Tahapan mendidik anak yang diajarkan Rosulullah


rosulullah

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. an-Nisaa’ : 9)

Setiap orangtua mendambakan anak yang shaleh/shaleha, cerdas, dan membanggakan, akan tetapi keinginan dan upaya yang dilakukan sering kali belum selaras.

Sebagai orangtua mungkin lebih banyak mengandalkan guru maupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anak kita, padahal kunci cerdasnya anak, justru ada di rumah, ada pada kedua orangtua!

Orangtua perlu memahami bagaimana tahapan mendidik anak sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan cara mendidik anak ala Rasulullah yang insya Allah dapat mencerdaskan anak-anak kita, baik secara intelektual maupun emosional.

1.  Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan anak sebagai ‘raja’

Anak usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau Golden Age.  Anak pada usia ini akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat.  Percepatan tumbuh kembang ini bisa dirangsang dengan mainan.  Mainan akan sangat membantu agar anak menjadi anak yang cerdas.

Sedangkan Rasulullah sendiri menganjurkan kepada kita untuk senantiasa berlemah lembut terhadap anak kita yang masih berusia dari 0 hingga 6 tahun.  Memanjakan, memberikan kasih sayang, merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik.

Zona merah: Jangan marah-marah! Jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak, pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya.

Jadikan anak merasa aman, merasa dilindungi dan nyaman bersama orangtua.  Ketika anak nakal maka janganlah membiasakan untuk dipukul supaya anak mau menurut.  Memukul ataupun memarahi anak pada usia ini bukanlah cara yang tepat.  Berikanlah kesempatan pada anak agar merasakan kebahagiaan yang berkualitas dimasa kecil.

2.  Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun: Perlakukan anak sebagai ‘tawanan perang’ / ‘pembantu’

“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)

Perkenalkanlah anak dengan tanggung jawab dan kedisiplinan pada usia ini.  Kita bisa melatihnya mulai dari memisahkan tempat tidurnya dan mendirikan shalat 5 waktu.

Pukullah anak ketika anak tidak mau mendirikan shalat.  Tapi bukan pukulan yang menyakitkan atau pukulan di kepalanya.  Atau kita bisa membuat sanksi-sanksi ketika anak melanggar, namun sanksi yang diberikan usahakan sesuai dengan kesepakatan antara anak dan orangtua.

anak-perancis

Zona kuning: Zona hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri, missal cuci piring, cuci baju, menyetrika. Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya.

3.  Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan anak seperti sahabat

Anak pada usia ini adalah usia dimana anak akan cenderung memberontak.  Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak.  Fungsinya adalah agar kita bisa meluruskan anak ketika anak berbuat kesalahan, karena kita dekat dengan anak.

Zona hijau: sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas mandiri dan menjadi duta keluarga.

Timbulkan rasa nyaman pada anak bahwa kita orangtua namun bisa bersikap seperti sahabat setia.  Sahabat setia yang siap mendengar segala cerita dan curahan hati anak.

Masa ini adalah masa pubertas untuk anak-anak. Jangan sampai ketika anak-anak punya masalah namun mereka cari solusi dan cari curhat ke tempat orang lain.  Didiklah anak dengan membangun persahabatan meskipun kita adalah orangtuanya, agar anak tidak merasa bahwa kita adalah orang ketiga yang tidak boleh tahu tentang permasalahan dirinya.

Para orangtua juga dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakak-kakaknya.  Maksudnya supaya harga dirinya tidak jatuh sehingga anak tidak merasa rendah diri. Jalinlah pendekatan yang baik kepada anak.

Referensi :

http://www.ummi-online.com/tahapan-mendidik-anak-ala-rasulullah.html

Sekian sharing artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 12-03-2015

GusnaNuri

Nabi Muhammad di Mata Para Tokoh Dunia


rosulullah

Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab : 21)

1. Mahatma Gandhi (komentar mengenai karakter Muhammad di Young India)

“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia. Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya.”

“Semua ini (dan bukan pedang) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”

2. Sir George Bernard Shaw, dalam bukunya “The Genuine Islam”

“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa, beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut.

Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sebagai sosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil “sang penyelamat kemanusiaan.”

“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan yang sedemikian rupa hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia. Menurutku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini.

Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.

Dia adalah Muhammad. Dia lahir di Arab tahun 570 Masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 tahun dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan menuju keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal transformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit, hanya dua dekade.”

3. Michael H. Hart, dalam bukunya “The 100, A Ranking Of The Most Influential Persons In History”

“Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama (hal. 33). Lamar Tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: ‘Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.’

Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa. Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan keghaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filosof yang juga seorang orator, prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pengembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”

4. Lamar Tine, dalam bukunya “Histoire De La Turquie”

“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang-orang tersebut hanya sukses pada satu atau dua bidang saja, misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.

Tidak demikian dengan orang Muhammad, ia telah begitu tinggi menggapai berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini.

Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang, semua menjadi satu.

Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut. Hanya dengan kepribadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.”

5. K. S. Ramakrishna Rao, dalam bookletnya “Muhammad, The Prophet of Islam”

“Kepribadian Muhammad, sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja. Betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.

Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.”

6. Profesor (Snouck) Hurgronje

“Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.

Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.”

7. Thomas Carlyle, dalam bukunya “His Heroes And Heroworship”

“Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Badui) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade.

Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia. Diantara aib terbesar yang ada hari ini ialah bahwa masih ada saja orang yang mengatakan bahwa Islam adalah bohong dan Muhammad adalah penipu.

Saudaraku, apakah kalian pernah menyaksikan, dalam sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikan sebuah agama yang sedemikian kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia? Saya yakin bahwa manusia harus bergerak sesuai dengan UU dan logika. Jika tidak maka ia tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Mustahil bahwa manusia besar ini adalah seorang pembohong. Karena pada kenyataannya, kebenaran dan kejujuran adalah dasar semua kerjanya dan pondasi semua sifat utamanya.

Pandangan yang kokoh, pemikiran-pemikiran yang lurus, kecerdasan, kecermatan, dan pengetahuannya akan kemaslahatan umum, merupakan bukti-bukti nyata kepandaiannya. Kebutahurufannya justru memberikan nilai positif yang sangat mengagumkan. Ia tidak pernah menukil pandangan orang lain, dan ia tak pernah memperoleh setetes pun informasi dari selainnya. Allah-lah yang telah mencurahkan pengetahuan dan hikmah kepada manusia agung ini. Sejak hari-hari pertamanya, ia sudah dikenal sebagai seorang pemuda yang cerdas, terpercaya dan jujur. Tak akan keluar dari mulutnya suatu ucapan kecuali memberikan manfaat dan hikmah yang amat luas.

Hati manusia mulia putra padang pasir ini penuh dengan kebaikan dan kasih sayang. Ajaran-ajarannya terjauh dari semangat egoisme, dan pandangan-pandangannya bersih dari ketamakan kepada pangkat kedudukan duniawi. Saya mencintai Muhammad dengan segenap wujud, karena seluruh wataknya sangat jauh dari tipu muslihat dan basa-basi.”

8. Gustav Lebon, cendekiawan Perancis, dalam bukunya “Peradaban Islam dan Arab”

“Jika kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita katakan bahwa diantara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia yang sangat agung dan ternama.

Meskipun selama 20 tahun, penduduk Makkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti mengganggu dan menyakiti beliau, namun pada saat Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah. Beliau hanya memerintahkan agar patung-patung di sekitar dan di dalam Ka’bah dibersihkan.

Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau ialah bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombong dan tetap menunjukkan sikapnya yang lurus.”

9. Will Durant, sejawaran AS, dalam dua buku sejarahnya, juga memuji Muhammad Rasul Allah.

Ia menulis, “Kita harus katakan bahwa Muhammad adalah tokoh sejarah terbesar. Ketika memulai dakwahnya, negeri Arab adalah sebentang padang pasir kering dan kosong, yang di beberapa kawasannya dihuni oleh sejumlah kaum Arab penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan diantara mereka sangat banyak.

Akan tetapi ketika beliau wafat, penduduk Arab ini pula telah muncul sebagai umat yang bersatu dan kompak. Beliau menghapus segala macam khurafat dan fanatisme dan menyuguhkan sebuah agama dyang sederhana tapi kokoh dan terang benderang yang dibangun di atas dasar keberanian dan kemuliaan. Kitab beliau adalah Al-Quran dan tak ada kitab lain yang mampu menandinginya dari segi kekuatan pengaruh dan daya tariknya.”

10. John Diven Port, cendekiawan Inggris.

Ia menyatakan penyesalannya terhadap sikap tendensius terhadap Nabi Islam. Dalam bukunya yang ia tulis berkenaan dengan Nabi Muhammad SAW, dengan segala kejujuran dan kecintaan yang mendalam kepada Nabi, ia berusaha membersihkan segala macam kedustaan dan tuduhan negatif dari kehidupan Nabi Muhammad, dan mengajak orang-orang sesat ini untuk merenung dan berpikir dengan benar.

Diven Port menulis, “Dari segi keindahan dan kebaikan watak dan perilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yang sangat tinggi. Mereka yang tidak memiliki watak-watak seperti inilah yang memandang beliau sebagai sesuatu yang tak bernilai.

Sebelum memulai ucapannya, beliau telah menarik para pendengar beliau, baik satu orang atau banyak, dengan akhlak dan peringainya yang sangat mulia. Wajah beliau memancarkan kewibawaan sekaligus daya tarik yang amat kuat. Senyumnya yang indah takpernah lepas dari bibir beliau. Pada akhirnya, hal-hal lembut dan menarik selalu beliau masukkan dalam tutur kata beliau, memaksa setiap orang memujinya. Oleh sebab itulah beliau dikenal sebagai tokoh agama yang paling langka di dunia.”

11. Dosun, penulis Perancis, dalam bukunya “Muhammad dan Islam”

“Pada umumnya, warga Perancis tidak menaruh minat kepada pembahasan masalah-masalah keagamaan. Akan tetapi, mereka yang taat beragama dan pemikir Perancis memiliki pandangan lain kepada Islam. Hakekatnya ialah bahwa kemunculan Islam dan penyebarannya termasuk diantara hasil karya besar dan amat penting bagi sejarah manusia. Di akhir abad ketujuh Islam mampu merambah ke Suriah, Iran, Mesir dan dunia Arab, dan menyebar di seluruh Afrika Utara, serta menguasai seluruh pulau-pulau di laut Mediterania, kemudian masuk pula ke India dan Cina. Saat ini Islam telah memberikan pengarunya yang luas dalam peradaban dunia serta dalam politik kontemporer. Keberhasilan perjuangan Muhammad saaw, dalam menggeser UU yang berlaku di negara-negara Asia, padahal mereka termasuk diantara negara terkuno di dunia, serta ketahanan UU Islam ini selama berabad-abad, merupakan bukti terbaik yang menunjukkan kebenaran tokoh ini dan keistimewaannya yang langka.”

12. Edward Gibbon dalam pidatonya yang bertajuk “Profession of Islam”

“Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama.”

13. Simon Ockley dalam bukunya “History Of The Saracen Empires”

“Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.”

14. Sarojini Naidu, penyair terkenal India (S. Naidu, Ideals of Islam)

“Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jamaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui; Allah Maha Besar. Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.”

15. James A. Michener dalam bukunya “Islam: The Misunderstood Religion”

“Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil, dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.

Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi-sembunyi dan ragu-ragu karena menyadari kelemahannya. Tapi “membaca” adalah perintah yang diperolehnya, dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: Tiada tuhan selain Allah.

Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: ‘Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.’

Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar -red) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa; ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Allah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya.’”

16. W. Montgomery Watt dalam bukunya “Mohammad At Mecca”

“Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad.”

17. Annie Besant, dalam bukunya “The Life And Teachings Of Muhammad”

“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasa kan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya mersakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”

18. Bosworth Smith, dalam bukunya Mohammad And Mohammadanism

“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrumen atau penyokongnya.”

19. John Austin, dalam bukunya “Muhammad the Prophet of Allah”

“Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.”

20. Professor Jules Masserman

“Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal. Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer -red). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada semua kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa juga melakukan hal yang sama.”

Maka dengan rahmat Allahlah kamu lemah lembut terhadap mereka dan jika kamu kasar hati, niscaya mereka akan lari dari sisimu. (QS. Ali ‘Imran: 159)

Mengenal Rosulullah :

Cara Rosulullah mengajar kepada para Sahabat


Kalian adalah umat terbaik yang dimunculkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah… (QS. Ali Imron : 110)

Latar Belakang

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa ala alihi wa sallam, adalah memang benar-benar seorang pengajar yang telah dipilih oleh Allah Ta’ala untuk mengajarkan pada manusia dan kemanusiaan terhadap agama Allah, dan syari’atnya yang pamungkas dan abadi. Dan tidak ada di dunia ini yang paling berharga bagi Allah Ta’ala selain Agamanya, Islam. Maka Allah pun memilih Nabi dan Rosul terbaik di antara sekian banyak utusannya, Nabi Muhammad, untuk menyebarkan dan mengajarkan agama-Nya itu.

Dan pengajar yang terpilih untuk menyampaikan syariat-Nya pada manusia ini, adalah seorang pengajar yang mengajar dengan tampilan fisik dan psikisnya, tindakan dan kata-katanya, dan semua kondisi beliau. Maka kesempurnaan kepribadiaannya sendiri, adalah salah satu metode beliau dalam mengajar murid-muridnya, agar mereka meniru sepertinya, dan mengikuti petunjuknya.

Cara Rosulullah Mengajar :

Menarik perhatian sahabat dengan memegang tangan atau pundaknya

  • Agar sang sahabat lebih menaruh perhatian terhadap apa yang diajarkannya, dan tentu agar lebih mengingatnya lagi; beliau S.a.w terkadang menggandeng sahabat itu, atau memegang tangannya, atau meletakkan tangan beliau di pundak sahabat itu.
  • Ibnu Mas’ud bercerita : “Rosululloh S.a.w mengajariku lafadz tahiyyat (seraya telapak tanganku ada dalam genggamannya) sebagaimana beliau mengajariku surat-surat dari Al-Qur’an”. (H.R. Bukhori-Muslim)
  • Begitu juga yang dituturkan Abdulloh bin Umar : “Rosululloh S.a.w memegang pundakku sembari bersabda : “Hendaknya kamu merasa hidup di dunia ini layaknya orang asing, atau pengembara, dan anggaplah dirimu selalu sebagai penduduk kuburan.” (H.R. Bukhori-Tirmidzy).
  • Atau seperti yang beliau lakukan pada Abu Dzar Al-Ghifari, saat bertanya tentang jika ada orang menunda-nunda sholat, Rosul S.a.w langsung menepuk paha Abu Dzar dan berkata : “Sholatlah pada waktunya”, (H.R.Muslim). yakni maksudnya jangan ditunda-tunda sampai hampir habis waktunya, apalagi jika sampai kehabisan waktu sholat.

Perintah mempelajari bahasa asing

  • Zaid bin Tsabit mengatakan demikian: “Rasulullah SAW pernah memerintahkan aku agar mempelajari tulisan bahasa Yahudi untuknya. Setelah aku dapat menguasainya dan Nabi SAW bermaksud berkirim surat kepada orang Yahudi, maka akulah yang menuliskannya buat mereka, dan apabila mereka berkirim surat kepada Nabi SAW maka akulah yang membacakan surat mereka kepada beliau.” (HR.Tirmidzi)
  • Pada hadits lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad juga memerintahkan Zaid untuk mempelajari bahasa Suryani (Syriac language). “Rasulullah SAW memerintahkanku untuk mempelajari bahasa Suryani.” (HR. At-Tirmidzi: 2).
  • Alasan utama Rasulullah meminta Zaid bin Tsabit mempelajari kedua bahasa tersebut sudah jelas seperti penuturan Zaid bin Tsabit yaitu mempelancar komunikasi. Mengapa kedua bahasa itu yang dipilih Nabi untuk dipelajari karena kedua bahasa tersebut termasuk dua bahasa yang sangat berpengaruh pada saat itu. Sehingga memahami kedua bahasa tersebut akan sangat menguntungkan bagi dakwah Islam. Tentu, mempelajari bahasa tidak harus bertujuan dakwah semata. Untuk tujuan-tujuan lain seperti ekonomi dan keilmuan juga diperbolehkan.

Rosulullah SAW dan pendidikan kaum wanita

  • Mungkin terlintas pada pikiran sebagian dari kita, bahwa Nabi SAW memarginalkan pendidikan kaum wanita, sebab seolah-olah di kebanyakan situasi dalam hadits-hadits yang diriwayatkan, beliau hanya bersama sahabat-sahabatnya saja, yang kaum lelaki, tetapi tidak pernah dengan sahabiyat.
  • Tentu suatu anggapan dan prasangka yang sangat keliru dan tidak berdasar, apalagi Nabi Muhammad SAW diutus kepada manusia secara universal, mencakup semua jenis dan golongan.
  • Beliau bahkan punya waktu dan majlis khusus untuk mendidik kaum wanita, terutama seputar masalah kewanitaan (niswiyah). Sekaligus menuruti permohonan mereka yang meminta waktu khusus untuk belajar dengan beliau (HR.Bukhori Muslim).
  • Dan salah satu rahasia beliau menikahi Sayyidah A’isyah di usia yang sangat belia (sementara semua istri beliau yang lain beliau nikahi dalam keadaan janda), adalah dalam rangka pendidikan itu. Banyak hal masalah pribadi seputar wanita yang beliau lewatkan ibunda Aisyah ini, pun setelah beliau meninggal,  Aisyah terhitung di antara salah seorang yang banyak sekali menyampaikan hadits-hadits beliau pada ummat ini.

Isyarat dan Sindiran

  • Dalam kesempatan tertentu, untuk mengajarkan sesuatu yang tidak etis disebut langsung, Rosululloh S.a.w terkadang cukup menggunakan isyarat atau sindiran. Seperti ketika ada seorang wanita yang minta diajari tata cara bersuci dari menstruasi, beliau hanya berkata, “Kalian ambil air dan daun bidara, kalian pakai mandi, siram mulai dari atas kepala kalian, basuh semua tubuh kalian secara merata, sampai pangkal rambut juga, kemudian bilas tubuh kalian, setelah itu ambil kapas yang telah diberi wewangian, gunakan untuk membersihkan….”, Rosul SAW tidak meneruskan kalimatnya.
  • Wanita itu masih bertanya, “Bagaimana cara menggunakan kapas itu untuk membersihkan? (bagian mana yang harus dibersihkan dengan kapas itu)?”
  • Tentu Rosul S.a.w terperanjat dan berkata, “SubhanAllah ! Ya pakai kapas itu untuk membersihkan”. Aisyah, Istri beliau, lantas menarik wanita itu dan membisikinya, “(maksud beliau), bersihkan tempat keluarnya darah” (HR. Bukhori Muslim)

Menjawab setiap pertanyaan, dan menstimulasi murid untuk berani bertanya

  • Sebagai salah satu sifat pengajar yang baik, adalah menjawab dengan bijak setiap pertanyaan yang keluar dari murid, apapun jenis pertanyaan itu, dan mendorong mereka untuk selalu berpikir kritis dan berani bertanya. Sebab bisa jadi ada hal-hal yang penting yang tidak terlintas di hati pengajar, namun terlintas di benak muridnya yang berhubungan dengan materi yang sedang dibahas dan disampaikan.
  • Rosulullah SAW telah mencontohkan hal tersebut dan sangat menganjurkannya. Beliau bersabda: “Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya”.
  • Di Alqur’an surat Al-Nahl ayat : 43 disebutkan
  • “…maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.“
  • Sebuah pameo (peribahasa yang dijadikan semboyan)  terkenal mengatakan, “malu bertanya, sesat di jalan”.
  • Bahkan sebenarnya banyak sekali hukum, syariat, dan ajaran agama yang diajarkan Nabi S.a.w timbul terlebih dahulu melalui pertanyaan sahabat-sahabatnya sebelumnya. Dan atas anjuran ayat dan dorongan dari Nabi sendiri itulah, para sahabat pun banyak bertanya pada beliau akan hal-hal yang masih musykil dan kurang jelas. Dan kitab-kitab hadits penuh dengan contoh metode ini.
  • Sudah tentu merupakan hal yang wajar dan seharusnya terjadi jika dalam kegiatan belajar mengajar terjadi proses soal dan jawab. Dengan metode ini, dituntut adanya hubungan interaktif antara guru dan murid. Juga merupakan keharusan seorang guru untuk memberikan kesemangatan pada murid untuk berani bertanya, sebab dengan bertanya, terjadi perkembangan pesat pada otak dan membuka cakrawala berpikir si murid.

Menjawab satu pertanyaan dengan dua jawaban atau lebih

  • Umumnya, jika ada satu pertanyaan, maka jawabannya pun juga satu. Namun terkadang Rosulullah SAW menjawab satu pertanyaan dengan dua jawaban atau lebih. Yang antara kedua jawaban itu saling ada korelasi dan kaitan satu sama lain. Atau juga dengan tujuan memberikan pelajaran tambahan.
  • Hal ini menunjukkan bagaimana besarnya perhatian beliau pada orang yang bertanya, dan tentu saja secara alamiah seorang murid akan sangat merasa diperhatikan oleh gurunya, jika guru itu memberikan jawaban lebih daripada yang dibutuhkan murid tadi, yang bisa berdampak positif pada perkembangan edukasi murid.
  • Contoh metode ini, Hadits riwayat Imam Malik dari Abu Hurairah: “Ada seseorang bertanya pada Rosulullah SAW :”Ya Rosul, ketika kita berlayar (di laut), kita hanya membawa sedikit bekal air minum. Jika kita berwudhu dengannya, nanti kita kehausan. Apakah boleh berwudhu dengan air laut?”
  • Rosululloh S.a.w menjawab : “(boleh), laut itu suci airnya, juga halal bangkainya”.
  • Nah, Rosul S.a.w menjawab pertanyaan nelayan tadi tentang hukum berwudhu pakai air laut, bahwa sesungguhnya airnya suci dan sah dipakai berwudhu, sekaligus beliau menambahi jawaban akan suatu hal penting yang tidak ditanyakan nelayan tadi, yaitu bahwa bangkai makhluk hidup yang berasal dari laut (seperti ikan) juga halal dimakan dan dimanfaatkan. Suatu hal yang pasti tentu saja terjadi di dunia pelayaran.
  • Contoh lain, hadits riwayat Muslim: Waktu itu sedang musim haji, ada seorang perempuan bertanya pada Nabi S.a.w, sembari dia mengangkat anaknya: “Wahai Nabi, apakah anak kecil ini sah juga hajinya?”
  • Beliau menjawab : “Iya, sah, dan kamu juga dapat pahalanya.”
  • Hal itu sebab si ibu tadi telah bersusah payah membawa anaknya yang masih kecil untuk menunaikan ibadah haji. Dan siapapun yang pernah haji tahu, bahwa haji adalah ibadah fisik yang sangat berat.

Untuk ilmu yang lebih banyak lagi silahkan teman-teman membaca referensi di bawah ini.

Referensi

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 7-05-2013

GusnaNuri

Anjuran Rosulullah Sebelum Kita Tidur


Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu diwaktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan (QS. Ar-Ruum: 23)

Berwudhu sebelum tidur
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Membersihkan Tempat Tidur
“Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengibaskan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…”. Di dalam riwayat yang lain dijelaskan bahwa jumlah kibasan yang dianjurkan adalah sebanyak tiga kali (HR. Bukhari dan Muslim)

Mematikan lampu
“Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian. (HR. Bukhari dan Muslim)

Berbaring ke sebelah kanan
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Membaca Beberapa ayat Al-Qur’an
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)

Membaca Do’a
“Bismikallahumma amuut wa ahyaa” (HR Bukhari)
“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin.” (HR Bukhori dan Muslim)

“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Makruh tidur di atas dak terbuka
“Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya” (HR. Bukhari)

Makruh tidur dalam posisi telungkup (perut sebagai tumpuan)
“Sesungguhnya cara berbaring seperti ini (telungkup) adalah cara berbaringnya penghuni neraka“. (HR Ibnu Majah)

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al Israa’ : 79)

Terimakasih:

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua sahabat muslim…aamiin

GusnaNuri

Cilangkap, 15-01-2013

6 Makanan Sehat dari Rosulullah


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzaab: 21)

1. Madu

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Q.S An-Nahl ayat 68-69)

Sementara dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah kalian menggunakan dua obat yaitu madu dan Alquran. (lihat Sunan Ibnu Majah, j.II, h 1142, hadis no 3452, bab Madu).

Dalam kitab Ath-thibb minal Kitab was Sunnah, Muwafiquddin Al Baghdadi mengatakan, “Rasulullah SAW biasa minum madu setiap hari, yaitu madu yang dicampur air. Beliau meminumnya di pagi hari ketika perut masih kosong”

2. Kurma

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik makanan sahur bagi orang mukmin adalah kurma”. (HR Ibnu Hibban dan Baihaqi).

Sementara itu, keberkatan kurma ‘Ajwah Madinah yaitu dapat menyembuhkan sakit dan penawar racun. Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra bahawa ia berkata, Rasulullah saw bersaba, “Pada kurma ‘ajwah ‘aliyah dipermulaan pagi sebelum sarapan adalah penyembuh dari setiap sihir dan racun”. (HR Ahmad)

3. Tsarid (bubur daging)

Diriwayatkan dari Salman Al-Farisi secara marfu’ bahawa Nabi saw bersabda, “Keberkatan itu terdapat di dalam tiga perkara: berjamaah, tsarid (bubur daging) dan makan sahur”. (Lihat Silsilah Al Hadis As Sohehah, hadis no 1045)

Diriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar ra bahwa Apabila dirinya membuat tsarid, ia menutupinya dengan sesuatu sehingga hilang asapnya. Ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya Tsarid merupakan berkat yang paling besar”. (HR Ahmad dan Ad-Darimi)

4. Susu

Berkenaan dengan keberkatan susu, ada beberapa hadis yang menyebutkan keutamaan tersebut. Sebagaimana hadis berikut ini yang diriwayatkan dari Ummu Salim Ar-Rasin bahawa ia berkata, “Aku mendengar ‘Aisyah ra mengatakan, “Apabila dihidangkan susu kepada Rasulullah saw, beliau bersabda, ‘Keberkatan atau dua keberkatan”. (HR Ibnu Majah)

5. Air Zam-zam

Dari Ibnu Abbas ra bahawa ia berkata: Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik air yang ada di bumi adalah air zam-zam. Di dalamnya terdapat pengenyang dari segala rasa lapar dan penyembuh penyakit. Dan seburuk-buruk air yang ada di bumi adalah air yang ada di lembah Badhut daerah Hadramaut, seperti kaki serangga belalang. Kalau pagi memancar dan petang hari tidak ada airnya”. (HR Thabrani dan Ad-Dhiya)

6. Zaitun

Dari Abi Usaid Al-Anshari bahawa ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Makanlah minyak zaitun! Sesungguhnya ia diberkati. Berlauklah dengannya dan berminyaklah dengannya! Sesungguhnya ia keluar dari pokok yang diberkati”. (H/R Ahmad, Ad Darimi dan Tirmizi)

Sumber Artikel

http://ramadan.detik.com

Sekian sharing artikel dari saya, semoga menambah kecintaan kita kepada Rasulullah…aamiin

Cibubur, 21-07-2012

NuriGusna

Etika makan dan minum berdasarkan sunah Rosulullah


Latar Belakang

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzaab: 21)

Kita mengakui bahwa Rosulullah SAW adalah suri tauladan yang baik, namun sejauh mana kita meneladani rosululllah mulai dari cara makan beliau.

Di artikel ini saya sharing kumpulan hadits yg berhubungan dengan etika makan berdasarkan sunah rosul, semoga kita bisa meneladani cara makan beliau.

Etika Rosulullah

Adalah Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam makan dengan tiga jari dan ia menjilatinya sebelum mengelapnya“. (HR. Muslim).

Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya“. (HR. At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang minum sambil berdiri“. (HR. Muslim)

  1. Membaca Basmallah sebelum makan, sambil mensyukuri rezeki dari Allah, dan meyakini bahwa makanan ini bukan tujuan akhir, tapi hanya sebagai sarana untuk berbuat taat pada Allah, memakmurkan bumi dan menaburinya dengan kebaikan dan perbaikan.
  2. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Nabi bersabda: ” Barangsiapa tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas lemak, lalu ketika bangun pagi dia sudah menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak mencela kecuali dirinya sendiri”
  3. Islam memerintahkan untuk bersikap sederhana dan seimbang dalam mengkonsumsi makanan, sekaligus menjauhi sikap berlebih-lebihan dan rakus.
  4. Islam menganjurkan untuk makan dengan tiga jari, ini berarti bersikap pertengahan dan seimbang. Dan makan dengan tangan kanan.
  5. Rasulullah melarang seseorang makan sambil bersandar, karena hal itu akan membahayakan kesehatan dan mengganggu pencernaan di lambung.
  6. Minum dengan tiga kali tegukan. Minum ini dilakukan sambil duduk dan tidak bernafas dalam gelas.
  7. Makan bersama2 dan tidak sendiri2. Hal itu menyebarkan sekaligus menciptakan suasana penuh kasih sayang dan rasa saling mencintai.
  8. Tidak menyisakan makanan di piring, bahkan kita dianjurkan untuk menjilati sisa makanan yang ada di jari2 tangan. dan jika ada makanan jatuh hendaknya dipungut dibersihkan dan dimakan kembali.
  9. Setelah makan, bacalah Hamdallah dan doa sesudah makan.
  10. Dianjurkan juga makan sambil berbincang dan tidak diam. Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan suasana relaks dan menyenangkan saat makan.
  11. Menghormati budaya dan tradisi makan yang ada di tempat kita makan. dan tidak boleh menghina atau membenci satu jenis makanan tertentu, walaupun makanan itu diluar kebiasaan
  12. Bersikap lembut ketika mengurus orang sakit serta tidak memaksanya untuk makan makanan tertentu
  13. menjaga perasaan orang lain saat makan, diantaranya tidak membelakanginya.
  14. Mendahulukan makan buah2an sebelum makan daging, sebagai upaya untuk mengikuti apa yang dilakukan oleh para penghuni surga: “Dan buah2an dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan: (Q.S al-Waqi’ah:20-21)

Referensi

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cibubur, 27-07-2012

GusnaNuri

Know Islam and Prophet Muhammad Rosulullah


Muhammad was born around the year 570 in the city of Mecca, Arabia. His name means “highly praised.” Muhammad’s full name was Abu al-Qasim Muhammad Ibn Abd Allah Ibn Abd al-Muttalib Ibn Hashim. He was the last prophet of the religion of Islam.

Muhammad’s father, Abdallah, died several weeks before his birth and his mother, Aminah, died when he was six years old. He was raised by his paternal grandfather, ‘Abd al Muttalib, until the age of eight, and after his grandfather’s death by Abu Talib, his paternal uncle. Under the guardianship of Abu Talib, Muhammad began to earn a living as a businessman and a trader.

The tradition of Islam claims that in the year 610, Muhammad, while on a retreat to Mount Hira for meditation during the month of Ramadan, received his first revelation from the Archangel Gabriel. Gabriel said to Muhammad: “Iqraa,” meaning “read” or “recite.” He replied, “I cannot read.” Gabriel embraced Muhammad and after releasing him repeated: “Iqraa.” Muhammad’s answer was the same as before. Gabriel repeated the embrace, asking Muhammad to repeat after him and said: “Recite in the name of your Lord who created! He created man from that which clings. Recite; and thy Lord is most Bountiful, He who has taught by the pen, taught man what he knew not.”

The Angel Gabriel visited the Muhammad many times over a period of twenty-three years. Gabriel taught Muhammad the verses and he instructed his scribes to record them. All the revealed verses are compiled in the Qur’an. The Prophet’s sayings and actions are recorded separately in collections known as Hadith. Muslims believe that Muhammad was a messenger of Allah (Arabic for The One and Only God) and last of the prophets sent by Allah to guide man to the right path.

The Prophet’s mission was to restore the worship of the One True God, the creator and sustainer of the universe, as taught by Prophet Abraham and all Prophets of God, and to demonstrate the laws of moral, ethical, legal, and social conduct. Islam means peace by submission and obedience to the Will and Commandments of God. Those who accept Islam are called Muslims, meaning those who have accepted the message of peace by submission to God.

The Qur’an provides insight into the missions, struggles and communities of twenty-five Prophets, the first of which is Adam. The Qur’an mentions four previously revealed Scriptures: Suhoof (Pages) of Abraham, Taurat (‘Torah’) as revealed to Moses, Zuboor (‘Psalms’) as revealed to David, and Injeel (‘Evangel’) as revealed to Jesus. Islam requires belief in all the prophets and revealed scriptures as part of its Articles of Faith.

Muhammad’s first few followers were his cousin, Ali, his servant, Zayd ibn Harithah, his friend, Abu Bakr and his wife and daughters. They all accepted Islam by testifying that: “There is no Deity (worthy of worship) except Allah (The One True God) and Muhammad is the Messenger of Allah.” By the end of his life, Muhammad had several hundred thousand followers.

Before he died in 632, Muhammad had established the religious practices known as “the five pillars of Islam.” They are declaring the oneness of Allah and his messenger Muhammad; praying five times a day; fasting during the month of Ramadan; giving to charity; and making the pilgrimage to Mecca. Some Muslims recognize a sixth pillar in the Islamic jihad that can be an armed conflict in defence of Islam (known as the lesser jihad); and improving one’s spiritual being (called the greater jihad).

Muhammad is the model of Qur’anic behavior for Muslims. They mention his name by adding “peace be upon him,” a phrase used with the name of all the prophets. Muslims try to follow the Qur’an and the Prophet’s example in every detail.

My reference

http://www.lucidcafe.com/library/95dec/muhammad.html

Depok, 15-02-2011

noname

%d bloggers like this: