• Assalamu’alaikum…



    “I am a Muslim…i want to be a Blogger, i want to be a Socialpreneur”

  • Kategori Tulisan

  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog Ri32 dan menerima pemberitahuan posting baru melalui email anda. Jika sudah bosan silahkan unsubscript.
    Terima kasih... : )

    Join 804 other followers

  • RSS Sahabat Al-Aqsha

    • Dilindungi Serdadu, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Gilas 4,7 Hektar Tanah Warga Palestina
      PALESTINA (Palinfo) – Gerombolan pemukim ilegal Yahudi – yang dilindungi oleh serdadu zionis – Selasa (26/5/2020) merampas sebidang tanah yang luas milik warga Palestina di area antara kota Deir Dibwan […] The post Dilindungi Serdadu, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Gilas 4,7 Hektar Tanah Warga Palestina appeared first on Sahabat Al-Aqsha.
    • Intelijen Zionis Panggil Paksa Murabithah Al-Aqsha untuk Diinterogasi
      PALESTINA (Palinfo) – Intelijen penjajah ‘Israel’ (Shin Bet), Selasa (26/5/2020), memanggil paksa murabithah Masjidil Aqsha, Khadija Khuwais, untuk diinterogasi. Menurut sumber setempat, petugas Shin Bet memerintahkan Khuwais untuk datang pada […] The post Intelijen Zionis Panggil Paksa Murabithah Al-Aqsha untuk Diinterogasi appeared first on Sahabat Al-Aqsh […]

Membangun Rumah di Surga


Latar Belakang

Setiap orang yang sudah berkeluarga pasti menginginkan rumah untuk istri dan anak-anaknya tinggal. Tercukupi sandang, pangan, dan papannya. Namun apa yang terjadi jika belum memiliki rumah.

Ta tahzan…janganlah bersedih. Sungguh Allah bersama kita. Tetaplah bersyukur dengan nikmat yang ada. Rezeki itu ujian, dimewahkan bukan berarti dimuliakan, disempitkan bukan berarti dihinakan.

Baitii jannatii…rumah ku adalah surgaku. Rumah kontrakan yang masih bisa membaca Al-Qur’an didalamnya, yang masih bisa sholat sunnah dhuha dan tahajud didalamnya, tempat mengajarkan anak-anak mengenal agama-Nya, tempat berbuka puasa bersama keluarga didalamnya, dan yang masih dimudahkan melangkahkan kaki menuju Rumah-Nya (Masjid).

Pahala Rumah di Surga

Berikut ini adalah amalan yang dijanjikan pahala Rumah di Surga :

  1. Membangun masjid dengan ikhlas karena Allah
  2. Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali
  3. Shalat dhuha 4 raka’at dan shalat sebelum Zhuhur 4 raka’at
  4. Mengerjakan 12 raka’at shalat rawatib dalam sehari
  5. Meninggalkan perdebatan
  6. Meninggalkan dusta
  7. Berakhlak mulia
  8. Memuji Allah dan mengucapkan istirja’ ketika anak kita wafat
  9. Membaca doa masuk pasar
  10. Menutup celah dalam shaf shalat
  11. Beriman pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah, no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguat)

Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Awsath. Dalam Ash-Shahihah no. 2349 disebutkan oleh Syaikh Al-Albani bahwa hadits ini hasan)

Barangsiapa merutinkan shalat sunnah 12 raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada malaikat-Nya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku saat itu?” Mereka berkata, “Ia memujimu dan mengucapkan istirja’ (innaa lilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku di surga, dan namai ia dengan nama baitul hamdi (rumah pujian).” (HR. Tirmidzi, no. 1021; Ahmad, 4: 415. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Siapa yang memasuki pasar lalu ia melakukan jual beli di dalamnya, lantas mengucapkan: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir; maka Allah akan mencatat baginya sejuta kebaikan, akan menghapus darinya sejuta kejelekan dan akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak, 1: 722)

Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (HR. Al-Muhamili dalam Al-Amali, 2: 36. Disebutkan dalam Ash-Shahihah, no. 1892)

Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tingggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, maka ia tidak membiarkan satu pun kebaikan, dan ia lari dari setiap keburukan, ia pun akan meninggal, di mana saja Allah kehendaki untuk meninggal.” (HR. An-Nasa’i, no. 3135. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Do’a Penutup

Ya Allah berikanlah kepada kami rumah yang baik, di lingkungan yang baik, beserta tetangga-tetangga yang baik, dengan cara dan waktu yang baik, serta Engkau dekatkan rumah kami dengan rumah-Mu (Masjid). Mudahkanlah kami untuk mengerjakan amal-amal yang baik untuk bekal hidup kami di Akhirat nanti.

Referensi :

https://rumaysho.com/13072-11-amalan-dapat-jaminan-rumah-di-surga.html

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 23-04-2020

KangAgus

Program Qurban Setiap Tahun


Latar Belakang

Waktu anak pertama dan anak kedua lahir, Alhamdulillah kami telah melaksanakan Aqiqah. di tahun berikutnya kami juga dapat melaksanakan ibadah Qurban. Namun di tahun-tahun berikutnya kami belum dapat berqurban karena mulai banyaknya kebutuhan keluarga.

Ingin sekali setiap tahun bisa melaksanakan ibadah qurban dan membantu saudara muslim yang lain dalam menjalankan salah satu syariat islam ini. Mengingat besarnya pahala beserta hikmah yang ada didalamnya.

Hikmah Ibadah Qurban

Adapun beberapa hikmah dari ibadah qurban sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan.
  2. Menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim – kholilullah (kekasih Allah) – ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya. Akhirnya, Allah mengganti dengan domba yang besar sebagai tebusan. Ibrahim bukan menyembelih Isma’il, namun menyembelih seekor domba.
  3. Agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimas salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Isma’il pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat  kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah dan seharusnya mereka mendahulukan kecintaan Allah dari hawa nafsu dan syahwatnya.
  4. Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnul Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah (Ibadah Qurban).

Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun.

Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.

Pahala Ibadah Qurban

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS: Al Hajj : 34)

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. ibnumajah No.3117)

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS: al-An’am : 162-163)

Berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, hewan qurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan.” (HR. Riwayat Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3127)

Dimulai dengan Niat dan Doa

Semoga ditahun ini kita dapat memulai program qurban. di awali dengan Niat dan Do’a. Selanjutnya diiringi dengan Ikhtiar dan Iman maksimal untuk mewujudkannya.

Referensi :

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 27-04-2020

KangAgus

Program Membaca Terjemahan Al-Qur’an


Pendahuluan

Melanjutkan program sebelumnya yaitu pembiasaan diri dalam membaca Al-Qur’an. Saat ini saya berusaha meluangkan waktu dengan membaca terjemahan Al-Qur’an.

Belajar untuk memahami kandungan Al-Qur’an, Bertanya kepada Ustadz yang kompeten keilmuannya dan baik akidahnya. Serta berusaha untuk menyampaikan dan mengamalkan isinya (Program Qur’an).

Ada sebuah kaidah bahwa iman sebelum Al-Qur’an, adab sebelum ilmu, dan ilmu sebelum beramal. Sehingga tidak mungkin kita betah berlama-lama membaca Al-Qur’an jika hati kita belum mengimaninya dan niat kita belum lurus.

Waktu & Kegiatan

Baiknya memiliki mushaf Al-Qur’an perkata disamping ada terjemahannya. Dibaca dirumah dalam keadaan tenang dan santai. Untuk waktunya semampu kita. Saya biasanya setelah sholat malam atau setelah pulang sholat subuh atau sebelum tidur.

Baiknya bertahap dimulai dari surat-surat pendek sampai sedang yang ada di juz 30, juz 29 dan juz 28. Kemudian bisa dilanjutkan mulai dari juz pertama (Al-Fatihah, Al-baqoroh) dan juz seterusnya.

Baiknya membaca (tilawah) Al-Qur’an nya kemudian membaca terjemahan berusaha untuk memahami serta menghayati maknanya bisa juga membaca buku tafsir agar tidak salah dalam memahami maknanya.

Berikut saya cantumkan pertanyaan serta jawaban terkait dengan membaca terjemahan Al-Qur’an. Saya ambil dari salamdakwah.com

Ada pertanyaan kepada syaikh Ibnu Baz:

Apakah boleh membaca al-Qur’an tanpa memahami maknanya? Kami berharap penjelasannya.

Berikut ini petikan jawaban Beliau:

Ya. Seorang mukmin dan mukminah dibolehkan membaca al-Qur’an meski tidak memahami maknanya, akan tetapi mereka disyariatkan untuk menghayati dan memikirkan maknanya sampai dia faham. Dan hendaknya ia meruju’ ke kitab-kitab tafsir jika ia mampu memahaminya. Hendaknya ia juga merujuk kitab bahasa arab untuk mengambil faedah dari situ dan ia hendaknya bertanya kepada Ulama’ tentang kesulitan yang ia temui, tujuannya adalah supaya ia menghayati, sebab Allah ta’ala berfirman(shad:29)

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran mendapat pelajaran. http://www.binbaz.org.sa/mat/21534

Sehingga kesimpulannya adalah :

Seseorang yang membaca terjemah al-Qur’an atau tafsir saja (tanpa membaca ayat al-Qur’an dalam bahasa arab) dengan tujuan untuk memahami al-Qur’an hanya memperoleh pahala membaca tafsir dan tidak memperoleh pahala seperti orang yang membaca ayat al-Qur’an.

Idealnya adalah sebagaimana yang diterangkan oleh syaikh Ibnu Baz, yakni seorang mukmin atau mukminah membaca al-Qur’an dan berusaha memahami maknanya. Memahami makna al-Qur’an bisa dilakukan dengan melihat terjemah, kitab tafsir atau bertanya kepada Ulama’

Penutup

Setelah kita dapat beristiqomah dalam membaca Al-Qur’an setiap hari. Kita coba naikan level dengan memahami apa yang kita baca atau saat murojaah (mengulang) hafalan kita. Sehingga kita hafal ayatnya dan kita faham artinya.

Sedangkan bacaan Al-Qur’an tidak akan bisa menyatu dengan musik dan nyanyian. Sehingga jika kita ingin dekat dengan Al-Qur’an maka mulailah untuk mengurangi mendengarkan musik dan nyanyian.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 17-12-2019

KangAgus

Program Membaca Al-Qur’an Setiap Hari


Latar Belakang

Ada teman kantor yang resign karena beliau mau usaha, sebelumnya beliau menghadiahkan saya sebuah mushaf Al-Qur’an saku. Awalnya saya tidak membaca karena tulisannya cukup kecil dan itu mushaf Al-Qur’an untuk hafalan.

Tetapi setelah selesai bulan Ramadhan tahun ini, saya coba untuk mulai membacanya dan menjalankan (Program Qur’an) dengan istiqomah membaca Qur’an setiap hari.

Program Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Jika kita belum mampu membaca Al-Qur’an setiap hari 1 juz. Maka kita usahakan untuk tetap membaca Al-Qur’an setiap hari dan menyelesaikan 1 juz dalam waktu 1 pekan.

Yang biasa saya lakukan adalah membacanya pada waktu jam istirahat di kantor untuk sholat dzuhur dan ashar. Saya membacanya sampai Iqomah dikumandangkan. Dikantor dalam sehari mungkin hanya bisa membaca 1 lembar (2 halaman) namun itu dilakukan setiap hari.

Menjadi Gaya Hidup Seorang Muslim

Sekarang setiap berangkat kerja, yang ada di saku celana saya selain ada handphone dan dompet. Tidak lupa mushaf Al-Qur’an di saku baju saya. Akhir pekan pun saat mengajak berlibur keluarga, mushaf Al-Qur’an saku tidak lupa untuk dibawa. Agar saat istirahat untuk sholat bisa tetap membacanya.

Sehingga mengurangi untuk membaca Al-Qur’an menggunakan handphone. dan saat ke kamar mandi mushafnya kita simpan di tempat yang aman dan bersih. Atau dititipkan ke petugas yang ada di Toilet umum.

Sekian tulisan dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 21 September 2019

KangAgus

Bulan Ramadhan Momentum Untuk Berhenti Merokok


ri32-Berhenti-merokok

Latar Belakang

Dari beberapa tulisan saya sebelumnya tentang rokok:

  1. https://ri32.wordpress.com/bahaya-iklan-rokok
  2. https://ri32.wordpress.com/nikmat-nafas-dan-udara

Saya sadar bahwa berhenti merokok itu adalah sulit, alhamdulillah saya tidak merokok walaupun orangtua saya merokok. Saya menekankan ke saudara dan adik-adik saya untuk tidak merokok.

Karena jika kita memperhatikan dilingkungan kita, dimana-mana banyak orang yang merokok. dari anak kecil, wanita, anak sekolah, orang tua, bahkan orang yang notabenenya tahu ilmu agamapun jika diperhatikan mereka merokok juga.

Padahal sudah jelas dalam agama islam mengajarkan masalah kesehatan, keselamatan, dan melarang umatnya untuk hidup boros, melarang umatnya untuk menyakiti baik diri sendiri maupun orang lain. lalu kenapa masih merokok? bukankah takwa itu artinya mengikuti segala perintah Allah dan Menjauhi segala larangan-Nya.

Bukankah kita dapat membaca tulisan disetiap bungkus rokok :

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN = MEROKOK MEMBUNUHMU

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195)

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“. (QS. An Nisaa: 29)

Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66)

“Jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan untuk mengkonsumsi sesuatu, maka Allah haramkan pula upah (hasil penjualannya).” (HR. Ahmad 1/293)

Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2)

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? … Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”. (QS. Yunus: 31)

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363)

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Ada beberapa tulisan saya sebelumnya bertema ramadhan:

  1. https://ri32.wordpress.com/rindu-ramadhan
  2. https://ri32.wordpress.com/nasehat-bulan-ramadhan
  3. https://ri32.wordpress.com/indahnya-waktu-subuh
  4. https://ri32.wordpress.com/10-hari-terakhir-ramadhan
  5. https://ri32.wordpress.com/keistimewaan-al-quran
  6. https://ri32.wordpress.com/cara-mengkhatam-al-quran-dibulan-ramadhan
  7. https://ri32.wordpress.com/malam-tahun-baru-vs-malam-lailatul-qodar

Saya merasa setiap ramadhan itu penuh dengan makna, dan selayaknya kita menjadikan bulan ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki hati kita, memperbaiki sholat kita, memperbaiki sedekah kita, dan memperbaiki bacaan Qur’an kita.

Serta kita jadikan ramadhan sebagai momentum untuk meninggalkan perbuatan yang tidak baik, dan meninggalkan lingkungan yang tidak baik.

Serta kita jadikan ramadhan sebagai momentum untuk menjaga niat, menjaga keikhlasan, menjaga pandangan, dan tetap istiqomah dalam beribadah dan beramal baik walaupun ramadhan telah berlalu.

Kesimpulan

Semua kembali kepada pribadi masing-masing, Agama itu mudah. Jika kita ingin selamat dunia dan akherat, maka pelajari, fahami, dan jalankan ajaran agama dengan baik dan benar.

Anggap tulisan ini hanyalah pengingat dari seorang teman yang peduli terhadap masalah rokok. dan tidak ada yang bisa dilakukan selain dengan tulisan.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 04-05-2018

KangAgus

 

Kemudahan dalam Menyalurkan Sedekah Melalui DPU DT


DPUDT - ri32

Latar Belakang

Saat kita sudah gajian atau kita memiliki rezeki lebih, biasanya kita niat untuk bersedekah. namun bingung kemana kita menyalurkan dana kita agar bermanfaat bisa membantu saudara kita yang lebih membutuhkan. dan mencari lembaga yang amanah untuk menyalurkan dana kita.

Profil DPU DT

Dompet Peduli Ummat (DPU) adalah sebuah Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional dan merupakan Lembaga Nirlaba yang bergerak di bidang penghimpunan (Fundraising) dan Pendayagunaan dana zakat, Infaq, shadaqah dan wakaf (ZISWA).

Didirikan 16 Juni 1999 Oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai bagian dari Yayasan Daarut Tauhiid dengan tekad menjadi LAZ yang Amanah, Profesional dan Jujur berlandaskan pada Ukhuwah Islamiyah.

Pengalaman Saya

Alhamdulillah DPU DT memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk menyalurkan dana sedekah (Ri32 Charity). Mudah karena kita dapat menyalurkan dana cukup dengan 3 langkah :

  • Langkah Pertama : Masukan data donasi seperti nama lengkap, email, nomor telpon, domisili, dan nominal dana.
  • Langkah Kedua : Pilih metode termudah dalam pembayaran, disini kita bebas memilih dengan metode apa kita akan menyalurkan dana. Selama ini saya menggunakan metode transfer via mobile banking.
  • Langkah Ketiga : Rincian pembayaran, berisi petunjuk cara pembayaran beserta nomor rekening yang dituju. Setelah itu akan ada notifikasi yang dikirim via SMS dan email.

Nyaman karena DPU DT memanfaatkan teknologi informasi sehingga kita yakin bahwa dana kita sudah diterima dengan baik. Kita tidak perlu melakukan konfirmasi. Karena setelah kita transfer dana, maka akan ada notifikasi yang dikirim via SMS dan Email. Serta nama kita otomatis tampil pada daftar donatur.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 09-04-2018

KangAgus

Barangsiapa yang menunjukan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. (HR. Muslim no. 1893)

Nikmatnya Menjaga Pandangan


Menundukan-pandangan-ri32

Memandang adalah sebuah kenikmatan bagi semua orang yang Allah anugerahkan mata dan penglihatan. Tinggal apakah pandangan itu akan bernilai ibadah atau tidak. atau malah berdosa.

Saat melihat pemandangan alam yang indah, atau melihat suatu keadaan yang baik. akan bernilai ibadah jika kita memuji Allah yang menciptakan itu semua. maka ucapkanlah masya Allah

Namun tidak semuanya layak kita pandang. Menjaga pandangan dari lawan jenis yang tidak halal kita pandang adalah bernilai ibadah. Dengan menjaga pandangan maka hati menjadi bersih, tidak membayangkan, dan tidak berangan-angan.

Motivasi Menjaga Pandangan

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur : 30)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)

“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad no. 8356)

”Aku tidaklah meninggalkan cobaan yang lebih membahayakan bagi laki-laki selain dari (cobaan berupa) wanita” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 9798)

”Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya” (HR. Al-Hakim no. 7875)

”Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400)

”Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara; tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; tahanlah pandangan kalian; dan tahanlah kedua tangan kalian.” (HR. Ahmad no. 22757)

Bagaimana Cara Menjaga Pandangan

  • Ingat Kepada Allah yang memerintahkan untuk menjaga pandangan baik laki-laki maupun perempuan. dalilnya terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits. tidaklah yang Allah perintahkan melainkan jika kita melakukannya pasti ada manfaatnya. dan tidaklah yang Allah larang jika kita melakukannya pasti ada kerugiannya.
  • Menghindari tempat yang banyak mengandung maksiat
  • Mengalihkan pandangan yang tidak disengaja
  • Menikahlah atau berpuasa
  • Berzikir dan berdoa kepada Allah agar kita senantiasa mampu untuk menjaga pandangan, hati, dan pikiran
  • Menjaga pandangan itu latihannya setiap hari, ujiannya sekali-kali.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor. 31-03-2018

KangAgus

%d bloggers like this: