Menjaga Al-Qur’an


Latar Belakang

Saya membaca artikel di sebuah situs berita tentang aksi pembakaran kitab suci Al-Qur’an.

 Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (QS.Al-Baqarah:15)

Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (QS.Al-Baqarah:16)

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (QS.Al-Baqarah:17)

Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar), (QS.Al-Baqarah:18)

Alqur’an di Akhir Zaman

Saya mengutip dari sebuah blog :

Ibnu Majah berkata, bahwa Abu Mu’awiyah meriwayatkan kepada kami dari Abu Malik al Asyja’i, dari Rabi’i bin Harasy, dari Hudzaifah bin al Yaman, ia mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah menggambarkan :

“Islam akan berlalu sebagaimana memudarnya warna pada pakaian. Hingga tidak lagi diketahui apa itu puasa, shalat, nusuk (sikap tunduk, patuh), dan tidak pula sedekah. Akan terjadi proses lupa terhadap al Qur’an dalam waktu satu malam dan tidak ada yang tersisa di atas bumi walau hanya satu ayat. Sampai ada suatu golongan dari manusia yang sudah renta, dimana mereka mengatakan, ‘Kami mendapati nenek moyang kami berpegang atas kalimat LA ILAHA ILLALLAH, maka kami pun mengucapkannya.’”

Semua itu menunjukkan, bahwa keberadaan ilmu akan ditarik dari sisi manusia pada akhir zaman, hingga al Qur’an terlupakan, baik yang ada dalam lembaran-lembaran (mushaf) ataupun dari dada manusia. Tinggallah manusia tanpa ilmu agama.

Dimana kemudian orang-orang yang telah berusia senja memberitahukan, bahwa mereka pernah menemui suatu masa, yang mana masih ada orang yang bersaksi dengan kalimat La ilaha illallah dan mereka mengucapkan kalimat tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sungguh kalimat tersebut sangat bermanfaat bagi mereka, meskipun mereka tidak mempunyai amal shalih, ilmu yang bermanfaat, dan lainnya.

Apa yang harus kita lakukan

Ya Allah…
Sayangilah kami dengan Al-Qur’an
Jadikanlah ia sebagai imam, hidayah dan rahmat bagi kami..
Ingatkanlah apa yang kami lupa dari Al-Qur’an, dan ajarilah apa yang belum kami ketahui..
Berilah kami kemampuan utk selalu membacanya siang dan malam…aamiin

Sahabat muslim dan muslimah mari kita jaga Mukzijat akhir zaman ini. Kitab yang Allah SWT  turunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Zibril dimana membacanya merupakan suatu ibadah, penawar sakit, penentram hati, dan pedoman hidup bagi orang-orang yang Percaya.

Dan kami menurunkan Al Qur’an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu’min.
(QS. Al Isra/17: 82)

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.
(QS. Ar Ra’d/13: 28)

Sahabat muslim dan muslimah mari kita sisihkan waktu untuk membaca Al-qur’an saat istirahat di sekolah, kampus, tempat kerja, tempat berjualan, dirumah, ataupun sebelum tidur.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat teman-teman dan anda semua…aamiin

Depok, 30-04-2012

noname

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: