Konsep dan Pengenalan Integrasi


Kebutuhan integrasi akan selalu diperlukan, baik direncanakan ataupun tidak. Sejalan dengan pembentukan proses bisnis baru maka kebutuhan integrasi akan selalu mengikutinya. Apakah Anda memilih solusi integrasi yang cepat namun menyulitkan di kemudian hari atau “bersakit-sakit dahulu“ untuk mendapatkan manfaat besar di kemudian hari? Semua keputusannya ada di tangan Anda.

Mengapa perlu integrasi?

Banyak alasan mengapa suatu organisasi membutuhkan integrasi. Berikut ini adalah beberapa keputusan bisnis yang bisa memicu perlunya integrasi:

  • Merger dan Akuisisi (M&A). Untuk mendapatkan manfaat M&A maka sistem yang menangani transaksi yang serupa harus digabungkan.
  • Reorganisasi internal. Meskipun efeknya tidak sedramatis M&A tapi hal ini lebih sering terjadi
  • Data yang tidak konsisten/duplikasi/tersebar.
  • Strategi bisnis baru. Misalnya sebuah bank yang sebelumnya menerapkan online banking melalui sms, dapat memberikan layanan pembelian pulsa telepon seluler melalui sms.
  • Menyesuaikan dengan aturan pemerintah.

Level Integrasi

  • Integrasi data, penekanannya pada integrasi data dan biasanya berupa sinkronisasi content dari berbagai basisdata. Masalah utamanya adalah penyatuan skema antar data dan arti masing-masing elemen data.
  • Integrasi message, penekanannya pada pertukaran message antar aplikasi. Masalah utamanya adalah konversi data ke dalam message yang disepakati dan transformasi dalam berbagai format yang dimengerti oleh aplikasi.
  • Integrasi komponen, penekanannya pada membungkus aplikasi lama (legacy system) menggunakan teknologi komponen (CORBA, .NET, atau J2EE) dan menggabungkan komponen melalui interface. Masalah utamanya adalah integrasi antara model komponen yang berbeda.
  • Integrasi aplikasi, mengintegrasikan aplikasi menggunakan API yang dipublikasikan, format message, skema basisdata, atau teknik lainnya. Masalah utamanya adalah penyatuan model data antar aplikasi.
  • Integrasi servis, penekanannya pada pembuatan servis bisnis abstrak yang tidakterikat pada basis data, model komponen, atau paket aplikasi tertentu. Masalah utamanya adalah kesiapan artitektur integrasi sehingga interface servis dapat benar-benar dipisahkan dari implementasi di bawahnya.
  • Integrasi proses, penekanannya pada pembentukan proses bisnis baru dengan mengintegrasikan aset yang sudah ada (data, komponen, aplikasi, dan servis). Masalah utama dari integrasi ini adalah membutuhkan kesepakatan antar organisasi mengenai proses bisnis dan kesiapan infrastrukturnya.
  • Integrasi antar muka, salah satu pendekatannya adalah dengan membuat portal sebagai layer presentasi aplikasi lama. Masalah utama dari pendekatan portal adalah hanya menyelesaikan sebagian (antar muka) saja dari masalah integrasi yang lebih besar.
  • Integrasi B2B, penekanannya pada otomasi proses dan servis bisnis antar dua organisasi atau lebih. Masalah utamanya adalah ketika semakin banyak organisasi yang terlibat maka akan semakin kompleks.

Dua Pendekatan

Dalam kerangka pengembangan servis maka pendekatan integrasi adalah menggunakan Web Service dan XML. Ada dua pendekatan yaitu:

  • Web Service Integration (WSI), penerapan web service yang taktis dan oportunistik untuk menyelesaikan masalah integrasi dan interoperability.
  • Service-Oriented Integration (SOI), integrasi dengan pendekatan yang lebih strategik dan sistematis.

Kedua pendekatan ini sama-sama dibangun di atas XML, SOAP dan WSDL yang merupakan standar web service. Keduanya menggunakan teknologi yang sama, namun pendekatan SOI lebih strategis dan sistematik berdasarkan prinsip-prinsip Service Oriented Architecture (SOA). Sebagai contoh, kedua pendekatan bisa saja menggunakan UDDI sebagai service registry. Pada WSI masing – masing service memiliki registry yang belum tentu konsisten secara keseluruhan, sedangkan pada pendekatan SOI akan dibuat sebuah registry yang memenuhi kebutuhan semua service.

Web Service Integration

WSI cenderung lebih taktis dan digunakan untuk proyek yang memerlukan hasil yang cepat dan tidak terlalu memikirkan jangka panjang. Biasanya hanya melibatkan sedikit sistem yang harus diintegrasikan. Implementasinya adalah dengan mendefinisikan pertukaran data yang  diperlukan dan kemudian membentuk SOAP message. Kemudian didefinisikan WSDL yang meliputi interface, operasi dan message exchange pattern yang harus ditaati oleh service-service yang terlibat.

Keuntungan pendekatan WSI adalah kecepatan implementasinya (untuk integrasi sistem dalam jumlah kecil), dan biaya integrasi yang lebih murah. Tetapi pendekatan ini juga memiliki keterbatasan. Karena pendekatannya yang lebih taktis maka beberapa hal seperti masalah keamanan (security) dan manajemen transaksi hanya akan ditangani secara ad-hoc sesuai kebutuhan. SOAP message juga dikirim langsung ke transport-level yang dipilih sehingga akan sulit jika dipindahkan ke alternatif lain jika diperlukan.

Service-Oriented Integration

Pendekatan SOI adalah integrasi web service dalam kerangka SOA. Pendekatan ini akan lebih dipilih oleh organisasi yang menginginkan investasi jangka panjang dalam integrasi sistemnya. Bebeda dengan pendekatan WSI, pada pendekatan SOI maka sebelum proyek integrasi dimulai harus dilakukan fase untuk menentukan aturan yang akan dipakai pada implementasi integrasi selanjutnya. Pada fase ini akan dihasilkan aturan tentang framework, proses, model, dan tools yang digunakan serta ketegorisasi service misalnya dengan menyatukan service service yang melakukan hal yang serupa.

Proyek integrasi dengan pendekatan SOI akan meliputi:

  • Evaluasi data model yang sudah ada untuk mengakomodasi integrasi
  • Mendefinisikan service lebih dari sekedar WSDL, seperti aturan bisnis, kebijakan keamanan, manajemen versi, dan sebagainya
  • Membentuk wrapper bagi sistem lama agar memenuhi standar integrasi yang disepakati
  • Mendefinisikan pemetaan data antar model data yang berbeda
  • Menyesuaikan kebutuhan eksekusi, contohnya kebutuhan transaksi dan jaminan pengiriman message

Pada tahap awal akan dibentuk data, service dan model yang disimpan pada repository metadata. Proyek-proyek integrasi selanjutnya akan menggunakan kembali data ini sehingga akan diperoleh definisi yang konsisten antar sistem secara global.

Keuntungan pendekatan ini adalah adanya model data, service dan proses yang dapat digunakan kembali sehingga memudahkan proyek integrasi selanjutnya. Selain itu beberapa hal seperti keamanan dan manajemen transaksi menjadi konsisten untuk semua sistem yang terintegrasi.

Kerugiannya adalah biaya awal yang cukup besar dan waktu yang lama untuk implementasi awal. Selain itu memerlukan sumber daya manusia yang mampu merancang kebutuhan sistem untuk masa mendatang.

Kesimpulan

Integrasi bukanlah masalah yang sederhana karena harus menyatukan banyak persoalan, dan juga teknologi, produk dan proses yang berbeda yang telah digunakan lama sebelumnya. Web service menawarkan dua pendekatan yaitu WSI dan SOI. Pendekatan WSI lebih taktis dan oportunistik, sementara SOI cenderung lebih strategis dan sistematik. Implementasinya bisa dipilih diatara kedua pendekatan tersebut sesuai dengan kebutuhan bisnis dan teknis serta tujuan yang ingin dicapai dari integrasi itu sendiri.

Referensi

http://files.mhs.omahijo.net

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: