Instalasi OpenGL di VisualC++ dan PelesC


Installasi Kompiler C dan GLFW

Kompiler yang digunakan  adalah PellesC dengan versi 3.00 atau yang lebih tinggi (release terakhir dari kompiler ini adalah 4.00) dan untuk integrasi OpenGL digunakan GLFW versi 2.5.

Paket yang dibutuhkan

  • PellesC3.exe, file setup untuk PellesC 3.00
  • glfw.h & glfw.lib, library untuk GLFW v2.5
  • LabTIOpenGL.dll, file wizard untuk project praktikum.

Langkah-langkah instalasi

Di bawah ini diberikan langkah-langkah instalasi yang akan dilakukan :

  1. Install kompiler PellesC 3.00 dengan menjalankan PellesC3.exe. installasi dilakukan seperti installasi software Windows pada umumnya.
  2. Integrasikan GLFW v2.5 dengan kompiler PellesC, hal ini akan dibahas lebih lanjut.
  3. Integrasikan Wizard LabTIOpenGL ke PellesC, hal ini akan dibahas lebih lanjut.

Instalasi Kompiler PellesC 3.00

Jalankan saja pellesC3.exe yang telah disertakan, dan lakukan instalasi seperti yang biasa dilakukan pada software di Windows.

Integrasi GLFW 2.5 ke PellesC 3.00

Setelah instalasi PellesC selesai, copy file glfw.h dan glfw.lib, ke tujuan sebagai berikut.

  1. Copy file glfw.h ke dalam directory ‘\include\Win\gl\’
  2. Copy file glfw.libke dalam directory ‘\lib\’

Integrasi GLFW 2.5 ke PellesC 3.00

Setelah instalasi PellesC selesai,

copy file LabTIOpenGL.dll , ke ‘\Bin\Wizards\’

NB: adalah tempat anda menginstall pellesc (dari langkah pertama).

Setelah selesai install Visual Studio 6.0, kemudian :

  1. Copy kan file yg ada dalam folder dll ke lokasi C:\windows\system
  2. Copy kan file yg ada dalam folder include ke lokasi C:\program files\Microsoft Visual Studio 6.0\VC98\include
  3. Copy kan file yg ada dalam folder lib ke lokasi C:\program files\Microsoft Visual Studio 6.0\VC98\lib

Download Library

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua.

Depok, 29-09-2011

noname

Advertisements

Konversi flash EXE to SWF


Pengenalan

Teman-teman pasti sudah mendengar tentang Flash, atau pun tentang flash player.  yup! flash adalah sebuah program flash yang dibuat dengan menggunakan editor Macromedia Flash. untuk informasi lebih lengkap bisa dilihat disitus ini

Latar Belakang

Latar belakang dibuatnya artikel ini adalah misalnya ada suatu kasus dimana saya mendapatkan file flash seperti Game flash, animasi, ataupun banner dalam bentuk EXE. trus saya ingin mengubahnya dalam format SWF. setelah didapat file SWF nya, saya pun ingin melihat semua komponen dan action script nya dalam format file FLA. sehingga urutannya conversinya adalah : dari file exe > menjadi swf > kemudian dikonversi lagi menjadi fla

Konversi Flash EXE to SWF

Tampilan Flashkeeper

Untuk konversi flash exe menjadi file swf  langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan file flash yang sudah dalam bentuk executable(*.exe)
  2. Download softwarenya di alamat http://www.flashkeeper.com
  3. Setelah di install buka aplikasinya
  4. Cari file exe nya (Ctrl+O)
  5. Klik icon Convert
  6. Cari file sumbernya (file *.exe) dan tentukan alamat penyimpanannya
  7. Tekan OK
  8. Selesai

Konversi Flash SWF to FLA

Tampilan Sothink SWF Decompiler

Untuk konversi flash swf menjadi file fla langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan file flash dalam bentuk swf (*.swf)
  2. Download softwarenya di alamat http://www.sothink.com
  3. Setelah di install buka aplikasinya
  4. Cari file swf nya (Ctrl+O)
  5. Klik icon Export FLA
  6. Ikuti saja langkah proses konversinya
  7. Tidak perlu ada yang diubah
  8. Selesai

Setelah mendapatkan file FLA dan mengedit file “projek” flash tersebut sesuai kebutuhan anda, maka anda bisa mempublishnya Kembali menjadi format file yang lain misalnya swf, exe, maupun html.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamin

Depok, 17-01-2011

noname

Membuat efek fuzzle pada photo dengan photoshop CS3


Kali ini saya akan membahas tentang teknik mengedit sebuah photo menggunakan software adobe photoshop CS3. Sebelum dimulai siapkan dahulu photo yang akan kita edit. Setelah itu ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Jalankan software photoshop
  2. Buka file gambar yang akan di edit (ctrl+o atau klik menu File>Open…)
  3. Setelah gambar berhasil tampil, tekan ctrl+j untuk menduplikasi gambar asli tadi (klik menu layer>new>layer via copy) sehingga menghasil layer baru bernama “layer 1”.
  4. Setelah itu untuk mengubah nama “layer 1” menjadi nama “puzzle”, kita mendouble click/klik dua kali pada “layer 1” setelah itu ganti namanya menjadi “puzzle”.
  5. Kemudian buat layer baru di antara layer “puzzle” dengan layer “background” dengan cara klik icon dibawah ini atau pilih menu layer>new>layer>OK
  6. Setelah itu atur layer beru tadi dengan cara di geser/drag sehingga urutanya seperti gambar dibawah ini
  7. Setelah itu, kita beri warna dasar putih pada layer baru tersebut (Layer 1) dengan cara pilih menu Edit>Fill (tekan Shift+F5). Kemudian ubah setingannya seperti gambar dibawah ini :
  8. Pilih layer “fuzzle” kemudian pilih menu Filter>Texture>Texturizer. Dan seting seperti gambar dibawah ini.
  9. Jika texture fuzzle belum ada, Setelah mengklik load texture akan munculah box pilihan open untuk membuka sebuah file texture, nah kali ini kita akan mencari file puzzle.psd file itu tersimpan pada directori C:\Program Files\AdobeAdobe Photoshop CS3\Presets\Textures\ lalu silahkan cari file yang bernama puzzle.psd lalu klik tombol Load…
  10. Setelah settingan selesai semua, klik tombol OK dan gambar pun menjadi gambar dengan texture fuzzle.
  11. Setelah itu untuk membuat efek fuzzle nya, kita menggunakan Pen tool (tekan huruf  P di keyboard)
  12. Setelah itu pilih setingan diatasnya dengan klik icon seperti gambar dibawah ini
  13. Kemudian baru kita mulai menggambar pada photo fuzzle. Untuk mempermudah, silahkan zoom photo dengan cara (Alt + scroll mouse).
  14. Setelah selesai menggambar “kepingan” fuzzle, JANGAN LUPA untuk tekan Ctrl+Enter untuk mengakhiri penggunaan Pen tool.
  15. Setelah itu kita akan meng cut hasil gambar Pen tool tadi dengan cara pilih menu Layer>New>Layer via Cut (tekan Shift+ctrl+J). Maka akan bertambah satu layer dengan nama “Layer 2”.
  16. Kemudian tekan Ctrl+T atau pilih menu Edit>Free Transform. Maka anda bisa menggeser, mengecilkan, atau membalik gambar potongan fuzzle tadi. Setelah selesai tekan Ctrl+Enter untuk mengakhiri Free Transform.
  17. Setelah itu kita akan menambahkan efek pada gambar potongan fuzzle tadi, dengan cara klik icon “Add a layer Style” seperti gambar dibawah ini.
  18. Setelah itu pilih “Drop and Shadow”, lakukan seting, dan lihat hasilnya.
  19. Untuk membuat efek potongan fuzzle yang lain, maka pilih dahulu layer “fuzzle” dan silahkan ulangi mulai dari langkah sebelas. Sehingga hasil akhirnya kurang lebih seperti gamabr di bawah ini :

    Before

  1. Selesai

Depok, 23-10-2010

noname

Action Script untuk Efect Salju dengan Flash


Kali ini saya akan memberikan tutorial tentang actionscript yang merupakan script yang dipakai didalam Flash yang digunakan untuk memanipulasi object berupa gambar, tulisan, atau suara yang ada didalam flash.
sedangkan actionscript yang digunakan adalah actionscript frame  artinya actionscript tersebut disisipkan dalam sebuah frame line.
SCRIPT :
function mover( ) {
this._y += this.speed;
if (this._y > 500) {
this._y = 0;
this.speed = Math.random( )*10+5;
}
}function snow(a,  n) {
for (var i = 0; i < n; i++) {
var star:MovieClip = this.createEmptyMovieClip(“star” + i, i);
star._x = Math.random( ) * 550;
star._rotation = (Math.random( ) * 2 * a) – a
star._y = 0;
var dot:MovieClip = star.createEmptyMovieClip(“dot”, 0);
dot.lineStyle(0, 0xe7f0ff, 80);
dot.moveTo(0, 10);
dot.lineTo(0, 15);
dot.onEnterFrame = mover;
dot.speed = Math.random( ) * 10 + 5;
}
}
snow(200,  30);
Download :

Sebelumnya didalam flash yang ada buat harus ada warna untuk background dulu misalnya warna biru muda. Kalau sudah selesai semuanya tinggal dijalan saja animasinya dengan (Control+Enter). Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat untuk anda…aamiin

Depok, 1 Maret 2010

noname

Animasi gambar dinamis dengan Flash


Kasus :

Misalnya saya membuat sebuah banner untuk sebuah instansi, dan di banner tersebut ada sebuah photo pimpinannya. Yang jadi masalah adalah dimana pimpinanya tersebut diganti, maka banner tersebut (file *.swf) harus diganti atau di sesuaikan dengan foto pimpinanya yang baru.

Solusi :

Untuk menyelesaikan kasus diatas, solusinya adalah kita membuat sebuah banner yang dapat menampilkan gambar secara dinamis. Artinya gambar yang akan ditampilkan tidak menyatu dengan file SWF, tapi dipisahkan dan tinggal memanggil nama file gambarnya untuk ditampilkan. Sehingga jika pimpinanya diganti, kita tinggal mengganti gambarnya saja dengan nama file yang sama misalnya pimpinan.jpg Dengan catatan file gambar tersebut berada dalam satu folder dengan file SWF nya.

Karena sebuah banner berisi gambar yang bergerak, maka nanti gambar pimpinan yang ada di components loader juga dapat dibuat animasi sehingga gerakanya lebih dinamis.

Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini. Saya menggunakan Macromedia Flash Profesional 8 :

  1. Jalankan software Macromedia Flash
  2. Buat file baru (file > new > OK)
  3. Setelah itu buat symbol movie clip. Caranya pilih menu insert > new symbol > Pilih movie clip > OK
  4. Jika sudah, pilih menu Window > centang Components. Maka akan muncul kotak component seperti gambar berikut
  5. Kemudian pilih dan  geser component tersebut ke stage atau halaman untuk menggambar.
  6. Kemudian, klik gambar mx.controls.Loader tadi kemudian lihat properties nya
  7. Kemudian isi instance name nya dengan nama photo
  8. Kemudian tambahkan layer baru.
  9. Setelah “layer 2” muncul. Kemudian klik frame pertama (1) pada “layer 2”
  10. Setelah mengklik frame pertama pada “layer 2” tekanlah F9 di keyboard. Maka akan muncul kotak untuk memasukan action script. Dan masukan script berikut :  photo.contentPath = “pimpinan.jpg”;
  11. Perhatikan script berikut photo.contentPath = “pimpinan.jpg”; photo adalah nama instance name dari component loader. Dan pimpinan.jpg adalah nama file gambar yang saya gunakan untuk menampilkan foto pimpinan di banner web.
  12. Setelah itu kembali ke “scene 1” dengan cara klik icon.
  13. Setelah itu di library terdapat “symbol 1” yang berisi loader tadi. Jika window library belum muncul, tekan Ctrl+L. Setelah muncul, pilih dan geserlah “symbol 1” yang ada di library ke stage.
  14. Setelah itu kita akan membuat “Symbol 1” jadi animasi (movie clip) dengan cara klik kanan pada frame ke 50.
  15. Kemudian “insert key frame”. Kemudian kik kanan di tengah antara frame ke 1 dengan frame ke 50.
  16. Kemudian pilih “Create motion tween”
  17. Untuk effect perpindahan gambarnya, geser object yang ada di frame 50.
  18. Untuk menjalankannya, tekan Ctrl (control) Enter
  19. Selesai.

Output :


Download :

http://www.4shared.com/file/230958167/973b2130/banner.html

Cara Penggunaan :

Jika anda sudah men download, disana ada file-file sebagai berikut :

  • banner.fla untuk proyek pembuatan flash
  • banner.swf untuk file animasi nya.
  • pimpinan.jpg untuk file gambar pimpinan yang sekarang.
  • pimpinan1.jpg untuk file gambar pimpinan yang baru, tinggal anda ubah nama filenya menjadi pimpinan.jpg karena file banner.swf akan selalu membaca nama file pimpinan.jpg walau gambar wajah pimpinanya sudah berbeda karena ada script photo.contentPath = “pimpinan.jpg”; di dalam file banner.swf.

Itulah konsep dari gambar dinamis yang diambil dari file gambar yang ada di luar file SWF nya. semoga dapat dimengerti dan difahami. mohon maaf jika ada kesalahan kata. semoga artikel ini bermanfaat untu anda…aamiin

Depok, 28 Februari 2010

Noname


Teknik masked di Photoshop


  1. Gabungkan 2 gambar dalam satu frame
  2. Add masked
  3. Gunakan brush toll (Shift+b)
  4. Ganti warna menjadi warna hitam
  5. Tuangkan pada gambar
  6. Dan lihat hasilnya

Membuat Silinder dengan OpenGL


Dalam penggambaran silinder dengan OpenGL ini, saya menggunakan editor software “Pelles C”

Listingnya adalah :

#include <windows.h>

#include <GL/gl.h>

#include <GL/glu.h>

#include <GL/glfw.h>

#include<math.h>

#define pi 3.1415

void mulaiOpenGL(void);

int main(void)

{

//

// mRunning = TRUE, aplikasi masih berjalan

// mRunning = FALSE, ??? :p

GLuint mRunning = GL_TRUE;

//

// inisialisasi GLFW

if( glfwInit() == GL_FALSE )

{

MessageBox( NULL, “ERROR :: gagal menginisialisasi GLFW”, “Error!”, MB_OK);

return(0);

}

//

// buat sebuah window yang akan digunakan untuk menggambar.

if( glfwOpenWindow( 640, 480, 0, 0, 0, 0, 24, 0, GLFW_WINDOW ) == GL_FALSE )

{

MessageBox( NULL, “ERROR :: gagal membuat window”, “Error!”, MB_OK );

glfwTerminate();

return(0);

}

//

// Set judul yang ada di window dan Swap interval.

glfwSetWindowTitle( “Praktikum Grafik Komputer LabTI” );

glfwSwapInterval( 1 );

//

// mulai OpenGL (melakukan setting awal OpenGL)

float x,y,z,sudut,tinggi,perputaran;

float r=10;

mulaiOpenGL();

//

// mulai looping utama program

while( mRunning )

{

//

// bersihkan layar dan depth buffer

glClear( GL_COLOR_BUFFER_BIT | GL_DEPTH_BUFFER_BIT );

glLoadIdentity();

//

// lakukan penggambaran di sini

//————————————————————————————

gluLookAt(0,0,10,0,0,0,0,1,0);

glRotatef(perputaran,1,0,0);

glColor3ub(r,y,200);

for (tinggi=0; tinggi<=3; tinggi +=0.05)

for (sudut=0; sudut<=pi*2; sudut +=0.01)

{

x=sin(sudut);

z=cos(sudut);

glBegin(GL_POINTS);

glVertex3f(x, 3-tinggi, z);

glEnd();

}

perputaran +=1;

r++;

y=r+1;

//————————————————————————————

//

// tampilkan ke layar (swap double buffer)

glfwSwapBuffers();

//

// check input , apakah tombol esc ditekan atau tombol “close” diclick

mRunning = !glfwGetKey( GLFW_KEY_ESC ) && glfwGetWindowParam( GLFW_OPENED );

}

glfwTerminate();

return(0);

}

void mulaiOpenGL(void)

{

//

// Set viewport ke resolusi 640×480 viewport bisa diibaratkan

// layar monitor anda

glViewport( 0, 0, 640, 480 );

//

// Set mode OpenGL ke mode pryeksi (Projection) dan set proyeksi

// menggunakan proyeksi perspective, dengan sudut pandang (Field Of

// View) 60 derajat

glMatrixMode( GL_PROJECTION );

glLoadIdentity();

gluPerspective( 60.0f, 640.0f/480.0f, 0.1f, 1000.0f );

glMatrixMode( GL_MODELVIEW );

glLoadIdentity();

//

// Set mode gradasi warna halus (Smooth)

glShadeModel( GL_SMOOTH );

//

// warna yang digunakan untuk membersihkan layar

glClearColor( 0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f );

//

// nilai untuk membersihkan depth buffer.

glClearDepth( 1.0f );

//

// Depth test digunakan untuk menghindari polygon yang

// tumpang tindih.

glEnable( GL_DEPTH_TEST );

glDepthFunc( GL_LEQUAL );

//

// beritahu OpenGL untuk menggunakan perhitungan perspective

// yang terbaik (perhitungan ini tidak bisa selalu 100% akurat)

glHint( GL_PERSPECTIVE_CORRECTION_HINT, GL_NICEST );

}

Outputnya :

slinder

%d bloggers like this: