Anakku, Kita Hidup di Akhir Zaman


Anakku, kita hidup di akhir zaman
Saat kemaksiatan menjadi biasa
Panca Indera yang sudah tak terjaga
Dosa besar yang kian tak terasa

Anakku, kita hidup di akhir zaman
Saat yang benar dan yang salah sulit dibedakan
Saat lisan tak sejalan dengan perbuatan
Saat kehormatan rela dihilangkan

Anakku, kita hidup di akhir zaman
Banyak orang pintar namun membodohi
Banyak orang kuat namun mendzolimi
Banyak orang kaya namun menyakiti

Anakku, Kita hidup diakhir zaman
Jaga iman dan ketakwaan
Amal dan Pahala menjadi harapan
Sebagai bekal di hari pembalasan

Anakku, Kita hidup di akhir zaman
Menunggu waktu yang telah ditentukan
Berharap kita dipertemukan
Ditempat yang sudah dijanjikan

Bogor, 05-10-2017

KangAgus

Advertisements

Bintang Gemintang


Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina

(Alm.Ustadz Rahmat Abdullah)

Depok, 30-12-2011

noname

Ayah-Bunda


Bunda adalah yang terhebat di dunia
sebab ia melahirkan kehidupan
dan memberi nyawa pada kata CINTA.

sedangkan, Ayah adalah yang teristimewa di dunia
sebab dari keringatnya
ia memberi tapak untuk melangkah…

Terimakasih ayah, terimakasih bunda. semoga allah selalu menyayangi kalian…aamiin

Depok, 4-6-2011

Abdurahman Faiz

Kado Terindah


Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat,dan tak perlu membeli ! Meski begitu, delapan macam kado ini adalahhadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, email, inbox fb, telepon, foto atau faksimile Namun dengan berada disampingnya. Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian , dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian…insya allah

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks, tenang dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

DIAM
Seperti kata-kata, “didalam diam juga ada kekuatan”. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli 😀

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, ” Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado, lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”.
Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi? senyum itu ibadah 🙂

thanks to

http://www.indowebster.web.id/archive/index.php/t-53189.html

Depok, 21-04-2011

noname

Galau


adakah yang salah dengan rasa ini?
aku takut ada yang salah dengan semua ini!
aku takut terlalu mengenalmu
sehingga aku takut tak bisa melupakanmu

aku tak tahu apa yang akan terjadi antara kita
sekarang, dan dimasa yang akan datang
aku takut ada yang salah dengan rasa ini
sehingga semua ini membuatku, galau…

Ya Rabb,
hamba berlindung kepada-Mu dari sesuatu yang meragukan hati ini
berikanlah kepada hamba keyakinan jika sesuatu itu baik untuk hamba
dan berikan kepada hamba bimbingan saat hamba dalam keraguan
aamin…

Depok, 19-04-2011

noname

Cinta menurutku


Mmmm…cinta! Menurutku,
Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar
Namun jika cinta kudatangi, aku jadi malu pada keteranganku sendiri
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang.
Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang

Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur


 

Bintun Nahl

Sendu


Tanganku melantun sepi
Meninggalkan jejak-jejak sisa keheningan
Mencoba membuat garis kenangan
Di atas sepotong kerinduan
Hilang sudah rasa sendu ini
Berganti dengan hampa
Menemani tawa
Tak pernah ingin kusebut kata itu
Menghilang bersama nafas yang kuhembus
Jauh menembus arung jiwaku
Entah mengapa
Terasa perih…

thanks for : catumorli.blogspot.com/2006/12/puisi-sendu.html

Karawang, 16 September 2010

noname

%d bloggers like this: