testimoni saya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: