Buku Dahsyatnya Ikhlas dan Bahayanya Riya’


Latar Belakang

Dalam beribadah dibutuhkan suatu keikhlasan. Beribadah semata karena menjalankan perintah Allah sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan kepada sang Pencipta Alam semesta. yang telah memberikan rezeki, mengatur segala urusan, serta yang maha kuasa menghidupkan dan mematikan setiap makhluk-Nya.

Dengan membaca buku yang bertema ikhlas dan riya’ ini diharapkan kita dapat men-scan diri sendiri saat beribadah. apakah kita dalam keadaan ikhlas ataukah riya’ dan sum’ah. dan selalu berusaha menjaga niat. tanpa mengharap pujian dan penghormatan manusia. karena hanya Allah yang dapat memberikan pahala atas segala amal ibadah yang kita lakukan.

Daftar Isi Buku

Buku ini tebalnya 128 halaman. penerbitnya Darul Haq. dan penulisnya Dr.Ubaid bin salim al-Amri. berikut daftar isinya :

  • Mengapa kita membahas tentang ikhlas
  • Hakikat ikhlas
  • Kedudukan ikhlas dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah
  • Hakikat Riya’
  • Sebab-sebab dan macam-macam Riya’
  • Bahaya Riya’
  • Jenis-jenis RIya’ dan rinciannya
  • Mengobati Riya’
  • Kisah-kisah generasi salaf tentang ikhlas
  • Bukan termasuk RIya’
  • Menggandakan Niat

Definisi Istilah

Ikhlas adalah memurnikan amal yang diharapkan dengannya pahala dari Allah dan mengosongkan dari segala hal yang dapat mengotori dan mengeruhkan kejernihannya, serta memurnikannya hanya untuk Allah.

Riya‘ adalah menampakan amal ibadah dengan tujuan agar dilihat oleh manusia sehingga mereka memujinya. maka dia bertujuan mendapatkan penghormatan, pujian, kecintaan, atau keseganan dari orang lain.

Sum’ah adalah menampakan amal ibadah dengan tujuan agar didengar oleh manusia sehingga mereka memujinya. maka dia bertujuan mendapatkan penghormatan, pujian, kecintaan, atau keseganan dari orang lain.

Ujub adalah mengagumi diri sendiri, yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Perasaan ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah.

Takabur berasal dari bahasa Arab takabbara – yatakabbaru, yang artinya sombong atau membanggakan diri sendiri. Takabur semakna dengan Ta’azum, yaitu menampakkan keagungannya dan kebesarannya dibandingkan dengan orang lain.

Riya’ dan Sum’ah termasuk kategori menyekutukan Allah dengan makhluk, sedangkan ujub dan takabur termasuk kategori menyekutukan Allah dengan diri sendiri.

Nasehat Para Ulama

Sesungguhnya seorang hamba, jika dia kehilangan ikhlas. maka bagiannya dari amal sholih yang telah dia lakukan hanya lelah semata. Suatu amal harus dilakukan dengan ikhlas dan sesuai sunnah agar amalnya diterima.

Sesungguhnya mengikhlaskan amal akan menjaga seorang hamba dari mendapatkan akhir kehidupan yang buruk (su’ul khotimah). dan ikhlas termasuk diantara yang dapat menghilangkan rasa dengki dari seorang hamba.

Belajarlah tentang niat, karena dia lebih berat daripada amal. Betapa banyak amal yang kecil tapi menjadi besar disebabkan niatnya, dan betapa banyak amal yang besar tetapi menjadi kecil karena niatnya. Ikhlaskanlah niat dalam amal-amalmu, maka amal yang sedikitpun akan cukup bagimu.

Ya Allaah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfa’at, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima. (Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan An-Nasa’i)

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 12 Juni 2018

KangAgus

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: