Nama Baik adalah Umur Kedua


kemuliaan-sholat

Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. (HR. Bukhari)

Perbedaan Usia dengan Umur

Di masyarakat biasanya usia dan umur mempunyai pengertian yang sama, namun sebenarnya usia dan umur mempunyai makna yang berbeda.

Usia dimaknai sebagai lamanya nyawa berada didalam tubuh kita, sementara umur adalah kemanfaatan/efisiensi dari tubuh itu sendiri.

Sebagai contoh Ani dan Budi membeli motor pada tanggal 1 Januari 2014 tetapi motor Ani tidak pernah dipakai sementara motor Budi selalu dipakai. dari segi usia kedua motor tersebut sampai hari ini adalah sama misalnya 5 bulan, tetapi dari segi manfaat motor Budi lebih bermanfaat dibanding motor Ani.

Perjalanan Hidup Manusia tercatat dalam Al-Qur’an

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku“(QS. Adz-Dzaariyaat:56)

“Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.” (QS. An Nisaa : 1)

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah” (QS: Al-Hajj Ayat: 5)

Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40(empat puluh) tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Al-Ahqaf: 15)

”Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukanlah aku kedalam golongan orang-orang yang shaleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai Syurga yang penuh kenikmatan” (QS. Asy-Syu’ara : 83-85)

Doa diantara dua sujud

  • Rabbighfirli – Tuhan ampunilah aku
  • Warhamni – Sayangilah aku
  • Wajburni – Tutupilah kekuranganku
  • Warfa’ni – Tinggikanlah derajatku
  • Warzuqni – Berikanlah aku rezeki
  • Wahdini – Berikanlah aku petunjuk
  • Wa’afini – Sehatkanlah aku
  • Wa’fu’anni – Maafkanlah aku

Penutup

Ingatlah sahabat…usia dan umur itu ibarat untaian tasbih. di satu sisi bertambah, sedangkan di sisi lainnya berkurang.

Walaupun usia manusia telah selesai, namun dia akan tetap panjang umur dengan nama baiknya, dengan keturunannya, hartanya, serta ilmunya yang bermanfaat untuk orang lain.

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh. (HR. Muslim)

Referensi Tulisan

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Surabaya, 03-05-2014

GusnaNuri

Advertisements

Tips membaca Buku yang baik dan benar


membaca-ri32

Latar Belakang

Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang ini. Sebab hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Di zaman sekarang ini, nampaknya sebagian besar pelajar kurang memiliki minat membaca, terutama membaca buku pelajaran. Ini diakibatkan oleh karena sebagian pelajar tidak memiliki metode dan kurangnya ketertarikan untuk membaca, sehingga pada saat membaca timbul rasa malas, bosan, dan mengantuk. Kondisi ini membuat pembaca susah untuk mengingat pelajaran yang dibacanya.

Tips Membaca Buku

Berikut adalah tips / cara agar anda bisa lebih optimal dalam membaca dan mengingat poin pentingnya

  1. Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca. Waktu yang sesuai disini adalah waktu dimana tidak terdapat gangguan, baik dari luar maupun dari dalam diri kita. Waktu yang sesuai disini hanya kita sendiri yang tahu kapan. Namun, sebagain besar orang percaya bahwa waktu yang baik untuk membaca, khususnya buku pelajaran, adalah di pagi hari.
  2. Ada baiknya sebelum belajar kita berdoa terlebih dahulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing supaya ilmu yang kita dapat bermanfaat.
  3. Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca, yaitu tempat yang terang / baik dalam pencahayaan, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.
  4. tingkatkan motivasi agar lebih bersemangat dalam membaca
  5. Pastikan posisi membaca kita dalam posisi yang benar. Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30cm.
  6. Konsentrasi .Kebanyakan kita menganggap bahwa konsentrasi adalah pekerjaan berat dan sangat sulit dilakukan. Kita memiliki suatu keyakinan bahwa hal tersebut susah untuk dilakukan. Maka lakukan dengan baik intruksi sebelumnya agar bisa berkonsentrasi dengan baik.
  7. Siapkan juga hal-hal yang biasanya membantu kita dalam membaca, seperti pensil atau spidol.
  8. Berilah garis bawah atau stabillo pada kalimat-kalimat yang menurut anda penting. Dengan memberikan sesuatu, seperti garis bawah atau stabillo anda dapat mengingat baca dan merangkumnya.
  9. Baca ulang buku tersebut berulang-ulang sampai anda benar-benar puas, paham, & mengerti tentang isi bacaan tersebut.

Ya Allah tambahkanlah aku ilmu, Dan berikanlah aku karunia untuk dapat memahaminya, Serta jadikanlah aku termasuk golongan hamba-Mu yang sholeh…aamiin

Sekian sharing artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 26-12-2013

GusnaNuri

Kiat-kiat mencari jodoh yg baik dalam Islam


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
KIAT2 mencari jodoh yg baik :

  1. Ikhtiar maksimal dg kesungguhan taqwa, “Siapa yg sungguh2 taqwa maka ALLAH tunjukkan jalan keluar baginya & ALLAH beri rizqi dari jalan yg tdk terduga (QS 65 :2-3)
  2. Doa dipenghujung malam, “Robby la tadzarny fardan”, Ya ALLAH, jangan biarkan hamba membujang, (QS 21:89),
  3. Perhebat istigfar
  4. Sholat dhuha, diantara rizki adalah jodoh yg baik,
  5. Optimis, insyaALLAH ALLAH tunjukkan jodohku
  6. Sedekah sbg pendokrak agar doa mustajab
  7. Mohon doa pd orang tua, keluarga, guru yg istiqomah
  8. Aktifkan diri pd group kajian
  9. Tdk salah minta bantuan sahabat
  10. Tawakkal sepenuh hati. “Allahumma ya ALLAH tunjukkanlah berikanlah kpd hamba pasangan terbaik disisiMU sehingga hamba semakin mendekat padaMU…aamiin”.

TUJUAN NIKAH bagi seorang mu’min :

  1. Ridho ALLAH (QS 98:5)
  2. Bukti taat, karena zina dosa besar terkutuk (QS 17:32) & sekali berzina membakar 40 thn amal ibadah, demikian kecam Rasul bagi pezina, sebaliknya dg nikah telah meraih “nishfaddiin” separuh nilai kemuliaan agama, SubhanALLAH
  3. Bukti cinta Rasulullah, “Nikah sunnahku, siapa yg membencinya bukan umatku”, tentu berbeda yg tidak mau nikah dg yg belum menikah
  4. Untuk mewujudkan hasrat cinta biologis-psikologis yg diberkahi ALLAH
  5. Meraih kebahagiaan & ketenangan hidup sakiinah mawaddah wa rahmah (QS 30:21)
  6. Demi memperbanyak umat Rasulullah
  7. Mempersiapkan keturunan sebagai regenerasi dakwah. Karena tujuan inilah kita bangga nikah, sahabatku. “Semoga ALLAH membuka jalan terbaik bagi kita untuk meraih pernikahan yg penuh dg BERKAHNYA…aamiin”.

Doa meminta jodoh yang baik

Doa bagi laki2 yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIILANDUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOIHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.

Doa bagi wanita yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.

ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAJINAA WADZURRIYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA QS ; 25:74 : Dan orang2 yang berkata : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.

Jazakallahu ma bi khoir Ustadz Arifin Ilham:

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Depok, 21-02-2012

noname

Ucapan-ucapan yang baik dalam islam


Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaaf : 18)

  • Bismilah, artinya “Dengan menyebut nama Allah”. Diucapkan ketika memulai melakukan sesuatu yang baik.
  • Subhanallah, artinya “Maha Suci Allah” .Diucapkan ketika merasa takjub melihat sesuatu atau pemandangan yang baik-baik, karena kebesaran Allah atas ciptaan-Nya yang bisa membuat hati bergetar bisa juga dengan mengucapkan Allahu Akbar.
  • Laa Haulaa Walaa Quwwataa Illaa Billaah artinya “Tidak ada daya dan upaya dan kekuatan melainkan hanya Allah semata” Diucapkan ketika menghadapi sesuatu hal yang berat sehingga kita tidak dapat menghadapinya. ucapan seperti ini bisanya dimaksudkan untuk berserah diri kepada Allah dan untuk meminta pertolongan kepada Allah semata.
  • Insya Allah, artinya “Jika Allah Menghendaki” Diucapkan ketika diminta untuk berjanji tetapi khwatir tidak sanggup menepati,yang mana lebih baik berjanji harus ditepati apabila tidak sanggup jangan berjanji ,dan perkataan Insya Allah pun harus diikuti dengan penjelasan nya kepada seseorang  yang berarti penyerahan diri terhadap segala hal yang akan kita lakukan yang mana jalan dan hasilnya itu atas kehendak Allah. tetapi kebanyakan orang malah mempermainkan kata-kata ini. untuk mengingkari janji dan mempersulit orang lain karena keegoisan dan kemalasan nya yang mana itu karena Allah, sebetulnya itu karena tidak ada niat dan usahanya untuk menepati janji.
  • Maasya Allah, Artinya “Apa Yang Dikehendaki Allah” Perkataan ini diucapkan ketika seorang muslim merasa heran terhadap sesuatu.
  • Alhamdulilah,  Artinya “Segala Puji Bagi Allah” perkataan ini adalah perkataan puji syukur kepada Allah atas segala nikmat-NYA.

Tips cara menjadi Siswa dan Mahasiswa yang baik


Bedanya siswa dan mahasiswa

  • Secara umum, siswa adalah pelajar yang bisa dikatakan masih terkait oleh aturan-aturan yang masih dibatasi kebebasannya. Siswa adalah seorang atau sekelompok orang yang menuntut ilmu di bangku sekolah. Atau dengan kata lain, siswa adalah orang yang menuntut ilmu sedalam mungkin, baik yang rela mengeluarkan ataupun tidak, segala jerih payah dll dengan tujuan untuk menempuh masa depan yang cerah dengan catatan tidak menyianyiakan kesempatan yang diberikan.
  • Lain halnya dengan pengertian mahasiswa. Menurut bahasa, kata mahasiswa berasal dari dua kata, yakni maha dan siswa. Maha berarti tinggi, sedangkan siswa berarti pelajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mahasiswa adalah orang yang telah terdaftar di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Jadi, secara istilah dapat dikatakan bahwa mahasiswa adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual dan moral yang dapat digunakan atau diterapkan dalam kehidupan sosial.

Mahasiswa memiliki peran atau tanggung jawab khususnya di masyarakat. Ada 3 peran mahasiswa antara lain sebagai agent of exchange, moral force, dan social control. Agent of exchange bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah agen pertukaran atau agen perubahan. Dalam hal ini, mahasiswa berperan untuk melakukan perubahan-perubahan atau sebagai aspirasi atau penyaluran argumen yang bertujuan ke arah yang positif. Moral force atau kekuatan moral, dimana seorang mahasiswa harus memiliki intelektual dan moral.

Dalam hal ini, keduanya harus diseimbangkan dan sangat penting dimiliki oleh seorang mahasiswa agar berperan maksimal dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Kemudian, yang ketiga adalah social control. Mahasiswa yang  berperan dalam masyarakat, perlu dilakukan atau diharapkan dapat melihat kondisi sosial masyarakat, karena sesungguhnya mahasiswa dalam artian manusia adalah makhluk sosial. Misalnya saja mahasiswa merupakan perantara penyampaian aspirasi / wakil rakyat yang dapat menyampaikan argumen-argumen atau masalah-masalah kepada pemerintah, dalam hal ini mahasiswa berperan melakukan kontrol terhadap pemerintah dan juga masyarakat.

Siswa yang Baik

Sebagai siswa atau pelajar yang baik wajib mengikuti semua peraturan atau tata tertib di tempat kita belajar, seperti masuk sekolah dan pulang jam berapa, harus pakai seragam apa, apa saja yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dan sebagainya. Mengikuti peraturan di sekolah biasanya tidak susah untuk kita lakukan.

Ada hal lain yang harus diperhatikan sebagai pelajar yaitu sikap dan perilaku kita di luar sekolah. Karena lebih banyak waktu yang kita habiskan di luar sekolah dari pada di dalam lingkungan sekolah. Tentu sebagai pelajar kita harus menerapkan sikap atau akhlak yang baik, maksudnya tingkah laku, kata-kata maupun penampilan kita harus sesuai dengan status kita yaitu pelajar. Misalnya dengan yang lebih tua harus menghormati, sedangkan kalau yang lebih muda harus bisa memberikan contoh yang baik jangan malah meremehkan atau memamerkan kemampuan yang dipunyai.

Demikian pula penampilan kita harus sewajarnya sebagai seorang pelajar, harus dihindari misalnya bagi yang wanita memakai cat kuku, lipstic apalagi cat rambut yang mencolok dan bagi yang pria harus memotong rambut menjadi pendek dan rapi dan sebagainya. Selain sikap dan perilaku kita juga harus tetap menjaga semangat yang tinggi untuk belajar, karena belajar adalah tugas utama kita, ada yang bilang pekerjaan pelajar adalah belajar.

Tanpa belajar kita tidak mungkin bisa pandai. Yang harus diperhatikan adalah penggunaan waktu. Setiap orang mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam, tinggal bagaimana mengisi waktu tersebut. Di Jepang kabarnya orang sangat menghargai waktu, mereka memanfaatkan waktu luang seperti waktu sedang mengantre atau menunggu kendaraan dengan membaca. Pasti hal seperti itu juga bisa di terapkan dinegara lain khususnya oleh para pelajar di Indonesia.

Mahasiswa yang baik

Apabila kita ambil contoh pada kehidupan seorang mahasiswa/i yang sedang menjalani kuliah sebenarnya banyak hal yang terjadi dan berbagai macam bentuk kehidupan  tercipta disini. ada mahasiswa yang selalu mengejar kemampuan akademis dan meninggalkan yang lainnya ada juga mahasiswa yang mengejar kemampuan dibidang organisasi dan ingin menjadi seorang politikus yang handal, ada juga yang mengejar kemampuan dibidang softskill dan lain-lain.

Semua itu tergantung dari setiap mahasiswa dan semua itu merupakan pilihan dari setiap individu. dan dari setiap orang yang telah memilih pilihannya tersebut tidak semuanya mencapai kesuksesan yang sama. saya sendiri menyadari bahwa menjadi seorang mahasiswa yang “baik” itu tidak gampang. baik disini berarti bahwa :

  1. Mahasiswa itu memiliki kemampuan akademis yang bagus (bila ditinjau dari IPK-nya).
  2. Memiliki kemampuan untuk memimpin dan dipimpin sekaligus kemampuan untuk bekerja sama dalam sebuah organisasi ataupun kepanitiaan, baik dalam kemampuan hard skill, baik dalam hal kesehatan jasmani dan rohani, dan juga baik dalam hal pergaulan.
  3. Seorang mahasiswa tidak hanya cukup dengan kemampuan akademisnya, tidak hanya cukup dengan kemampuan organisasinya, dan tidak hanya cukup dengan kebugaran badannya. semua hal tersebutlah yang menurut pendapat saya harus dicari dalam lingkungan kehidupan mahasiswa sebagai modal dasar kehidupan yang sesungguhnya dimasyarakat.

Cara Belajar yang Baik

Sebagai siswa atau pelajar yang baik pasti mempunyai cara belajar yang baik pula. Berikut ini tips belajar yang baik :

  1. Niat dan berdoa. Berdoa agar di beri kemudahan dan keberkahan dalam belajar dan dapat kita tangkap dalam belajar.
  2. Membaca. Dengan membaca tentunya kita akan menambah wawasan kita serta dapat di ingat. Bukankah Tuhan sendiri menyuruh kita untuk membaca (Iqro)
  3. Selalu membuat ringkasan pelajaran. Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Kata orang bijak, ikatlah ilmu dengan tulisan.
  4. Rajin mengulang pelajaran. Jangan sekali-kali bosen untuk membaca dan belajar kembali setelah belajar di sekolah. Bisa karena biasa. Let’s do it.
  5. Belajar dengan serius dan tekun. Hendaknya kita kalau mendengar guru mengajar di kelas harus mencatat yang menjadi penting dalam pelajaran siapa tahu saat ulangan keluar soal tersebut.
  6. Hindari belajar berlebihan. Biasa menjelang ujian banyak yang belajar sehari semalam yang biasa disebut system kebut semalam (SKS), hal ini harus di hindari demi menjaga kesehatan.
  7. Aktiflah dalam bertanya. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya. Malu bertanya sesat dijalan.
  8. Belajar kelompok. Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun. Dengan belajar berkelompok juga mengajarkan kita untuk hidup bersosialisasi dan tidak individual.

Sedangkan untuk teman-teman mahasiswa selain tips belajar diatas, berikut adalah tips cara belajar mahasiswa. walau sebenarnya tidak baku harus seperti ini, karena saya tahu setiap mahasiswa mempunyai teknik belajar yang berbeda-beda. berikut adalah cara belajar mahasiswa yang baik (menurut saya) :

  • Baca materi sebelum kuliah (10-30 menit sudah cukup), lalu setelah kuliah (juga 10-30 menit) . Tanpa membaca terlebih dulu, katanya hanya 50% ucapan dosen terserap. Model ini juga membuat kita mencicil belajar, tidak dipadatkan sehari sebelum kuliah.
  • Pahami karakteristik dosen. Contoh: ada dosen yang lebih menyukai jawaban panjang, tapi ada juga yang lebih suka jawaban yang ringkas tapi tepat. Ada yang membolehkan mahasiswa datang terlambat, tapi ada juga yang sangat anti dsb. Ini juga penting saat mengambil kuliah pilihan, kuliah akan lebih nyaman kalau gaya dosen dan mahasiswa cocok.
  • Jangan lupakan berorganisasi dan bergaul. Kemampuan bersosialisasi, leadership merupakan modal penting saat bekerja nanti. Walaupun IPK 4.0 tapi jika tidak dapat bekerjasama dalam tim akan percuma saja.
  • Terakhir: nikmati dan manfaatkan masa kuliah yang pendek ini . Kuliah adalah masa yang paling menyenangkan menurut saya. Bebas bereksperimen, berekspresi, masih bisa berbuat kesalahan dengan resiko minimal dan hidup masih ditanggung orang tua. Setelah lulus kuliah, Anda akan dituntut untuk bekerja dan mandiri. Anda juga akan berhadapan dengan lingkungan pekerjaan yang lebih keras daripada kuliah.

Sekian artikel dari saya  semoga artikel ini bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamin

Thanks to

 

Depok, 15-01-2011

 

noname

Tips cara mengajar yang baik


Mari budayakan membaca

Berikut adalah tips cara mengajar yang baik :

  • Pertama, Menurut Prof. Leblanc, mengajar yang baik merupakan gabungan dari kesenangan (passion) dan penalaran (reason).  Mengajar yang baik bukan hanya tentang bagaimana memotivasi mahasiswa agar mau belajar tetapi mengajar mereka bagaimana belajar dengan baik sehingga apa yang dipelajari menjadi relevan, memiliki arti, dan dikenang dengan baik.  Prof. Leblanc mengibaratkan bahwa memperlakukan mahasiswa (dalam hal mengajar dan mendidik) sama persis dengan bagaimana kita berbuat memperlakukan sesuatu (baik benda maupun binatang kesayangan).  Dosen harus memperlihatkan suatu antusiasme dan kasih sayang dan kemudian membagikannya kepada mahasiswanya. Beberapa indikator dari dampak mengajar yang baik adalah : Apa yang diajarkan di dalam kelas menjadi stimulan bagi proses berikutnya dari studi mahasiswa, misalnya menjadi topik bahasan kuliah menjadi sumber inspirasi bagi riset mahasiswa tersebut. Cara dosen mengajar menjadi role model bagi para mahasiswanya.
  • Kedua, Mengajar yang baik harus menjadikan bahwa mahasiswa merupakan konsumen atau klien dari ilmu pengetahuan yang kita jual (penulis sendiri pernah menulis tentang paradigma baru pelayanan PT, bahwa mahasiswa sekarang adalah konsumen).  Seorang dosen haruslah mengerjakan yang terbaik dalam bidangnya, membaca dari berbagai sumber, bukan hanya dalam bidangnya tetapi juga di luar bidang keahlian sendiri.  Mengapa?  Karena mengajar yang baik bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan yang menjadi bidang garapan kita (karena itu informasinya bukan hanya dari buku teks dan jurnal ilmiah bidang kita) saja, tetapi juga tentang bagaimana keterkaitan bidang ilmu kita dalam hasanah ilmu lainnya dan bagaimana penerapannya di dunia nyata.
  • Ketiga, Adalah benar jika ada yang berpendapat bahwa semakin tinggi gelar kesarjanaan seseorang semakin fokus dan semakin dalam pengetahuannya dalam bidang keahliannya.  Oleh karena itu, seorang doktor atau profesor seharusnya mempelajari lebih banyak bidang-bidang di luar kajiannya, karena sebagaimana dikemukakan di atas, prinsip kedua dari mengajar yang baik adalah menjembatani antara teori dan praktiknya di masyarakat.
  • Keempat, Pada prinsipnya, mengajar yang baik adalah kesediaan mendengarkan, mempertanyakan, menyikapi dengan responsif, dan memahami bahwa setiap individu mahasiswa dari setiap kelas adalah suatu pribadi yang unik dan berbeda.  Yang sama dari setiap individu mahasiswa hanyalah dalam tujuan akhirnya, yaitu mendapatkan ilmu pengetahuan dan pendidikan yang berkualitas sehingga dapat bermanfaat dalam kehidupan mereka setelah lulus dari pendidikannya. Menurut Prof. Leblanc, seorang pengajar (dosen) yang baik harus dapat mendorong mahasiswa mencapai keunggulan, dan secara bersamaan mahasiswa juga harus dapat menjelma menjadi seorang pribadi utuh, memiliki rasa hormat kepada sesama, dan selalu menjadi seorang profesional. Dengan demikian, bukanlah sebuah sikap yang baik jika seorang dosen hanya berdiri di depan kelas, menyampaikan materi ajar secara ‘kering’, tanpa pernah menyisipkan soal etika dan moral, baik yang berkaitan dengan penerapan ilmu yang diajarkannya maupun etika dan moral secara umum.
  • Kelima, Menjadi pengajar yang baik bukan hanya dibuktikan dengan memiliki program kerja (agenda) yang tersusun rapih dan secara ketat mengikuti agenda tersebut (rigid).  Sebaliknya, dosen haruslah bersikap fleksibel, fluid (tidak kaku), selalu bersedia untuk mencoba hal-hal baru (experimenting), dan memiliki kepercayaan diri untuk merespons dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah.  Menurut Prof. Leblanc, sebagus apa pun agenda kerja yang disusun, di kelas, paling banyak hanya 10% yang dapat tercapai.  Seorang pengajar yang baik harus bersedia untuk mengubah silabus dan jadwal perkuliahannya jika di tempat lain diketahuinya ada hal-hal yang lebih baik.  Mengajar yang baik merupakan suatu keseimbangan antara menjadi diktator yang otoriter dan menjadi seorang penurut (pushover). Pernyataan Prof. Leblanc di atas mengindikasikan bahwa sangat perlu bagi seorang dosen untuk terus-menerus melakukan benchmarking, melalui penggalian informasi (buku, diskusi, internet, studi banding, dll.) bagaimana ilmu yang dia ajarkan diajarkan di tempat lain.  Dengan demikian, pada prinsipnya, bukan hanya silabus mata kuliah yang harus fleksibel mengikuti kebutuhan zaman dan kebutuhan pasar, tetapi mata kuliahnya sendiri juga dapat ‘ditutup-dibuka’ atau ‘dihilangkan dan diganti’ jika mata kuliah tersebut sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat. Silahkan masing-masing kita mengevaluasi diri sendiri, seberapa sering kita memperbaharui bahan ajar, semutakhir apakah bahan ajar yang kita berikan kepada mahasiswa, dan sejauh mana kita tahu bagaimana ilmu yang kita ajarkan diberikan di tempat lain.  Jangan-jangan yang kita berikan dan praktikan sampai sekarang adalah bahan ajar yang sama, yang kita dapatkan dari dosen ketika dahulu kita kuliah, sedangkan teknik kita dalam mengajar pun hanya meniru apa yang dilakukan oleh  dosen-dosen kita dahulu.
  • Keenam, Mengajar yang baik juga berkaitan dengan cara atau gaya (style).  Mengajar di kelas harus juga merupakan suatu ‘pertunjukkan’ yang menarik, bukan hanya berdiri di podium dengan tangan yang seolah terekat ke meja podium atau pandangan yang hanya tertuju ke layar (jika itu pun sudah menggunakan alat bantu OHP atau LCD).  Mengajar di depan kelas bagi seorang dosen adalah bekerja, dan mahasiswa merupakan lingkungan konsumen yang berada di sekitarnya.  Seorang dosen di kelas adalah seorang dirijen (conductor) sebuah orkestra dan mahasiswa bagaikan pemain orkestra yang memainkan alat musik yang berlainan dengan kemampuan bermain yang berbeda-beda. Dari pengalaman kita sebagai mahasiswa, kita pernah mendapatkan dosen yang hanya duduk saja di kursi, ada yang selalu membelakangi mahasiswa dan hanya membaca proyeksi transparansi, atau malah mendiktekan kata demi kata kepada mahasiswa.  Cara atau gaya mengajar bukan saja akan mempengaruhi daya ketertarikan (animo) mahasiswa terhadap materi perkuliahan, tetapi juga terhadap animo untuk hadir di kelas pada mata kuliah tersebut.  Di luar negeri, dimana banyak perkuliahan ditawarkan secara paralel, baik pada semester yang sama (sebagai kelas berbeda) maupun setiap semester, pemilihan kelas biasanya sangat ditentukan oleh kualitas dangaya mengajar dosennya.  Walaupun ditawarkan secara bersamaan dalam satu semester yang sama, dosen yang mengajarnya ‘enakeun’ (menurut istilah mahasiswa sekarang), kelasnya akan diminati oleh banyak mahasiswa (sehingga sering harus dibatasi dengan menerapkan ‘siapa cepat mendaftar ia yang akan kebagian’).  Sementara kelas yang sama tetapi diasuh oleh dosen yanggaya mengajarnya ‘kering’, justru sering kosong melompong. Di Indonesia, pembukaan kelas paralel juga dilakukan, terutama untuk kelas-kelas yang pesertanya besar.  Pembagian mahasiswa ke dalam kelas-kelas di Indonesia biasanya diatur oleh Fakultas atau Jurusan, sehingga mahasiswa tidak diberi kebebasan dalam memilih kelas mana yang disukainya.  Jika saja mahasiswa dibebaskan memilih sebagaimana di luar negeri, maka pasti mereka akan memilih kelas yang dosen pengajarnya memiliki style mengajar yang disukainya.  Jangan pernah apriori bahwa mahasiswa tak pernah menilai dosen dan membanding-bandingkan style dosen mengajar.  Kalau tidak percaya, silahkan dengarkan celotehan mereka ketika mahasiswa sedang berkumpul. Sayangnya di kita, evaluasi oleh mahasiswa terhadap kinerja dosen yang biasanya dilakukan di akhir perkuliahan, belum menjadi standar penilaian kinerja dosen.  Demikian juga pemilihan dosen favorit pilihan mahasiswa belum merupakan kegiatan yang membudaya, bahkan pemilihan dosen teladan saja masih dilakukan oleh tim penilai atasan dosen (pimpinan dan dosen senior) dan belum melibatkan sivitas akademika lainnya (termasuk mahasiswa).
  • Ketujuh, Prof. Leblanc menekankan bahwa prinsip keenam ini merupakan prinsip yang sangat penting, yaitu bahwa mengajar yang baik harus mengandung unsur humor (jenaka).  Artinya, dalam mengajar, seorang dosen harus menyisipkan humor-humor, yang akan sangat berguna untuk mencairkan (ice-breaking) suasana kelas yang kaku.  Harus disadari bahwa mahasiswa adalah manusia yang datang ke kelas dengan kondisi yang berbeda-beda, dengan permasalahannya masing-masing, baik yang muncul hari itu maupun yang sudah dimilikinya berhari-hari atau berbulan-bulan yang lalu.  Kelas yang kaku dan terlalu serius akan sangat membosankan.  Menurut sumber lain, contohnya Barbara Gross Davies (Tools for Teaching, Jossey-Bass Publishers, 1993), jika pun atmosfir kelas mendukung, mahasiswa hanya penuh perhatian terhadap materi perkuliahan sampai maksimal 20 menit pertama saja.  Untuk itu, dosen harus berusaha semaksimal mungkin untuk memasukkan teknik-teknik jenaka untuk menarik kembali perhatian mahasiswa terhadap materi perkuliahan.  Ada banyak teknik yang dapat dilakukan untuk hal tersebut, tetapi bukan untuk dibahas disini.
  • Kedelapan, Mengajar yang baik adalah memberikan perhatian, membimbing, dan mengembangkan daya pikir serta bakat para mahasiswa.  Mengajar yang baik berarti mengabdikan atau menyediakan waktu kita bagi setiap mahasiswa.  Juga berarti mengabdikan diri untuk menghabiskan waktu kita untuk memeriksa hasil ujian, mendesain atau meredisain perkuliahan, menyiapkan bahan-bahan ajar untuk lebih memperbaiki perkuliahan. Bagi yang pernah mengikuti pelatihan Applied Approach dan Pekerti (Pengembangan Keterampilan Teknik Instruksional) tentu dapat memahami bahwa hanya untuk menyusun SAP dan GBPP saja, berapa besar energi dan banyak waktu yang harus kita curahkan.  Tapi itulah resiko sebuah pekerjaan.  Bukankah tak ada yang memaksa kita untuk menjadi dosen, jadi ketika sekarang kita sudah menjadi dosen, mengapa tidak sekalian saja kita bersikap profesional?
  • Kesembilan, Mengajar yang baik harus didukung oleh kepemimpinan yang kuat dan visioner serta oleh institusi yang juga mendukung, baik dalam sumberdayanya, personalianya, maupun dananya.  Mengajar yang baik harus merupakan penggambaran dari pelaksanaan visi dan misi institusi yang selalu harus diperbaiki dan diperbaharui, bukan hanya dalam perkataan tetapi juga dalam perbuatan.
  • Kesepuluh, Akhirnya, mengajar yang baik adalah memiliki kesenangan, dan kenikmatan batin, yaitu ketika mata kita menyaksikan bagaimana mahasiswa kita menyerap ilmu yang kita berikan, bagaimana pemikiran mahasiswa menjadi terbentuk, sehingga mahasiswa kemudian menjadi orang yang lebih baik.  Seorang pengajar yang baik akan melakukan tugasnya bukan semata karena uang atau karena sudah merupakan kewajibannya, tetapi karena ia menikmati pekerjaannya, dan karena ia menginginkan pekerjaannya itu.  Seorang pengajar yang baik tidak dapat membayangkan ia akan dapat melakukan hal atau pekerjaan lain selain mengajar dan mengajar.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman atau anda yang mungkin berprofesi sebagai pendidik. semoga ilmu kita diberikan keberkahan.

Keberkahan dalam ilmu yang berarti ilmu kita bertambah,  kita diberikan kemudahan dalam memahami dan mencari ilmu, kita diberikan kemudahan dalam menyampaikan ilmu kita, serta orang yang menerima ilmu kita Allah berikan kemudahan dalam memahami apa yang kita sampaikan…aamin

Thanks to :

%d bloggers like this: