Kisah Nabi Daud & dua Orang Pemuda


Dahulu kala pada zaman Nabi Daud AS, ada 2 orang pemuda yang berdebat tentang jawaban dari suatu pertanyaan. karena itu menghadaplah mereka kepada nabi Daud, yang juga sebagaimana kita ketahui merupakan seorang raja untuk meminta jawaban atas pertanyaan mereka itu.

Salah seorang dari mereka berkata : “Yaa Nabi Allah Daud, kami meminta kepada paduka untuk menjawab suatu pertanyaan yang kami perdebatkan”.

“Apakah itu?” Nabi Daud balik bertanya.

“Apakah akhir dari dunia ini?” jawab mereka. “Sampai saat ini kami belum menemukan jawabannya”.

Setelah meminta petunjuk kepada Allah, nabi Daud menjawab : “Datanglah besok pagi, akan aku berikan jawabannya”.

Besok pagi, datanglah kedua pemuda itu. Nabi Daud menyerahkan kepada mereka masing-masing satu buah karung, dan memerintahkan mereka untuk pergi berlawanan arah. yang satu kesuatu tempat di timur, yang lainnya ke arah barat.

Nabi Daud berpesan : setelah sampai ditujuannya, mereka segera berbelok arah untuk kembali, dan meminta kepada mereka untuk memasukan seluruh batu yang mereka temui di perjalanan.

Setelah tiba, Nabi Daud melihat keadaan yang berbeda pada mereka. satu pemuda terlihat kepayahan karena memanggul karung yang berisi batu. Sedangkan pemuda lainnya tampak santai karena karungnya berisi sedikit sekali batu.

Kemudian Nabi Daud meminta mereka untuk membuka karungnya. alangkah terkejutnya mereka, ternyata isi karung mereka telah berubah menjadi emas.

Kemudian Nabi Daud bertanya kepada mereka : “Bagaimana perasaanya?”.

“Yaa Nabi Allah Daud, aku sangat menyesal mengapa tadi aku sedikit sekali mengambil batu. seandainya aku tahu itu akan berubah menjadi emas, tentulah aku akan memenuhi karungku” jawab pemuda yang karungnya berisi sedikit.

Pemuda yang karungnya penuh menjawab : “Yaa Nabi Allah Daud, aku juga menyesal. seandainya aku tahu itu akan berubah menjadi emas, tentulah aku akan membawa gerobak dan membawa berkarung-karung batu”.

Akhirnya, Nabi Daud berkata : “Nah itulah jawaban pertanyaan kalian. sesungguhnya akhir dunia adalah penyesalan. yang sedikit menyesal kenapa tidak banyak. yang banyak menyesal kenapa tidak lebih banyak lagi”.

Kepada teman-teman sekalian, mumpung kita masih ada waktu. berbuatlah yang terbaik dan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan dunia dan negeri akhirat khususnya. Hanya kepada Allah lah kita kembali.

…Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS. Al-Baqarah : 197)

Advertisements

2 Responses

  1. 🙂 terimakasih sudah mengingatkan.. nice share!

    Like

  2. bagus min ceritanya…
    salam berita islam

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: