Backup Database MySQL Dengan Metode Replikasi


ri32_mysql_backup

Pendahuluan

Setiap organisasi yang memiliki database perlu melakukan aktivitas backup secara periodik. Sebagai bentuk antisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. 2 metode yang pernah saya terapkan adalah metode dump file dan metode replikasi.

Metode Dump File .SQL

Metode ini menggunakan script tertentu dan fungsi mysqldump sehingga terbentuk sebuah file dengan penamaan sesuai dengan periode waktu membackup database. Sedangkan untuk penjadwalannya memanfaatkan fasilitas window scheduler. Untuk tutorialnya bisa dibaca di blog berikut ini membuat-jadwal-backup-database-otomatis.

Namun saya menemukan kelemahan dari metode ini. Setelah berjalan beberapa lama file .SQL yang tercipta di PC backup terus terbentuk. bayangkan jika setiap filenya berukuran 2GB dan dibackup setiap hari. Maka perlu setiap minggu dilakukan penghapusan file di PC backup.

Ditambah, jika terjadi kesalahan atau error sistem sehingga perlu adanya tindakan restore database maka kita harus mengupload file database yang telah kita backup sebelumnya. dari pengalaman saya untuk import database jika terdapat field yang menampung jenis data BLOB. saya mengalamasi kesulitan karena didalam field BLOB terdapat karakter tertentu sehingga proses import selalu gagal. Sehingga saya menggunakan metode yang lain yaitu replikasi database.

Metode Replikasi Database

Replikasi database adalah seperangkat teknologi yang digunakan untuk menyalin dan mendistribusikan data dari satu database ke database yang lain. Dan selanjutnya, mensinkronisasikan antar database untuk menjaga konsistensi.

Dalam implementasi metode ini saya masih menggunakan PC backup sebagai SLAVE yang menampung data dari Database Server sebagai MASTER. Namun bedanya data dari master tidak ditampung ke dalam dump file .SQL tapi langsung disimpan ke database lokal yang ada di PC backup.

Dengan menggunakan metode ini, tidak perlu banyak file yang terbentuk dari proses backup database. cukup sediakan satu database lokal yang bertindak sebagai SLAVE. yang menampung data dari MASTER secara periodik. karena data nya sudah di sinkronisasi antar 2 database. Sehingga jika terjadi kerusakan data dapat dengan cepat di import dari SLAVE ke MASTER. untuk tutorialnya bisa dibaca di blog berikut ini synchronize-database-mysql-menggunakan.

Namun saya menemukan kelemahan dari metode ini, jika ternyata terdapat kesalahan data di database server dan databasenya sudah di sinkronisasi dengan database lokal secara periodik. maka jika kita ingin mengimport database di SLAVE ke MASTER datanya telah ikut terkontaminasi.

Penutup

Setiap metode ada kekurangan dan kelebihannya. tinggal kita memilih apakah menggunakan salah satu metode atau menggunakan kombinasi 2 metode.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 02-04-2018

KangAgus

 

Advertisements

Manajemen Project dengan Assembla dan Tortoise


ri32-assembla

Latar Balakang

Setelah di artikel sebelumnya saya membahas VisualSVNServer dan TortoiseSVN, sekarang saya coba membahas tentang Assembla dan TortoiseSVN. sebagai alternatif jika kita tidak memiliki server yang bisa di akses secara online. kita bisa menggunakan Assembla sebagai SVNserver online dan TortoiseSVN sebagai aplikasi clientnya.

Cara Menggunakan Assembla

  1. Daftar dan Login ke situs Assembla
  2. Pilih tanda plus warna hijau->New Space
  3. Masukan nama project misalnya ri32-webproject
  4. Buat repository baru misalnya mywebproject
  5. Pilih tipe repository : subversion
  6. Create Repository
  7. Setelah berhasil, maka akan masuk ke halaman project
  8. Kemudian klik menu checkout->copy urlnya misalnya https://subversion.assembla.com/svn/ri32-webproject/

Cara Instalasi TortoiseSVN

  1. Buat folder baru di htdocs misalnya ri32-webproject
  2. Klik kanan di folder tersebut->SVN Checkout
  3. Paste url yang didapat dari assembla dengan menambahkan /trunk
  4. Kemudian klik OK
  5. Masukan username dan password yang sama digunakan saat login ke assembla
  6. Jika berhasil, maka folder project tadi ada centang warna hijau tanda sudah terhubung ke server assembla

Cara Penggunaan 

Untuk penggunaanya sama dengan cara penggunaan pada artikel sebelumnya, bedanya saat commite, maka file sourceode kita diupload dan disimpan di server assembla.

Mengingat Assembla adalah produk yang berbayar maka pasti ada fitur-fitur yang tidak bisa dipakai untuk versi free. teman-teman mungkin bisa mencari alternatif lain diluar sana.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 28-09-2017

KangAgus

Manajemen Project dengan SVNServer dan Tortoise


ri32-svnServer

Latar Belakang

Misalnya kita mempunyai sebuah project web, dan project itu dikerjakan oleh lebih dari 1 orang programmer. maka kita butuh suatu software atau aplikasi yang kita gunakan untuk manajemen source code, sehingga kita bisa mengetahui siapa yang terakhir mengedit file source code, jika ada terjadi kesalahan dalam source code kita dapat mengembalikan ke versi file sebelumnya. dan masih banyak lagi fitur-fitur yang bisa kita explore dan dapat membantu kita dalam proses development.

Menurut wikipedia sendiri definisi SVN atau Subversion adalah suatu perangkat lunak sumber terbuka pengontrol versi yang dapat mengatur proses pengembangan perangkat lunak yang dilakukan oleh suatu kelompok pemrogram yang terpisah menjadi runut dan teratur.

Yang Diperlukan

Untuk menerapkan konsep SVN dalam project, saya biasanya menggunakan VisualSVNServer sebagai aplikasi server tempat pengimpanan source code project dan TortoiseSVN sebagai aplikasi client untuk menghubungkan file di komputer local dengan file yang ada di komputer server.

Dalam project saya biasanya menggunakan istilah lingkungan sandbox dan production. sandbox adalah komputer yang digunakan untuk proses development sedangkan production adalah komputer atau server tempat aplikasi atau sistem kita berada dan digunakan oleh end user. Dibawah ini akan saya jelaskan cara penggunaan 2 aplikasi SVN. kita asumsikan bahwa project kita berbasis website yang disimpan di htdocs, sistem operasi windows, dan menggunakan jaringan LAN.

Cara Instalasi VisualSVNServer

  1. Download VisualSVNServer
  2. Setelah diinstall maka jalankan aplikasinya
  3. Buat user SVN misalnya ri32-dev
  4. Setelah user dibuat, maka buat repositori misalnya ri32-project
  5. Klik kanan repositories->create new repositories->reguler FSFS repository
  6. Beri nama repository->single project repository->all subversion user have read/write access
  7. Klik tombol Create->Finish

 Cara Instalasi TortoiseSVN

  1. Download TortoiseSVN
  2. Setelah di install, maka fungsi-fungsinya akan muncul saat kita melakukan klik kanan disuatu file project
  3. Kemudian kita ke SVNServer->klik kanan nama repository->Copy URL to Clipboard
  4. Buat folder di htdocs misalnya ri32-project
  5. Kemudian klik kanan di folder tersebut->SVN Checkout
  6. Kemudian paste URL tadi dengan menambahkan /trunk misalnya http://client-41:8080/svn/ri32-project/trunk
  7. Setelah itu klik OK
  8. Jika ada kotak login, maka masukan username dan password user SVN yang telah dibuat sebelumnya
  9. Jika berhasil, maka difolder tersebut akan ada tanda ceklis hijau

Cara Menggunakan SVN

  1. Misalnya jika membuat sebuah file index.php di folder ri32-project
  2. Kemudian kita klik kanan folder project->SVN Commit->Check All->OK
  3. Maka file sourcecode kita akan disimpan di aplikasi SVNServer
  4. Jika kita melakukan perubahan ke file index.php maka akan ada tanda seru warna merah pada folder project
  5. Jika perubahan itu sudah fix, maka kita bisa meng commit kembali di folder project atau langsung commit di file index.php tersebut
  6. Jika perubahan itu dilakukan oleh orang lain dan kita ingin mengupdate sourcecode kita, maka klik kanan folder project->SVN Update
  7. Jika ingin mengembalikan project ke versi sebelumnya maka klik kanan folder->TortoiseSVN->Revert
  8. Jika ingin mengembalikan project atau file project ke versi tertentu maka klik kanan->TortoiseSVN->Update to revision

 

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 28-09-2017

KangAgus

Membuat Aplikasi Simulasi UNBK dengan Codeigniter dan MySQL


ri32-simulasi-ujian-unbk-tryout-online

Latar Belakang

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Maksud dari artikel ini adalah ingin membantu sekolah yang ingin membuat aplikasi simulasi UNBK berbasis web. Selain untuk simulasi UNBK, aplikasi ini juga dapat dikembangkan untuk kebutuhan tryout online, simulasi dan ujian online secara umum.

Aplikasi ini bersifat responsive artinya dapat menyesuaikan tampilan saat diakses baik oleh browser handphone maupun komputer desktop. Aplikasi ini dibuat menggunakan framework Codeigniter dan database MySQL dengan fitur sebagai berikut :

Fitur Admin :

  • Setup siswa
  • Setup Soal-soal
  • Setup Kegiatan Ujian
  • Setup Pemilihan Soal
  • Dapat melihat detail hasil ujian siswa
  • Dapat meng-copy hasil ujian siswa ke excel
  • Dapat me-reset hasil ujian siswa

Fitur Siswa :

  • Menu Tryout
  • Klik tombol kerjakan soal
  • Klik tombol panduan aplikasi
  • Soal tampil secara random (acak)
  • Dapat melihat hasil ujian beserta rinciannya

Tampilan Aplikasi Web :

ri32-admin-edukasi-online

ri32-admin-kegiatan-ujian

simulasi-unbk-tryout-online-ujian-ri32-2

simulasi-unbk-tryout-online-ujian-ri32-3

Silahkan daftar dan login untuk menggunakan aplikasi ini e-dugi.com

Baca Juga membuat-sistem-monitoring-dan-evaluasi-menggunakan-codeigniter

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Kang Agus

Bogor, 19-05-2017

Cek Pemakaian Hardisk dengan Software WinDirStat


27-01-2015 8-49-03
Latar Belakang

Ketika saya cek kapasitas terakhir hardisk di drive C, ternyata sisanya tinggal sedikit. padahal belum banyak software yang terinstall. Saya khawatir ada virus yang membuat file dengan ukuran besar.

Saya pun mengecek pemakaian hardisk dengan menggunakan software windirstat.

Download

https://windirstat.info/download.html

Cara Pemakaian

  • Pertama cek drive C: apakah ada file dengan ukuran yang besar
  • Cek folder document and setting, folder temp
  • Cek folder adobe photoshop. biasanya terdapat file temporial untuk menyimpan file gambar.
  • Tidak disarankan untuk menghapus file pagefile.sys, dan file hiberfil.sys walaupun ukuran filenya besar.

Saat itu di laptop saya, file yang memiliki ukuran yang besar adalah file temporial adobe photoshop memiliki ukuran sekitar 10GB. setelah saya hapus, kemudian saya cek kapasitas hardisk. dan hasilnya sisa dari kapasitas hardisk meningkat.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 27-01-2015

GusnaNuri

Integrasi Database antara Aplikasi SIBILING dengan SINO


database-integration

Latar Belakang

Sebelumnya saya telah membuat dua sistem informasi yaitu Sistem Informasi Nilai Online (SINO) dan Sistem Informasi Bimbingan Konseling (SIBILING).

Dua aplikasi tersebut memiliki master data yang sama yaitu data induk guru, siswa, orangtua, dan kelas. sehingga saya melakukan integrasi dari sisi database untuk menyatukan 2 aplikasi tersebut. Sehingga saat ini untuk aplikasi SIBILING memiliki 2 versi yaitu versi standalone dengan database sendiri dan versi integrasi database dengan SINO.

Tampilan Login SINO

Tampilan Login SIBILING

Sekian informasi dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 07-12-2014

GusnaNuri

%d bloggers like this: