Ta’aruf Solusi Bagimu yang Galau Karena Cinta


Konsep-Dasar-Taaruf-Dalam-Islam-300x213

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (QS. An-Nur : 26)

Jalan untuk menemukan cinta sejati memang terkadang tidak mudah. Setelah jatuh cinta berkali-kali, belum tentu kamu berhasil menemukan cinta sejati yang sudah kamu harapkan itu. Ada yang masih giat mencoba kembali berpacaran, tapi ada juga yang memilih berjuang lewat jalan lain tanpa pacaran sebelumnya. Ta’aruf namanya.

Bagi kamu yang belum tahu, ta’aruf adalah proses perkenalan yang ada di dalam agama Islam yang diperuntukkan bagi manusia dewasa yang sudah siap melanjutkan hubungan yang lebih serius. Apakah kamu termasuk salah satu yang sudah lelah berusaha menemukan cinta sejati lewat proses pacaran? Nah berikut ada beberapa alasan yang perlu memulai mencari cinta sejatimu melalui ta’aruf.

1. Melalui Ta’aruf, Perjalanan Cintamu Jadi Lebih Terarah

Ta’aruf itu perkenalan yang bisa melibatkan orangtua, guru mengaji, orang orang terdekat atau lembaga. Jadi ketika kamu mulai bersedia untuk melakukan ta’aruf, calon pasangan jelas sudah tahu maksudmu adalah ingin menikah, baik cepat atau lambat.

Karena keseriusan kalian akan ditanyakan oleh pihak-pihak yang terlibat sebelumnya, jadi kamu tak perlu khawatir dengan pertanyaan “Mau dibawa kemana hubungan kita?”. Karena hubungan kalian kedepannya harus dipastikan secepatnya.

2. Kamu Juga Terhindar Dari Segala Bentuk PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Dalam proses ta’aruf, kamu diberikan waktu untuk memutuskan apakah mau melanjutkan prosesnya atau tidak. Prosesnya dari kenalan sampai berkunjung kekeluarga. Jadi kamu harus memastikan hatimu setegas mungkin. Jika tidak, kamu bisa menghentikannya, jika iya kamu bisa tetap lanjut hingga pernikahan. Tidak ada lagi bentuk harapan-harapan semu yang membuatmu galau setiap hari.

3. Kalau Ta’arufmu Gagal, Hatimu Tak Hancur Berkeping Keping.

Karena proses ta’aruf yang tidak sampai bertahun tahun. Ketika gagal, kamu akan terhindar dari patah hati yang berkeping keping. Dengan proses ini setidaknya kamu tidak berlarut-larut dalam patah hati yang merana atau jalinan cinta yang lama tidak bermuara. Kalau gantung-gantungan langsung cut, cari yang lain. Lagipula, hatimu itu bukan jemuran ‘kan?

4. Proses Saling Mengenal Menjadi Lebih Jujur Dan Apa Adanya.

Tidak jarang kebanyakan orang ketika proses PDKT (Pendekatan) merasa perlu menunjukan kesan-kesan yang baik (Pencitraan). Alasannya sih sederhana: kamu ingin mendapatkan hatinya dengan menunjukkan sisi baikmu.

Sedang jika saling mengenal lewat proses ta’aruf, kamu tidak bisa menyembunyikan keburukanmu. Karena proses ini melibatkan orang terdekat kita atau si dia.

5. Dimana Lagi Kita Bisa Menulis Kriteria Jodoh Sesuai Dengan Yang Kita Impikan? Hanya Lewat Ta’aruf!

Ada berbagai proses ta’aruf, salah satunya dengan proposal. Di sana kamu juga bisa menulis kriteria pasangan idaman yang kamu inginkan. Jadi, kamu juga bisa milih jodoh seperti apa. Cewek dan cowok boleh memilih. Kalau gak cocok, ya sudah. Kalau cocok, lanjut. Nyari yang bukan perokok? Nyari yang bisa baca Al-Quran dengan lancar? Atau nyari yang romatis? Semua bisa kamu tuliskan dengan gamblang.

6. Ta’aruf Itu Cenderung Dirahasiakan Prosesnya. Jadi Kalau Hubungan Kalian Gagal, Kamu Tidak mendapat Cap Playboy Atau Playgirl.

Proses ta’aruf lebih melibatkan komunikasi pihak-pihak yang berkaitan saja, seperti antar keluarga. Apa kabar dong kalau kamu udah gagal ta’aruf beberapa kali? Tenang saja, dunia gak bakal tahu sejarah ta’arufmu dengan siapa saja. Kamu gagal mendapatkan cinta sejatimu karena sebagian besar calon pasanganmu dengan karaktermu yang tidak romantis? Atau kamu gagal karena si dia nanti tidak mau tinggal diluar negeri?. Kamu tidak akan dicap playboy atau playgirl. Sebab orang-orang terdekat pasti menjaga rahasiamu.

6. Kamu Jadi Lebih Gampang Move On Dari Kegagalan Cinta.

Paling lama proses ta’aruf adalah 4-6 bulan, selebihnya BUKAN taaruf lagi. Dengan kegagalan dari proses yang singkat ini, tentu saja kamu jadi lebih gampang move on. Belum banyak hal yang membekas dihatimu, belum banyak hal yang dikorbankan untuk mendapatkan cinta sejatimu. Saat gagal, kamu jadi lebih gampang move on, dan mencari lagi cinta sejatimu.

7. Dengan Ta’aruf Kamu Bisa Mengenal Calon dan Mengumpulkan Informasi Sebanyak-Banyaknya Dalam Waktu yang Sesingkat-Singkatnya.

Kamu bisa mencoba mencari cinta sejatimu melalui ta’aruf. Informasi tentang calon kita bisa dari orang orang terdekat, jadi lebih terpercaya, akurat. Karena dalam proses taaruf terkadang yang ribet bukan yang sedang ta’aruf, tapi pihak comblangnya. Mereka akan sibuk membantu kita untuk memperoleh informasi sebanyak banyaknya untuk meyakinkanmu. Selain itu, kamu tidak buang-buang waktu untuk penjajakan terlalu lama.

8. Ta’aruf Membuatmu Lebih Percaya, Tuhan Pasti Sudah Menyiapkan Jodoh Terbaik Buat Kita.

Setelah lama sendiri, memutuskan tidak pacaran, dan kesepian sendirian diantara teman-temanmu yang punya pasangan, dalam proses taaruf tidak jarang kamu akan mendapatkan kejutan-kejutan kecil yang membuatmu keheranan, betapa kerennya Tuhan mempertemukan pasangan untuk kita. Eh kok bisa ketemu si A? Wah, laki laki soleh yang selama ini kamu idam-idamkan ternyata mau diperkenalkan sama kita.

9. Pasca Menikah, Perjalanan Cintamu yang Sebenarnya Dimulai. Minim Drama, Dengan Visi yang Sama

Tentu saja, kamu baru bisa memulai pacaran setelah menikah. Kamu bisa lebih bebas mau ngapain saja dengan pasanganmu. Tak jarang, dasar pernikahan yang dimulai dengan ta’aruf bukan hanya cinta, tapi komitmen. Karena mereka berani untuk mencintai orang yang belum lama kita kenal. Komitmen untuk saling mencintai pasangan selamanya, dan rasa tanggungjawab atas pilihan yang telah diambilnya. Ta’aruf menghindarkanmu dari drama, memberimu pilihan untuk menjalani hubungan dengan visi yang sama.

Ta’aruf adalah salah satu cara yang bisa kamu pilih untuk menemukan cinta sejatimu. Menikmati pacaran setelah menikah adalah salah satu perbedaan dari proses menemukan cinta sejati melalui pacaran. Jadi, kenapa harus galau kalau masih sendiri?

Kamu bisa coba cara ini jika memang sepakat pada konsepnya. Selamat menemukan cinta sejatimu, semoga beruntung! Semangat Para Pejuang!! Semoga Allah selalu menyertaimu…Aaamiin

Thanks to :

Sekian sharing artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 27-11-2014

GusnaNuri

Ayat-ayat Cinta di dalam Al-Qur’an


Ya Allah…
Ketika ku katakan : Hamba disakiti
Engkau menjawab : “… janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS.Az-Zumar : 53)

Ketika ku katakan : Tak ada yang mengerti kegalauan hati hamba
Engkau menjawab : “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (QS.Ar-Ra’du : 28)

Ketika ku katakan : Begitu banyak orang yang menyakiti hamba
Engkau menjawab : “Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka…” (QS. Ali Imran : 159)

Ketika ku katakan : Hamba sangat kesepian
Engkau menjawab : “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS.Qaaf :16)

Ketika ku katakan : Dosa hamba melimpah
Engkau menjawab : “…dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah.” (QS. Ali Imran : 135)

Ketika ku katakan : Jangan tinggalkan hamba
Engkau menjawab : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu” (QS. Al-Baqarah :152)

Ketika ku katakan : Masalah hamba sangat banyak
Engkau menjawab : “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. At-Thalaq :2)

Ketika ku katakan : Impian hamba banyak yang tidak menjadi nyata
Engkau menjawab : Berdo’alah kepada-Ku,niscaya akan Ku-perkenankan bagimu” (QS. Al-Mu’min : 60)

Ya, Allah…
Bagaimana mungkin hamba-Mu yang hina ini tidak mencintai-Mu sepenuh jiwa dan raga?

http://sajaktanpaaksara.blogspot.com/love-allah.html

Muhasabah Cinta-EdCoustic


muhasabah (introspeksi, mawas diri)

Wahai… Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan… Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi….
Muhasabah cintaku…

Tuhan… Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

Back to Reff.

Cinta menurutku


Mmmm…cinta! Menurutku,
Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar
Namun jika cinta kudatangi, aku jadi malu pada keteranganku sendiri
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang.
Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang

Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
bagaikan keledai terbaring dalam lumpur


 

Bintun Nahl

Puisi Cinta Programmer(sintax error)


Logika Yang Kupunya membingungkan Sudah berulang kali aku debug Tak satupun bug kutemui Borland sudah tak memadai AI mungkin yang bisa memahami Area abu-abu yang engkau tawarkan

Pendekatan struktural berantakan tak karuan Objekku adalah representasi class-mu

Engkau bahkan bukan lagi variabel bagiku Engkau adalah konstanta abadi yang tak tergantikan

Wajahmu indah seperti Microsoft Silverlight Hidungmu mancung seperti SQLyog Rambutmu panjang seperti PostgreSQL Tubuhmu langsing bak Notepad

Kini aku telah terpesona dengan user interface mu dotNet telah memberikan mu pesona bidadari Bidadari dari garbage collection Namun, aku bersedia menjadi garbage collector bagi mu

Semenjak perkenalan kita di pulau Java Sewaktu aku bertarung dengan Python untuk menyelamatkan mu Aku semakin terpuruk dari semua itu

Aku telah mengupload semua kode Perl ke tubuh mu Mengcompile dan mendebug kode ku Ku upload kode C untuk memberikan C-inta ku kepada mu Aku berhari-hari mengejar PHP demi kamu Sampai berkeringat Action Script Namun hasilnya adalah Core Dump, Segmentation Fault Syntax Error, Exception, Runtime Error 13, Invalid Memory Allocation

Gambas sudah usahaku Fortran sudah nasib ku Cobol sudah hidupku Prolog sudah nafasku

Tanpa mu, hidupku bagaikan bahasa tanpa compiler… Tanpa mu, hidupku bagaikan C# tanpa dotNet framework… Tanpa mu, hidupku bagaikan PHP tanpa MySQL…

Rambutmu panjang hitam bagaikan background-color body css ku Senyummu indah seindah template andalanku Sinar matamu menghangatkan setiap langkahku

CSS telah memberikan mu pesona bidadari Bidadari dari beribu variable $ Mendefinisikan class utama contrucktor kecantikanmu

Kenangan session id tentang kamu Selalu membayang dalam cookies browser ku Mengingatkanku akan login dirimu Menyegarkan hatiku seperti auto refresh AJAX dalam kolom chatbox ku

Aku semakin terpuruk dari semua itu Berhari-hari ku query MySQL mengejar dirimu Tak sebayang pun mendapatkan mysql_fetch_array mu Selalu mysql zero return

Kuyakin ini akan jauhnya keberadaanmu Sejak diriku di pulau JAVA dan dirimu di Batam Sekeras apapun javascript menciptakan layout dirimu Sebanyak apapun MySQL query LEFT JOIN dan UNION ALL Sepanjang apapun VBSCRIPT mencoba ciptakan bayangmu Serumit apapun Perl mengeksekusi Engkau semakin jauh…… Sehingga server down

Kucoba /etc/init.d/apache restart Kuharap dengan enable register_global PHP.ini akan dapat menemukanmu Tapi… Syntax Error, Exception, Runtime Error, Invalid Memory Allocation Hacking attemp meleburkan variable $ dirimu

Kini ku coba switch class dirimu Terlalu sulit dengan berjuta public function Terlalu rumit dengan beribu var array

Bidadariku……. Bukalah hatimu untuk $_REQUEST ku Tak akan terluka walaupun banyak yang mencoba SQL Inject Kan kulindungi dengan htmlspecialchars(addslashes()) dan mysql_real_escape_string()

Diriku hampa tanpa dirimu…

Depok, 20-01-2011

noname

Ya Allah ajari aku cinta


Khalwat berasal dari kata khalaa-yakhluu-khalwah, artinya menyendiri. Istilah Khalwat dalam Islam digunakan untuk hubungan antara dua orang yang menyepi atau berdua-duaan di suatu tempat tanpa ada mahram atau muhrim-nya. Cinta adalah anugerah Tuhan yang terindah, cinta itu suci dan halal, namun cinta bisa menjadi haram, apabila kita salah dalam mengamalkannya. Cinta yang tidak dipagari oleh ikatan perkawinan yang sah menurut syariat Islam adalah haram hukumnya.

Allah berfirman dalam Al-Quran, surah Al-Isra’ ayat 32 :
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang amat buruk.” (QS 17:32).

Dalam ayat tersebut sangat jelas dan tidak perlu penafsiran lagi bahwa Allah melarang kita untuk sekedar mendekati zina, apalagi sampai melakukannya. Larangan mendekati di sini bermakna preventif atau antisipatif. Mengapa zina tidak boleh didekati? Logika yang paling mungkin adalah karena Allah Maha Tahu bahwa orang yang mendekati zina tidak akan mungkin bisa selamat dari zina oleh karena lemahnya manusia dan hebatnya tipu daya syaitan.

Imam Ibn Katsir menafsirkan makna dari kata laa taqrabu adalah janganlah kalian mendekati dan melakukan perbuatan yang dapat menjadi sebab bagi terjadinya perzinaan atau mengajak kepada zina tersebut karena itu adalah merupakan dosa besar dan perbuatan yang amat buruk. Oleh karenanya, jelaslah bahwa semua perbuatan yang mendekati zina, seperti berduaan, memegang, saling memandang, berciuman dan seterusnya, hukumnya haram berdasarkan ayat ini.

Dalam ajaran dan sejarah islam tidak dikenal istilah pacaran, sehingga tidak dikenal pula istilah pacaran islami sebagaimana didengung-dengungkan oleh pihak-pihak yang ingin membenarkan pacaran yang dibungkus dengan istilah Islam, seakan-akan perbuatan tersebut sesuai dengan ajaran Islam, padahal Nabi dan para sahabatnya tidak pernah menganjurkan dan mencontohkan prilaku berpacaran.

Rasulullah tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berdua-duaan dengan lawan jenis tanpa didahului oleh ikatan perkawinan yang sah menurut syariat Islam.

Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Jangan sekali-kali seorang laki-laki menyendiri dengan wanita kecuali ada muhrimnya, dan janganlah seorang wanita bepergian kecuali bersama muhrimnya (HR. Bukhari-Muslim).

Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW juga pernah bersabda :
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka jangan sekali-kali dia berdua-duaan dengan seorang perempuan yang tidak bersama muhrimnya, karena yang ketiganya adalah syaitan (HR. Ahmad).

Ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah sangat memuliakan wanita, sehingga apabila ada seorang pria yang menyukai seorang wanita, maka wajiblah ia untuk datang melamar dan menikahi wanita yang dimaksud secara baik-baik menurut syariat Islam.

Pertanyaannya, mungkinkah kita menikah tanpa didahului pacaran? Salah satu teman di facebook mengungkapkan :
“Saya ketemu istri saya, satu minggu kemudian kami langsung menikah dan Alhamdulillah dengan kasih sayang Allah, kami telah pacaran dalam pernikahan hampir 18 tahun, oh ya, dia berjilbab ketika jilbab masih sesuatu yang asing dan nyaris tabu di negeri ini.”

Jadi terjawab sudah bahwa wanita muslim apalagi yang mengenakan jilbab/kerudung diharamkan untuk berkhalwat atau berpacaran. Lalu mengapa teman saya itu memilih untuk melanggar larangan agamanya sendiri demi pacarnya? Mungkin karena rasa cintanya kepada pacarnya itu, masih jauh lebih besar daripada cintanya kepada Allah. Cintanya yang besar itu juga belum mampu memberinya spirit untuk berani memutuskan untuk menghalalkan hubungannya itu dalam pernikahan yang sah.

“Jiwa hampa tanpa Cinta, Hati hampa tanpa Iman. Ya Allah ajari hamba untuk mencintai-Mu, sebelum hamba mencintai makhluk-Mu”

Semoga artikel ini bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamin

Depok, 15-01-2011

noname

Semua tentang Cinta


“Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.” Hamka


“Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.” Hamka


“Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.” Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)


“Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.” Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)


“Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.” Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)


“Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.” Ali bin Abi Thalib


“Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.” A’idh Al-Qorni


Thanks for  : http://blog.al-habib.info/id/kata-mutiara-islami-tentang-cinta


Depok, 22-06-2010

noname


%d bloggers like this: