• Assalamu’alaikum

    Setiap manusia lahir dalam keadaan tidak berilmu. maka “Bacalah” dan “Ikatlah” Ilmu dengan Tulisan.

    “I am a Muslim…i want to be a Blogger, i want to be a Socialpreneur”

  • Kategori Tulisan

  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog Ri32 dan menerima pemberitahuan posting baru melalui email anda. Jika sudah bosan silahkan unsubscript.
    Terima kasih... : )

    Join 773 other followers

  • RSS Sahabat Al-Aqsha

    • 224.948 Warga Sipil Tewas di Suriah Kurun 2011-2019, Termasuk 29.017 Anak
      SYRIAN Network for Human Rigths mencatat, sejak tahun 2011 sampai 2019, jumlah korban warga sipil yang tewas akibat krisis berkepanjangan di Suriah mencapai 224.948 orang. Jumlah tersebut mencakup korban tewas […] The post 224.948 Warga Sipil Tewas di Suriah Kurun 2011-2019, Termasuk 29.017 Anak appeared first on Sahabat Al-Aqsha.
    • Serangan Rezim dan Sekutunya Kembali Meningkat, Ratusan Ribu Warga Suriah Menyelamatkan Diri
        LEBIH dari 350.000 warga Suriah telah melarikan diri dari serangan baru yang dibekingi Rusia, di provinsi Idlib yang dikuasai oposisi, sejak awal Desember 2019. Kamis (16/1/2019), PBB mengatakan bahwa […] The post Serangan Rezim dan Sekutunya Kembali Meningkat, Ratusan Ribu Warga Suriah Menyelamatkan Diri appeared first on Sahabat Al-Aqsha.

Program Membaca Terjemahan Al-Qur’an


Pendahuluan

Melanjutkan program sebelumnya yaitu pembiasaan diri dalam membaca Al-Qur’an. Saat ini saya berusaha meluangkan waktu dengan membaca terjemahan Al-Qur’an.

Belajar untuk memahami kandungan Al-Qur’an, Bertanya kepada Ustadz yang kompeten keilmuannya dan baik akidahnya. Serta berusaha untuk menyampaikan dan mengamalkan isinya (Program Qur’an).

Ada sebuah kaidah bahwa iman sebelum Al-Qur’an, adab sebelum ilmu, dan ilmu sebelum beramal. Sehingga tidak mungkin kita betah berlama-lama membaca Al-Qur’an jika hati kita belum mengimaninya dan niat kita belum lurus.

Waktu & Kegiatan

Baiknya memiliki mushaf Al-Qur’an perkata disamping ada terjemahannya. Dibaca dirumah dalam keadaan tenang dan santai. Untuk waktunya semampu kita. Saya biasanya setelah sholat malam atau setelah pulang sholat subuh atau sebelum tidur.

Baiknya bertahap dimulai dari surat-surat pendek sampai sedang yang ada di juz 30, juz 29 dan juz 28. Kemudian bisa dilanjutkan mulai dari juz pertama (Al-Fatihah, Al-baqoroh) dan juz seterusnya.

Baiknya membaca (tilawah) Al-Qur’an nya kemudian membaca terjemahan berusaha untuk memahami serta menghayati maknanya bisa juga membaca buku tafsir agar tidak salah dalam memahami maknanya.

Berikut saya cantumkan pertanyaan serta jawaban terkait dengan membaca terjemahan Al-Qur’an. Saya ambil dari salamdakwah.com

Ada pertanyaan kepada syaikh Ibnu Baz:

Apakah boleh membaca al-Qur’an tanpa memahami maknanya? Kami berharap penjelasannya.

Berikut ini petikan jawaban Beliau:

Ya. Seorang mukmin dan mukminah dibolehkan membaca al-Qur’an meski tidak memahami maknanya, akan tetapi mereka disyariatkan untuk menghayati dan memikirkan maknanya sampai dia faham. Dan hendaknya ia meruju’ ke kitab-kitab tafsir jika ia mampu memahaminya. Hendaknya ia juga merujuk kitab bahasa arab untuk mengambil faedah dari situ dan ia hendaknya bertanya kepada Ulama’ tentang kesulitan yang ia temui, tujuannya adalah supaya ia menghayati, sebab Allah ta’ala berfirman(shad:29)

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran mendapat pelajaran. http://www.binbaz.org.sa/mat/21534

Sehingga kesimpulannya adalah :

Seseorang yang membaca terjemah al-Qur’an atau tafsir saja (tanpa membaca ayat al-Qur’an dalam bahasa arab) dengan tujuan untuk memahami al-Qur’an hanya memperoleh pahala membaca tafsir dan tidak memperoleh pahala seperti orang yang membaca ayat al-Qur’an.

Idealnya adalah sebagaimana yang diterangkan oleh syaikh Ibnu Baz, yakni seorang mukmin atau mukminah membaca al-Qur’an dan berusaha memahami maknanya. Memahami makna al-Qur’an bisa dilakukan dengan melihat terjemah, kitab tafsir atau bertanya kepada Ulama’

Penutup

Setelah kita dapat beristiqomah dalam membaca Al-Qur’an setiap hari. Kita coba naikan level dengan memahami apa yang kita baca atau saat murojaah (mengulang) hafalan kita. Sehingga kita hafal ayatnya dan kita faham artinya.

Sedangkan bacaan Al-Qur’an tidak akan bisa menyatu dengan musik dan nyanyian. Sehingga jika kita ingin dekat dengan Al-Qur’an maka mulailah untuk mengurangi mendengarkan musik dan nyanyian.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 17-12-2019

KangAgus

Program Membaca Al-Qur’an Setiap Hari


Latar Belakang

Ada teman kantor yang resign karena beliau mau usaha, sebelumnya beliau menghadiahkan saya sebuah mushaf Al-Qur’an saku. Awalnya saya tidak membaca karena tulisannya cukup kecil dan itu mushaf Al-Qur’an untuk hafalan.

Tetapi setelah selesai bulan Ramadhan tahun ini, saya coba untuk mulai membacanya dan menjalankan (Program Qur’an) dengan istiqomah membaca Qur’an setiap hari.

Program Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Jika kita belum mampu membaca Al-Qur’an setiap hari 1 juz. Maka kita usahakan untuk tetap membaca Al-Qur’an setiap hari dan menyelesaikan 1 juz dalam waktu 1 pekan.

Yang biasa saya lakukan adalah membacanya pada waktu jam istirahat di kantor untuk sholat dzuhur dan ashar. Saya membacanya sampai Iqomah dikumandangkan. Dikantor dalam sehari mungkin hanya bisa membaca 1 lembar (2 halaman) namun itu dilakukan setiap hari.

Menjadi Gaya Hidup Seorang Muslim

Sekarang setiap berangkat kerja, yang ada di saku celana saya selain ada handphone dan dompet. Tidak lupa mushaf Al-Qur’an di saku baju saya. Akhir pekan pun saat mengajak berlibur keluarga, mushaf Al-Qur’an saku tidak lupa untuk dibawa. Agar saat istirahat untuk sholat bisa tetap membacanya.

Sehingga mengurangi untuk membaca Al-Qur’an menggunakan handphone. dan saat ke kamar mandi mushafnya kita simpan di tempat yang aman dan bersih. Atau dititipkan ke petugas yang ada di Toilet umum.

Sekian tulisan dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 21 September 2019

KangAgus

Bulan Ramadhan Momentum Untuk Berhenti Merokok


ri32-Berhenti-merokok

Latar Belakang

Dari beberapa tulisan saya sebelumnya tentang rokok:

  1. https://ri32.wordpress.com/bahaya-iklan-rokok
  2. https://ri32.wordpress.com/nikmat-nafas-dan-udara

Saya sadar bahwa berhenti merokok itu adalah sulit, alhamdulillah saya tidak merokok walaupun orangtua saya merokok. Saya menekankan ke saudara dan adik-adik saya untuk tidak merokok.

Karena jika kita memperhatikan dilingkungan kita, dimana-mana banyak orang yang merokok. dari anak kecil, wanita, anak sekolah, orang tua, bahkan orang yang notabenenya tahu ilmu agamapun jika diperhatikan mereka merokok juga.

Padahal sudah jelas dalam agama islam mengajarkan masalah kesehatan, keselamatan, dan melarang umatnya untuk hidup boros, melarang umatnya untuk menyakiti baik diri sendiri maupun orang lain. lalu kenapa masih merokok? bukankah takwa itu artinya mengikuti segala perintah Allah dan Menjauhi segala larangan-Nya.

Bukankah kita dapat membaca tulisan disetiap bungkus rokok :

MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN = MEROKOK MEMBUNUHMU

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195)

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“. (QS. An Nisaa: 29)

Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66)

“Jika Allah ‘azza wa jalla mengharamkan untuk mengkonsumsi sesuatu, maka Allah haramkan pula upah (hasil penjualannya).” (HR. Ahmad 1/293)

Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maidah: 2)

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi? … Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?”. (QS. Yunus: 31)

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363)

Keistimewaan Bulan Ramadhan

Ada beberapa tulisan saya sebelumnya bertema ramadhan:

  1. https://ri32.wordpress.com/rindu-ramadhan
  2. https://ri32.wordpress.com/nasehat-bulan-ramadhan
  3. https://ri32.wordpress.com/indahnya-waktu-subuh
  4. https://ri32.wordpress.com/10-hari-terakhir-ramadhan
  5. https://ri32.wordpress.com/keistimewaan-al-quran
  6. https://ri32.wordpress.com/cara-mengkhatam-al-quran-dibulan-ramadhan
  7. https://ri32.wordpress.com/malam-tahun-baru-vs-malam-lailatul-qodar

Saya merasa setiap ramadhan itu penuh dengan makna, dan selayaknya kita menjadikan bulan ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki hati kita, memperbaiki sholat kita, memperbaiki sedekah kita, dan memperbaiki bacaan Qur’an kita.

Serta kita jadikan ramadhan sebagai momentum untuk meninggalkan perbuatan yang tidak baik, dan meninggalkan lingkungan yang tidak baik.

Serta kita jadikan ramadhan sebagai momentum untuk menjaga niat, menjaga keikhlasan, menjaga pandangan, dan tetap istiqomah dalam beribadah dan beramal baik walaupun ramadhan telah berlalu.

Kesimpulan

Semua kembali kepada pribadi masing-masing, Agama itu mudah. Jika kita ingin selamat dunia dan akherat, maka pelajari, fahami, dan jalankan ajaran agama dengan baik dan benar.

Anggap tulisan ini hanyalah pengingat dari seorang teman yang peduli terhadap masalah rokok. dan tidak ada yang bisa dilakukan selain dengan tulisan.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 04-05-2018

KangAgus

 

Kemudahan dalam Menyalurkan Sedekah Melalui DPU DT


DPUDT - ri32

Latar Belakang

Saat kita sudah gajian atau kita memiliki rezeki lebih, biasanya kita niat untuk bersedekah. namun bingung kemana kita menyalurkan dana kita agar bermanfaat bisa membantu saudara kita yang lebih membutuhkan. dan mencari lembaga yang amanah untuk menyalurkan dana kita.

Profil DPU DT

Dompet Peduli Ummat (DPU) adalah sebuah Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional dan merupakan Lembaga Nirlaba yang bergerak di bidang penghimpunan (Fundraising) dan Pendayagunaan dana zakat, Infaq, shadaqah dan wakaf (ZISWA).

Didirikan 16 Juni 1999 Oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai bagian dari Yayasan Daarut Tauhiid dengan tekad menjadi LAZ yang Amanah, Profesional dan Jujur berlandaskan pada Ukhuwah Islamiyah.

Pengalaman Saya

Alhamdulillah DPU DT memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk menyalurkan dana sedekah (Ri32 Charity). Mudah karena kita dapat menyalurkan dana cukup dengan 3 langkah :

  • Langkah Pertama : Masukan data donasi seperti nama lengkap, email, nomor telpon, domisili, dan nominal dana.
  • Langkah Kedua : Pilih metode termudah dalam pembayaran, disini kita bebas memilih dengan metode apa kita akan menyalurkan dana. Selama ini saya menggunakan metode transfer via mobile banking.
  • Langkah Ketiga : Rincian pembayaran, berisi petunjuk cara pembayaran beserta nomor rekening yang dituju. Setelah itu akan ada notifikasi yang dikirim via SMS dan email.

Nyaman karena DPU DT memanfaatkan teknologi informasi sehingga kita yakin bahwa dana kita sudah diterima dengan baik. Kita tidak perlu melakukan konfirmasi. Karena setelah kita transfer dana, maka akan ada notifikasi yang dikirim via SMS dan Email. Serta nama kita otomatis tampil pada daftar donatur.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 09-04-2018

KangAgus

Barangsiapa yang menunjukan kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. (HR. Muslim no. 1893)

Nikmatnya Menjaga Pandangan


Menundukan-pandangan-ri32

Memandang adalah sebuah kenikmatan bagi semua orang yang Allah anugerahkan mata dan penglihatan. Tinggal apakah pandangan itu akan bernilai ibadah atau tidak. atau malah berdosa.

Saat melihat pemandangan alam yang indah, atau melihat suatu keadaan yang baik. akan bernilai ibadah jika kita memuji Allah yang menciptakan itu semua. maka ucapkanlah masya Allah

Namun tidak semuanya layak kita pandang. Menjaga pandangan dari lawan jenis yang tidak halal kita pandang adalah bernilai ibadah. Dengan menjaga pandangan maka hati menjadi bersih, tidak membayangkan, dan tidak berangan-angan.

Motivasi Menjaga Pandangan

”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur : 30)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur : 31)

“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad no. 8356)

”Aku tidaklah meninggalkan cobaan yang lebih membahayakan bagi laki-laki selain dari (cobaan berupa) wanita” (HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 9798)

”Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya” (HR. Al-Hakim no. 7875)

”Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400)

”Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara; tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; tahanlah pandangan kalian; dan tahanlah kedua tangan kalian.” (HR. Ahmad no. 22757)

Bagaimana Cara Menjaga Pandangan

  • Ingat Kepada Allah yang memerintahkan untuk menjaga pandangan baik laki-laki maupun perempuan. dalilnya terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits. tidaklah yang Allah perintahkan melainkan jika kita melakukannya pasti ada manfaatnya. dan tidaklah yang Allah larang jika kita melakukannya pasti ada kerugiannya.
  • Menghindari tempat yang banyak mengandung maksiat
  • Mengalihkan pandangan yang tidak disengaja
  • Menikahlah atau berpuasa
  • Berzikir dan berdoa kepada Allah agar kita senantiasa mampu untuk menjaga pandangan, hati, dan pikiran
  • Menjaga pandangan itu latihannya setiap hari, ujiannya sekali-kali.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor. 31-03-2018

KangAgus

Konsep Rezeki dalam Islam


Ri32-Rezeki-Allah

Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit

Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar

Rezeki akan mendatangi
bahkan akan mengejar
hanya kepada orang yang pantas didatangi…

Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas didatangi, atau bahkan dikejar rezeki
Inilah hakikat ikhtiar

Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri
Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla

Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima seluruhnya.

Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, dan keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya.

Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam

Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta
Rezeki adalah seluruh rahmat Allah SWT

Sekian sharing artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 10-02-2017

KangAgus

Dunia Itu Bagaikan Setetes Madu


jangan-menenggelamkan-diri-pada-dunia-seperti-kisah-setetes-madu-dan-seekor-semut

Teringat sebuah pepatah bangsa arab :

Tidaklah kenikmatan dunia berarti apa-apa, melainkan bagai setetes besar madu. Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat. Namun siapa yang menceburkan diri kedalamnya, ia akan binasa.

Selayaknya kita yang masih diberikan kesempatan hidup dunia ini mengerti dan memahami hakikat kehidupan dunia.

Hakikat Kehidupan Dunia :

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid : 20)

“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas”. (QS. Al-Baqarah : 212)

“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy-Syuuraa : 20)

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” (QS. Hud : 15-16)

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya)” (QS. An-Naazi’aat 37-41)

“Demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelum kamu dan kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka” (HR Bukhari dan Muslim)

“Demi Allah, dunia itu lebih hina di sisi Allah daripada bangkai itu di pandangan kalian.” (HR. Muslim)

“Tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan ibarat seseorang di antara kalian yang memasukkan jari-jemarinya ke dalam lautan samudera, maka lihatlah apa yang diperoleh darinya.” (HR Muslim)

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Al A’laa 87 : 16-17) 

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Ankabut : 64)

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (QS. Al-Kahfi : 46)

“Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya”  (HR. At-Tirmidzi)

Untuk Apa kita Hidup di Dunia :

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumuah : 10)

“Maka carilah rizki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-Ankabut : 17)

“Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari makhluk dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 57-58)

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115)

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al Qiyamah: 36)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Hendaknya setiap orang memperhatikan perbuatan yang kita lakukan untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr 59 : 18)

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk : 2)

“(Luqman berkata): Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman: 16)

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiya’: 47)

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)n

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 16-09-2017

KangAgus

%d bloggers like this: