Manajemen Emosi dalam Islam


Keutamaan Menjaga Emosi

Janganlah engkau marah, niscaya engkau mendapat surga (HR. At-Thobarony dan dishahihkan oleh al-Mundziri)

Barangsiapa yang menahan amarah padahal ia mampu untuk melampiaskannya, Allah akan panggil ia di hadapan para makhluk pada hari kiamat, hingga Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari (terbaik) yang ia inginkan (HR. Abu Dawud, aT-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah engkau marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah”.(HR. al-Bukhari)

Dan bersegeralah menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang lebarnya (seluas) langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertakwa, yaitu orang yang menginfakkan (hartanya) di waktu lapang atau susah, dan orang-orang yang menahan amarah, dan bersikap pemaaf kepada manusia, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik (Q.S Ali Imran:133-134)

Yang Harus Dilakukan Ketika Marah

  • Jika di antara kalian marah, maka hendaklah ia diam (HR. Imam Ahmad)
  • Aku  sungguh tahu suatu kalimat yang bisa menghilangkan (perasaan marahnya):A’udzu billaahi minasysyaithoonir rojiim (H.R al-Bukhari dan Muslim)
  • Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri hendaknya ia duduk. Jika dengan itu kemarahan menjadi hilang (itulah yang diharapkan). Jika masih belum hilang, hendaknya berbaring (H.R Abu Dawud)
  • Sesungguhnya kemarahan itu timbulnya dari syaitan, dan sesungguhnya syaitan itu diciptakan dari api, dan api hanya bisa diredam dengan air. Ketika salah seorang dari kalian marah maka berwudhulah. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Thabrani)

Kapan Kita Harus Marah

Bukanlah artinya seseorang tidak boleh marah sama sekali. Marah ketika ada penyelisihan terhadap syariat Allah adalah suatu hal yang diharapkan.

Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam tidak pernah membalas perlakuan buruk terhadap diri pribadi beliau, namun jika ada penyelisihan terhadap syariat Allah, beliau bersikap marah dan bertindak dengan tegas. Kemarahan beliau adalah karena Allah.

Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah marah ketika melihat ada gambar makhluk bernyawa di rumah beliau.

Referensi

http://contohartikelku.com/hadits-tentang-larangan-marah

Batas antara kemuliaan dan kehinaan adalah kesabaran.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 28-04-2013

GusnaNuri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: