Pengenalan Konsep Dasar ITIL v3


Ri32

Definisi

Information Technology Infrastructure Library (ITIL) merupakan sebuah kerangka dalam pengelolaan Teknologi Informasi (TI). ITIL dibuat oleh Central Computer and Telecommunication Agency (CCTA) di Inggris yang kemudian berubah menjadi Office of Government Commerece (OGC) atau setingkat dengan Departemen Perdagangan di Indonesia. Permulaan dibuatnya ITIL berawal dari:

  • Investasi TI dirasakan sangat mahal
  • Pengelolaan TI terlihat sebagai Black Box bagi bisnis dan manajemen organisasi
  • Pengelolaan TI semakin rumit
  • Bisnis dan pengguna layanan semakin menuntut adanya sebuah kualitas layanan yang baik

Versi ITIL

  • Versi 1 : Akhir 80-an dan awal 90-an, terdiri dari lebih 40 buku/publikasi, dan merupakan Dokumentasi Best Practice.
  • Versi 2 : Dikembangkan awal tahun 90-an sampai tahun 2004, terdiri dari 7 buku, dan tujuannya untuk menjembatani antara teknologi dan bisnis.
  • Versi 3 : Mulai dikembangkan dari tahun 2004 – 2007, terdiri dari 5 buku yang disebut CORE Books, dan integrasi antara IT dan Bisnis.

Tujuan ITIL

  • Memberikan panduan dalam pengelolaan layanan IT berdasarkan best practice
  • Menyelaraskan IT dengan kebutuhan organisasi
  • Menggunakan pendekatan kualitas dalam pengelolaan: People (SDM), Processes (Proses), dan Technology (Teknologi)

ITIL versi 3 dibuat untuk mengangkat posisi TI menjadi sejajar dengan bisnis (organisasi). ITIL versi 3 juga menyempurnakan proses-proses dan fungsi dalam ITIL versi 2 serta mengubah sudut pandang dari tata kelola TI berbasis proses menjadi berbasis layanan.

Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

  1. Service Strategy
  2. Service Design
  3. Service Transition
  4. Service Operation
  5. Continual Service Improvement

Service Strategy(SS) memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.

Service Design(SD) Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.

Service Transition(ST) Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

Service Operation(SO) Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.

Continual Service Improvement(CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle

Thaks to :

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 9-03-2013

GusnaNuri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: