Night Of The Museum Puppet


night of museum

Sinopsis

Sejak hasil temuannya dipatenkan, Larry Daley (Ben Stiller) berhasil mendapat banyak uang dan memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya sebagai penjaga museum. Namun ketika American Museum of Natural History direnovasi dan seluruh isi museum ini dipindahkan ke Smithsonian Institution di Washington Larry tak punya pilihan lain selain menyusul ke Washington.

Larry khawatir kalau ‘kejadian buruk’ yang sempat menimpanya sebelum berhenti menjadi petugas keamanan akan terulang lagi dan sepertinya kekhawatiran Larry ini beralasan. Seperti kasus yang terjadi sebelumnya, Larry kembali harus berurusan dengan benda-benda museum yang tiba-tiba bangkit dan mengacaukan seluruh isi museum. Kali ini yang jadi penyebab masalah adalah Kahmunrah (Hank Azaria), firaun jahat yang bermaksud membangkitkan seluruh isi museum.

Terpaksa Larry harus berhadapan dengan seluruh tokoh sejarah yang peninggalannya tersimpan di dalam Smithsonian. Ini bukanlah pekerjaan mudah karena Smithsonian memiliki koleksi 136 juta barang dari masa lalu. Bayangkan betapa kacaunya ketika Amelia Earhart, Al Capone, Theodore Roosevelt, Napoleon Bonaparte, Albert Einstein, Charles Darwin hingga Attila the Hun semuanya bangkit dari kubur.

Pemikiran

Saya suka dengan film night of the museum karena mengandung unsur edukasi tentang sejarah, persahabatan, dan kerja sama tim.  teman-teman juga pasti pernah menonton itu kan. saya berpikir kenapa kita tidak membuat film seperti itu daripada film takhayul, kekerasan, ataupun film yang mengandung pornografi.

Jalan Cerita

Kita punya musium wayang dan tentu didalamnya terdapat banyak wayang dari wayang golek sampai wayang kulit. dan setiap daerah punya wayang serta cerita pewayangannya. nah kita mengambil setting tempat di musium wayang tersebut, kemudian karena suatu hal wayang-wayang tersebut menjadi hidup. Untuk jalan ceritanya mengambil dari salah satu cerita pewayangan misalnya tentang perang brata yuda.

Untuk ceritanya sutradara dapat sharing dengan para dalang di nusantara agar menarik. apalagi jika di dukung dengan teknologi computer vision sehingga menghasilkan efek yang menarik untuk ditonton.

Wayang Golek

Tujuan Pemikiran

Adapun tujuan dari film ini jika memang nanti ada :

  1. Mengajarkan tentang cerita pewayangan kepada generasi muda.
  2. Mengajarkan sejarah pewayangan nusantara dengan cara yang berbeda yaitu dengan menghadirkan musium wayang kedalam layar lebar.
  3. Mengenalkan karakter setiap tokoh di dunia pewayangan yang mewakili sifat yang ada didalam diri manusia.

Penutup

Saya akui pemikiran ini mengambil ide dari film yang sudah ada yaitu night of the musium. namun kenapa para insan film negeri ini tidak berfikir lebih cepat, kreatif, edukatif sehingga menghasilkan film2 yang berkualitas, menarik, dan mendidik masyarakat.

Sekian pemikiran dari saya semoga ada menfaatnya untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Depok, 25-06-2011

noname

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: