Jika hipnotis bisa jadi solusi masalah hukum


Latar Belakang

Pemikiran ini muncul saat saya menonton sebuah acara “Uy* Kuy*” di televisi pas di bagian “hipnotis”nya. Serem juga sech saat ada seseorang yang di hipnotis trus di Tanya-tanya tentang apa yang pernah dia lakukan saat pacaran!?, apakah dia pernah selingkuh, dan pertanyaan lain yang sifatnya sangat pribadi.

Sebelumnya si pembawa acara memberi sugesti kepada “korban” bahwa berbohong itu dosa. Beuh, “terbongkarlah” apa yang pernah dia lakukan. Dan saya pribadi disamping ada rasa penasaran, ada juga rasa was-was!. Gimana kalau saat itu saya yang di hipnotis. Terbongkarlah bahwa saya pernah suka sama anaknya pak RT…hehehe.

Hipnotis dalam masalah hukum

Nah, kalau memang apa yang di katakana oleh “korban” saat di hipnotis itu adalah suatu kebenaran yang bersumber dari alam bawah sadarnya. Kenapa hipnotis tidak kita manfaatkan untuk mencari informasi dari saksi ataupun terdakwa saat menjalani persidangan ataupun penyidikan.

Karena melihat banyak kasus persidangan yang berbelit-belit, saling bantah dan saling tuduh, dan kasusnya tidak kunjung terselesaikan!!!. Jika kita sepakat menggunakan “hipnotis” sebagai sarana untuk mencari informasi atau setidaknya untuk membandingkan (compare) pernyataan saksi atau terdaksa saat dia sadar dan saat dia tidak sadar. Sama aja seperti tes “kebohongan”.

Maka kita tidak perlu banyak membuang waktu untuk mengumpulkan informasi yang berharga guna menyelesaikan masalah hukum yang ada di pengadilan. Tinggal dibuat aturan dan prosedurnya. Masalahnya apakah saksi atau terdakwa mau di hipnotis?!. Apakah ini melanggar HAM karena ada kesan “memaksa” dalam mencari informasi dari saksi atau terdakwa dalam pengadilan?.

Artikel ini hanyalah pemikiran semata dari hasil pengamatan. Dengan harapan penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga yang salah adalah salah, yang benar adalah benar dengan tidak melupakan nilai-nilai keadilan.

Depok, 11 Januari 2010

noname

3 Responses

  1. Waah idenya bagus sekali. semoga bisa menjadi pertimbangan para penegak hukum.

    Like

  2. waaah jangan2 bentar lagi uya-kuya bakalan jadi kabareskrim ni….
    boleh juga idena

    Like

  3. @all :

    iya sech tapi belum pernah denger ilmu hipnotis digunakan dalam sebuah penyidikan. minimal untuk mengetahui orang itu berbohong atau tidak.

    yang saya tau ada alat untuk mendeteksi kebohongan lewat “parameter” gerak mata, dan denyut nadi.

    kalo hipnotis kan dibawah sadar, jadi mungkin tidak sah untuk di jadikan semacam alat bukti. karena saksi memberikan informasi secara tidak sadar.

    lagi pula kata om rom* raf**el, sebelum di hipnotis harus ada persetujuan antara yang mau hipnotis dengan “korban”. kalo diterapkan di persidangan, mana mau saksi di paksa buat setuju di hipnotis, bisa2 terbongkar semua kejahatannya….😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: