Semua tentang Cinta


“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.” Hamka


“Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.” Hamka


“Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.” Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)


“Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.” Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)


“Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.” Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)


“Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.” Ali bin Abi Thalib


“Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.” A’idh Al-Qorni


Thanks for  : http://blog.al-habib.info/id/kata-mutiara-islami-tentang-cinta


Depok, 22-06-2010

noname


Advertisements

3 Responses

  1. Cinta kepada Allah: menjadikan kehidupan sebagai ibadah secara menyeluruh. Tetapi harus berperang dengan musuh iaitu syaitan nafsu dalam diri. Selain itu, persekitaran juga memainkan peranan membentuk kehidupan sebagai Mukmin mukminah dalam sebuah masyarakat umum. Bagaimana seseorang itu mampu bertahan dalam persekitaran yang Islam pada nama sahaja tetapi semuanya tidak menyumbang kepada pengamalan Islam dalam kehidupan bermasyarakat? Malah ada orang-orang yang berugama Islam tetapi berganding bahu dengan orang bukan Islam untuk menjatuhkan orang Islam yang lain. Contohnya, seorang Islam menyuruh seorang yang bukan Islam menggoda seorang wanita Islam agar wanita itu terjebak ke kancah maksiat. Dalam proses ‘menggoda’ itu, mungkin terlibat juga unsur-unsur syirik seperti ilmu penunduk wanita. Bagaimana jika seorang wanita yang berharap kepada seorang lelaki sebagai pelindung dirinya, tetapi rupa-rupanya lelaki itulah yang menjahanamkan hidupnya. Cinta bukan hanya seorang individu seorang diri dalam hubungan dengan Allah. Atas nama Cinta juga, seorang lelaki boleh menjadikan cintanya sebagai ibadah dengan menyelamatkan seorang wanita. Tetapi belum pernah saya nampak seorang lelaki bersifat seperti itu. Yang saya nampak ialah sikap masyarakat yang pandai menuding jari menyalahkan orang lain. Kalau seseorang itu jatuh, jangankan nak tolong, malah nak dipijak-pijaknya lagi biar orang itu mati. Dia saja yang berhak hidup senang lenang.

    Like

  2. Seorang yang gagal dalam sebahagian ketaatannya kepada Allah, bukan cintanya tidak tulus tetapi banyak keadaan lain yang seolah-olah gagal dilawan arusnya yang menolaknya ke arah maksiat(gagal mentaati Allah). Kehidupan bukan terbina atas bahu seorang individu sahaja tetapi memerlukan kesepakatan ramai dalam sebuah masyarakat. Yang saya nampak dalam masyarakat, sikap saling mempengaruhi ke arah keburukan. Tidak ada sikap saling berpesan-pesan dengan kesabaran dan kebenaran.

    Like

  3. Cinta nafsu Zulaikha akhirnya mendapat keredhaan Allah, Zulaikha berjaya menjadi permaisuri Nabi Yusuf. Allah Maha Mengetahui sifat dan sikap manusia kerana Dia yang menciptakan manusia.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: