• Assalamu’alaikum…



    “I am a Muslim…i want to be a Blogger, i want to be a Socialpreneur”

  • Kategori Tulisan

  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog Ri32 dan menerima pemberitahuan posting baru melalui email anda. Jika sudah bosan silahkan unsubscript.
    Terima kasih... : )

    Join 804 other followers

  • RSS Sahabat Al-Aqsha

    • Dilindungi Serdadu, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Gilas 4,7 Hektar Tanah Warga Palestina
      PALESTINA (Palinfo) – Gerombolan pemukim ilegal Yahudi – yang dilindungi oleh serdadu zionis – Selasa (26/5/2020) merampas sebidang tanah yang luas milik warga Palestina di area antara kota Deir Dibwan […] The post Dilindungi Serdadu, Gerombolan Pemukim Ilegal Yahudi Gilas 4,7 Hektar Tanah Warga Palestina appeared first on Sahabat Al-Aqsha.
    • Intelijen Zionis Panggil Paksa Murabithah Al-Aqsha untuk Diinterogasi
      PALESTINA (Palinfo) – Intelijen penjajah ‘Israel’ (Shin Bet), Selasa (26/5/2020), memanggil paksa murabithah Masjidil Aqsha, Khadija Khuwais, untuk diinterogasi. Menurut sumber setempat, petugas Shin Bet memerintahkan Khuwais untuk datang pada […] The post Intelijen Zionis Panggil Paksa Murabithah Al-Aqsha untuk Diinterogasi appeared first on Sahabat Al-Aqsh […]

Program Membaca Terjemahan Al-Qur’an


Pendahuluan

Melanjutkan program sebelumnya yaitu pembiasaan diri dalam membaca Al-Qur’an. Saat ini saya berusaha meluangkan waktu dengan membaca terjemahan Al-Qur’an.

Belajar untuk memahami kandungan Al-Qur’an, Bertanya kepada Ustadz yang kompeten keilmuannya dan baik akidahnya. Serta berusaha untuk menyampaikan dan mengamalkan isinya (Program Qur’an).

Ada sebuah kaidah bahwa iman sebelum Al-Qur’an, adab sebelum ilmu, dan ilmu sebelum beramal. Sehingga tidak mungkin kita betah berlama-lama membaca Al-Qur’an jika hati kita belum mengimaninya dan niat kita belum lurus.

Waktu & Kegiatan

Baiknya memiliki mushaf Al-Qur’an perkata disamping ada terjemahannya. Dibaca dirumah dalam keadaan tenang dan santai. Untuk waktunya semampu kita. Saya biasanya setelah sholat malam atau setelah pulang sholat subuh atau sebelum tidur.

Baiknya bertahap dimulai dari surat-surat pendek sampai sedang yang ada di juz 30, juz 29 dan juz 28. Kemudian bisa dilanjutkan mulai dari juz pertama (Al-Fatihah, Al-baqoroh) dan juz seterusnya.

Baiknya membaca (tilawah) Al-Qur’an nya kemudian membaca terjemahan berusaha untuk memahami serta menghayati maknanya bisa juga membaca buku tafsir agar tidak salah dalam memahami maknanya.

Berikut saya cantumkan pertanyaan serta jawaban terkait dengan membaca terjemahan Al-Qur’an. Saya ambil dari salamdakwah.com

Ada pertanyaan kepada syaikh Ibnu Baz:

Apakah boleh membaca al-Qur’an tanpa memahami maknanya? Kami berharap penjelasannya.

Berikut ini petikan jawaban Beliau:

Ya. Seorang mukmin dan mukminah dibolehkan membaca al-Qur’an meski tidak memahami maknanya, akan tetapi mereka disyariatkan untuk menghayati dan memikirkan maknanya sampai dia faham. Dan hendaknya ia meruju’ ke kitab-kitab tafsir jika ia mampu memahaminya. Hendaknya ia juga merujuk kitab bahasa arab untuk mengambil faedah dari situ dan ia hendaknya bertanya kepada Ulama’ tentang kesulitan yang ia temui, tujuannya adalah supaya ia menghayati, sebab Allah ta’ala berfirman(shad:29)

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran mendapat pelajaran. http://www.binbaz.org.sa/mat/21534

Sehingga kesimpulannya adalah :

Seseorang yang membaca terjemah al-Qur’an atau tafsir saja (tanpa membaca ayat al-Qur’an dalam bahasa arab) dengan tujuan untuk memahami al-Qur’an hanya memperoleh pahala membaca tafsir dan tidak memperoleh pahala seperti orang yang membaca ayat al-Qur’an.

Idealnya adalah sebagaimana yang diterangkan oleh syaikh Ibnu Baz, yakni seorang mukmin atau mukminah membaca al-Qur’an dan berusaha memahami maknanya. Memahami makna al-Qur’an bisa dilakukan dengan melihat terjemah, kitab tafsir atau bertanya kepada Ulama’

Penutup

Setelah kita dapat beristiqomah dalam membaca Al-Qur’an setiap hari. Kita coba naikan level dengan memahami apa yang kita baca atau saat murojaah (mengulang) hafalan kita. Sehingga kita hafal ayatnya dan kita faham artinya.

Sedangkan bacaan Al-Qur’an tidak akan bisa menyatu dengan musik dan nyanyian. Sehingga jika kita ingin dekat dengan Al-Qur’an maka mulailah untuk mengurangi mendengarkan musik dan nyanyian.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 17-12-2019

KangAgus

Program Membaca Al-Qur’an Setiap Hari


Latar Belakang

Ada teman kantor yang resign karena beliau mau usaha, sebelumnya beliau menghadiahkan saya sebuah mushaf Al-Qur’an saku. Awalnya saya tidak membaca karena tulisannya cukup kecil dan itu mushaf Al-Qur’an untuk hafalan.

Tetapi setelah selesai bulan Ramadhan tahun ini, saya coba untuk mulai membacanya dan menjalankan (Program Qur’an) dengan istiqomah membaca Qur’an setiap hari.

Program Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Jika kita belum mampu membaca Al-Qur’an setiap hari 1 juz. Maka kita usahakan untuk tetap membaca Al-Qur’an setiap hari dan menyelesaikan 1 juz dalam waktu 1 pekan.

Yang biasa saya lakukan adalah membacanya pada waktu jam istirahat di kantor untuk sholat dzuhur dan ashar. Saya membacanya sampai Iqomah dikumandangkan. Dikantor dalam sehari mungkin hanya bisa membaca 1 lembar (2 halaman) namun itu dilakukan setiap hari.

Menjadi Gaya Hidup Seorang Muslim

Sekarang setiap berangkat kerja, yang ada di saku celana saya selain ada handphone dan dompet. Tidak lupa mushaf Al-Qur’an di saku baju saya. Akhir pekan pun saat mengajak berlibur keluarga, mushaf Al-Qur’an saku tidak lupa untuk dibawa. Agar saat istirahat untuk sholat bisa tetap membacanya.

Sehingga mengurangi untuk membaca Al-Qur’an menggunakan handphone. dan saat ke kamar mandi mushafnya kita simpan di tempat yang aman dan bersih. Atau dititipkan ke petugas yang ada di Toilet umum.

Sekian tulisan dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 21 September 2019

KangAgus

Buku Surga dan Neraka Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Shahih


Latar Belakang
Setelah membaca buku Ensiklopedi hari kiamat. Mari kita update pengetahuan keislaman kita dengan membaca buku yang lain. Buku yang saya baca kali ini sama dengan urutan kehidupan kita. Yaitu setelah kiamat terjadi, maka kita akan masuk ke kehidupan akhirat yang akhir dari perjalan hidup ini hanya dua yaitu Syurga atau Neraka.

Syurga dan Neraka bukanlah fiksi atau cerita dongeng, Syurga dan Neraka adalah tempat kembali bagi orang-orang yang bertakwa dan bagi orang yang durhaka kepada Tuhannya. Janji Allah itu pasti terjadi.

Sesungguhnya sebaik-baiknya perkataan adalah Kitabullah yang tidak ada keraguan didalamnya dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Daftar Isi Buku

Buku ini hanya salah satu referensi, jika teman-teman ingin membaca buku yang sejenis. Adapun sebagian dari daftar isi buku ini adalah sebagai berikut :

  • Aroma Syurga dan Pintu-pintu syurga.
  • Orang yang pertama dibukakan pintu syurga dan manusia pertama masuk syurga.
  • Tingkatan-tingkatan Syurga.
  • Bangunan, tanah, istana, pasar, kamar, dan tenda yang ada di syurga.
  • Sungai, mata air, telaga, dan pepohonan yang ada di syurga.
  • Makanan, minuman, pakaian, sapu tangan, permadani, dan wanita ahli syurga.
  • Ahli syurga melihat Allah subhanahu wa ta’ala.
  • Abadi selama-lamanya.
  • Pintu-pintu neraka.
  • Panas api neraka, dan warna neraka.
  • Lembah-lembah, kedalaman, dan rantai-rantai neraka.
  • Makanan dan minuman ahli neraka.
  • Tingkatan-tingkatan adzab neraka.
  • Tubuh ahli neraka, sifat-sifatnya, dan buruknya rupa mereka.
  • Tangisan dan jeritan ahli neraka.
  • Ahli neraka yang paling ringan adzabnya.
  • Rupa-rupa adzab neraka.
  • Keabadian neraka.
  • Ancaman tentang neraka.
  • Perintah untuk berlindung dari neraka.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 23-05-2018

KangAgus

Terjemahan Surat Al-Haqqah Ayat 13-37


ingat hari kiamat

  1. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup
  2. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
  3. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,
  4. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.
  5. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
  6. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).
  7. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.
  8. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.
  9. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,
  10. dalam surga yang tinggi,
  11. buah-buahannya dekat,
  12. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.
  13. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).
  14. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
  15. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
  16. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
  17. Telah hilang kekuasaanku daripadaku”.
  18. (Allah berfirman): “Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.
  19. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
  20. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
  21. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.
  22. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
  23. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.
  24. Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
  25. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.

Sekian sharing artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 13-06-2017

KangAgus

Ayat-ayat Cinta di Dalam Al-Qur’an


Ya Allah…
Ketika ku katakan : Hamba disakiti
Engkau menjawab : “… janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS.Az-Zumar : 53)

Ketika ku katakan : Tak ada yang mengerti kegalauan hati hamba
Engkau menjawab : “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (QS.Ar-Ra’du : 28)

Ketika ku katakan : Begitu banyak orang yang menyakiti hamba
Engkau menjawab : “Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka…” (QS. Ali Imran : 159)

Ketika ku katakan : Hamba sangat kesepian
Engkau menjawab : “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS.Qaaf :16)

Ketika ku katakan : Dosa hamba melimpah
Engkau menjawab : “…dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah.” (QS. Ali Imran : 135)

Ketika ku katakan : Jangan tinggalkan hamba
Engkau menjawab : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (QS. Al-Baqarah :152)

Ketika ku katakan : Masalah hamba sangat banyak
Engkau menjawab : “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. At-Thalaq :2)

Ketika ku katakan : Impian hamba banyak yang tidak menjadi nyata
Engkau menjawab : Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu” (QS. Al-Mu’min : 60)

Ya, Allah…
Bagaimana mungkin hamba-Mu yang hina ini tidak mencintai-Mu sepenuh jiwa dan raga?

Tilawah Al-Qur’an dan Terjemahan


ri32-mp3-qur'an-logo_

Latar Belakang

Pengertian tilawah adalah pembacaan ayat-ayat Alquran yang dilakukan dengan baik dan indah. Istilah tilawah cenderung ditujukan kepada ayat-ayat Alquran karena di dalamnya terkandung makna mempercayai dan mengikuti apa yang dibaca dimana hal ini hanya dapat diaplikasikan kepada Alquran sebagai kitab suci. Tidak mungkin kita akan serta-merta mempercayai dan mengikuti semua yang kita baca seperti koran atau bacaan-bacaan lain.

Dalam bahasa Arab kata tilawah memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ada tilawah dari segi pelafalan dan ada tilawah dari segi makna. Dari segi pelafalan tilawah berarti kegiatan membaca Alquran dengan baik dan benar sesuai dengan aturan dan kaidah yang ada seperti melafalkan huruf-huruf dengan cara yang benar, memahami sifat masing-masing huruf, serta mempelajari tajwid dan mengaplikasikannya ketika membaca Alquran.

Download Tilawah & Terjemahan :

https://blogri32.blogspot.co.id/2017/12/free-downloads.html

Sekian sharing artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor,  03-05-2014

KangAgus

 

Mengenal Nabi Isa Melalui Al-Qur’an


Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan pada nya dan petunjuk bagi orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah : 2)

Nabi Isa diciptakan

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) (QS. Ali Imran : 45)

Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”. (QS. Maryam : 21)

”Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:”Jadilah!” maka terjadilah ia.” (QS. Yasin: 82)

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS. Ali Imran : 59)

Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa,Allah tempat meminta segala sesuatu,Dia tiada beranak dan tiada diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas : 1-4)

Kelahiran Nabi Isa

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam (QS. Al Anbiyaa’ ayat 21)

“Berkata Isa, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, yang memberi Al-Kitab (Injil), Dia menjadikan aku seorang nabi” (QS. Maryam : 30)

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku untuk (mendirikan) shalat, (menunaikan) zakat selama aku hidup” (QS. Maryam : 31)

“Dan Allah memerintahkan aku berbakti kepada ibuku dan tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka” (QS. Maryam : 32)

”Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (QS. Maryam : 33)

”Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” (QS. Maryam: 34)

Ajaran Nabi Isa

”Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka hanya berkata kepadanya:”Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS. Maryam: 35)

”Dan sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.” (QS. Maryam: 36)

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?”. Isa menjawab: “Maha suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.
(QS. Al-Maidah: 116).

“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya Yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan Aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu.”
(QS. Al-Maidah: 117).

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, beribadahlah kepada Allah Rabbku dan Rabb kalian semua.” (QS. Al-Maidah : 72)

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali sesembahan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS. Al-Maidah : 73)

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu). (QS. Al Maidah : 75)

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. At-Taubah : 30)

Nabi Isa diangkat

”Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” (QS. Maryam: 37)

“Dan karena ucapan mereka (orang-orang Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (An-Nisa’: 157-158)

Penutup

”Demikianlah (kisah ‘Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) al-Qur’an yang penuh hikmah. Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:”Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Rabbmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu. Siapa yang membantahmu tentang kisah ‘Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya):”Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesunggguhnya Allah, Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Ali ‘Imraan: 58-63)

Referensi :

Sekian sharing artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 19-01-2014

KangAgus

%d bloggers like this: