Profil Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Muhajirim Salak 3 Depok


logo-sdi-almuhajirin-salak3-depokLatar Belakang

Artikel kali ini saya membahas mengenai profil sekolah SDI Almuhajirin salak 3 Depok. Kebetulan sekolah ini berdekatan dengan mesjid dan tempat kosan saya waktu kuliah dulu. jadi saya berniat untuk membantu dalam mempromosikan SDI Almuhajirin salak 3 Depok yang Alhamdulillah sedang berkembang.

Sejarah Sekolah

Sekolah ini digagas sudah sejak tahun 2011 lalu, dengan pematangan konsep sekolah, konsultasi, observasi dan lain sebagainya. Akhirnya berlanjut pada rancangan Visi dan Misi, Model Sekolah, Rencana kegiatan, anggaran dasar dst ditahun 2012. dan Alhamdulillah…dibawah naungan Yayasan Al Muhajirin Salak Tiga SDI Al Muhajirin resmi didirikan dengan dihadiri para TOKOH Masyarakat. Hingga langsung membuka pendafataran Gelombang 1 sebagai siswa generasi Pertama.

Alamat Website

sdi-almuhajirinsalak3.sch.id

Jika ada teman-teman yang sedang mencari tempat sekolah dasar islam di sekitar kota Depok untuk anaknya, keponakan, atau anak sodaranya. silahkan berkunjung ke SDI Almuhajirin salak 3 Depok.

Untuk informasi kontak, alamat, visi misi, kegiatan sekolah, sarana dan prasarana. Silahkan kunjungi alamat website SDI Almuhajirin salak 3 Depok.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 16-03-2015

GusnaNuri

Ajaran Islam mengenai kasih sayang


“Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia maka Allah tidak akan menyayanginya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Sesungguh nya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang”. (HR. al-Bukhari)

“Orang-orang yang penyayang, maka Allah akan menyayangi mereka. Sayangilah penduduk bumi maka penduduk langit akan menyayangi kalian”. (HR. At-Tirmidzi)

“Jikalau kalian memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. At-Taghabun:14)

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur :22)

“Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang muslim maka Allah akan membalasnya dengan menghilangkan satu kesulitan dari kesulitan-keslitan yang ada pada hari Kiamat”. (HR. al-Bukhari)

“Barangsiapa berada di dalam kebutuhan saudaranya maka Allah berada di dalam kebutuhannya”. (HR. Imam Muslim)

Continue reading

Etika Bisnis Dalam Islam


Siapa yang ingin rezekinya dilapangkan Allah atau ingin usianya dipanjangkan, maka hendaklah ia menyambungkan silaturahim. (HR Muslim, dari anak bin malik Ra)

Jika kalian berserah diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, niscaya Dia menjamin rezekimu sebagaimana Dia menjamin kebutuhan burung yang terbang dipagi hari dengan perut kosong dan kembali pada sore hari dengan perut kenyang. (HR. Imam Tirmidzi, Nasa’i Ibnu Majah dan Ibnu Hiban)

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang lurus. itulah lebih bagus akibatnya (QS. Al-Isra : 35)

Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib sebelum ia menjelaskan aibnya. (HR. Al-Quzuwaini)

Saudagar yang jujur dan dapat dipercaya akan dimasukan dalam golongan para nabi, orang-orang jujur dan para syuhada. (HR.Tirmidzi)

Allah mengasihi orang yang bermurah hati ketika menjual, membeli, dan menagih (HR. Bukhari dari Jabir bin Abdullah Ra)

Padagang yang baik adalah pedagang yang mudah dalam membeli dan mudah dalam menjual. (HR. Bukhari dari Jabir Ra)

Yang dinamakan berjualan dengan sumpah palsu adalah usaha untuk melariskan barang dagangannya, lagi berusaha dengan cara yang tercela. (HR Bukhari dan Muslim)

Dua orang yang berjual beli masing-masing mempunyai hak pilih (untuk meneruskan jual beli atau tidak) selama keduanya masih belum berpisah, jika keduanya berlaku jujur dan berterus terang menjelaskan (keadaan barang yang diperjualbelikan), maka keduanya mendapat berkat dengan jual beli mereka. tetapi jika mereka berdusta dan menyembunyikan cacat, hilanglah berkat jual beli mereka (HR Muslim dari Hakim bin Hizam Ra)

Tidak boleh orang kota menjadi perantara niaga bagi orang desa. biarkanlah orang memperoleh rezeki Allah satu dari yang lainnya (HR Muslim dari Jabir Ra)

Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu (HR Bukhari dari Abdullah bin umar Ra)

Thanks to :

  • Judul Buku :  “Marketing Muhammad”
  • Penerbit : Madani Prima
  • Penulis : Thorik Gunara & Utus Hardiono Sudibyo

Lakukan yang terbaik, Allah yang menggerakan hati pembeli.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Depok, 27-12-2011

noname

Doa dan Nasehat untuk Sahabat


Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran. (Al ‘Ashr: 1-3)

  • Assalamualaikum, Artinya “Semoga diberikan keselamatan atasmu”. diucapkan ketika bertemu dengan seorang sahabat atau memulai suatu pembicaraan.
  • Laa tahzan, innallaaha ma’anaa, Artinya “jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. nasehat untuk sahabat muslim yang sedang bersedih hati. semoga allah memberikan jalan keluar untuk masalahnya.
  • Laa taghdhob fa lakal jannah, Artinya “janganlah marah, maka surga bagimu”. nasehat untuk sahabat muslim yang sedang marah. semoga allah menenangkan hatinya.
  • Syafakillah/syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman, Artinya “semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya”. diucapkan ketika mendengar atau menjenguk sahabat yang sedang sakit.
  • Jazakallahu ma bi khair, Artinya “Semoga allah membalasmu dengan kebaikan”. Diucapkan ketika mendapatkan kebaikan dari sahabat atau orang lain sebagai ucapan terima kasih.

Depok, 27-09-2011

noname

Ucapan-ucapan yang baik dalam islam


Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaaf : 18)

  • Bismilah, artinya “Dengan menyebut nama Allah”. Diucapkan ketika memulai melakukan sesuatu yang baik.
  • Subhanallah, artinya “Maha Suci Allah” .Diucapkan ketika merasa takjub melihat sesuatu atau pemandangan yang baik-baik, karena kebesaran Allah atas ciptaan-Nya yang bisa membuat hati bergetar bisa juga dengan mengucapkan Allahu Akbar.
  • Laa Haulaa Walaa Quwwataa Illaa Billaah artinya “Tidak ada daya dan upaya dan kekuatan melainkan hanya Allah semata” Diucapkan ketika menghadapi sesuatu hal yang berat sehingga kita tidak dapat menghadapinya. ucapan seperti ini bisanya dimaksudkan untuk berserah diri kepada Allah dan untuk meminta pertolongan kepada Allah semata.
  • Insya Allah, artinya “Jika Allah Menghendaki” Diucapkan ketika diminta untuk berjanji tetapi khwatir tidak sanggup menepati,yang mana lebih baik berjanji harus ditepati apabila tidak sanggup jangan berjanji ,dan perkataan Insya Allah pun harus diikuti dengan penjelasan nya kepada seseorang  yang berarti penyerahan diri terhadap segala hal yang akan kita lakukan yang mana jalan dan hasilnya itu atas kehendak Allah. tetapi kebanyakan orang malah mempermainkan kata-kata ini. untuk mengingkari janji dan mempersulit orang lain karena keegoisan dan kemalasan nya yang mana itu karena Allah, sebetulnya itu karena tidak ada niat dan usahanya untuk menepati janji.
  • Maasya Allah, Artinya “Apa Yang Dikehendaki Allah” Perkataan ini diucapkan ketika seorang muslim merasa heran terhadap sesuatu.
  • Alhamdulilah,  Artinya “Segala Puji Bagi Allah” perkataan ini adalah perkataan puji syukur kepada Allah atas segala nikmat-NYA.

Nasehat Pertemanan dalam Islam


  1. Seorang sahabat adalah yang membantumu dalam memperbaiki agamamu
  2. Tiada dua orang yang berteman melainkan salah satu yang lebih besar pahalanya dan lebih dicintai Allah adalah yang paling berlemah lembut terhadap temanya
  3. Berlakulah lemah lembut terhadap orang lain, niscaya engkau diperlakukan dengan lemah lembut, sesungguhnya, kelemah lembutan adalah pangkal dari hikmah kebijaksanaan
  4. Ali bin Abi Thalib ra berkata : Seorang teman disebut rafiq sebab ia berlemah lembut terhadapmu dalam kebaikan agamamu, maka barangsiapa membantumu untuk memperbaiki agamamu, ia adalah rafiq (Kawan, sahabat).
  5. Cucu Rasulullah Ali Zaenal Abidin ra berkata : ” Dan Hak saudara seiman adalah engkau melindungi, berlaku rahmat dan berlemah lembut terhadap mereka, memperbaiki mereka berterimakasih kepada yang berbuat baik dari mereka dan mencegah menyakiti mereka. Dan hak orang yang meminta nasehat ialah hendaknya engkau menyampaikan kepadanya nasehat, nasehatilah ia dengan penuh kemurahan hati dan kelemah lembutan.
  6. Cucu Rasulullah saw Ja’far ash Shadiq ra berkata : “Siapa yang marah kepadamu tiga hari, tetapi ia tidak berkata buruk tentang dirimu (dengan menjelekanmu) ambilah ia sebagai sahabat sejatimu”
  7. Uji sahabatmu dengan tiga hal, pada waktu marah, perhatikan apa marahnya tidak mengeluarkanya dari kebenaran dan kebatilan. Pada urusan keuangan dan pada perjalanan bersamanya. Jangan kamu lihat lama rukuknya, bilangan sholat mereka atau puasa mereka, atau haji mereka atau perbuatan baik mereka atau tahajud mereka, jika hal itu telah menjadi kebiasaan. apabila dia tidak melakukan yang demikian maka dia merasa gelisah, tetapi pandanglah dari kejujuranya ketika berbicara dan pandanglah bagaimana ia melaksanakan amanahnya.

Al Hadits

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

“Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Ahmad)

“Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian.” (HR. Imam Malik)

“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi)

Tidak berburuk sangka

Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim).

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan:
“Dan lucutilah kedengkian dalam hatiku.” (HR. Abu Daud)

Saling menolong dalam kebaikan

Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.

Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.

Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi) 

Teman yang menjaga rahasia

Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata, “Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).

Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhia-nat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67) 

Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)

http://www.alsofwah.or.id

Know Islam and Prophet Muhammad Rosulullah


Muhammad was born around the year 570 in the city of Mecca, Arabia. His name means “highly praised.” Muhammad’s full name was Abu al-Qasim Muhammad Ibn Abd Allah Ibn Abd al-Muttalib Ibn Hashim. He was the last prophet of the religion of Islam.

Muhammad’s father, Abdallah, died several weeks before his birth and his mother, Aminah, died when he was six years old. He was raised by his paternal grandfather, ‘Abd al Muttalib, until the age of eight, and after his grandfather’s death by Abu Talib, his paternal uncle. Under the guardianship of Abu Talib, Muhammad began to earn a living as a businessman and a trader.

The tradition of Islam claims that in the year 610, Muhammad, while on a retreat to Mount Hira for meditation during the month of Ramadan, received his first revelation from the Archangel Gabriel. Gabriel said to Muhammad: “Iqraa,” meaning “read” or “recite.” He replied, “I cannot read.” Gabriel embraced Muhammad and after releasing him repeated: “Iqraa.” Muhammad’s answer was the same as before. Gabriel repeated the embrace, asking Muhammad to repeat after him and said: “Recite in the name of your Lord who created! He created man from that which clings. Recite; and thy Lord is most Bountiful, He who has taught by the pen, taught man what he knew not.”

The Angel Gabriel visited the Muhammad many times over a period of twenty-three years. Gabriel taught Muhammad the verses and he instructed his scribes to record them. All the revealed verses are compiled in the Qur’an. The Prophet’s sayings and actions are recorded separately in collections known as Hadith. Muslims believe that Muhammad was a messenger of Allah (Arabic for The One and Only God) and last of the prophets sent by Allah to guide man to the right path.

The Prophet’s mission was to restore the worship of the One True God, the creator and sustainer of the universe, as taught by Prophet Abraham and all Prophets of God, and to demonstrate the laws of moral, ethical, legal, and social conduct. Islam means peace by submission and obedience to the Will and Commandments of God. Those who accept Islam are called Muslims, meaning those who have accepted the message of peace by submission to God.

The Qur’an provides insight into the missions, struggles and communities of twenty-five Prophets, the first of which is Adam. The Qur’an mentions four previously revealed Scriptures: Suhoof (Pages) of Abraham, Taurat (‘Torah’) as revealed to Moses, Zuboor (‘Psalms’) as revealed to David, and Injeel (‘Evangel’) as revealed to Jesus. Islam requires belief in all the prophets and revealed scriptures as part of its Articles of Faith.

Muhammad’s first few followers were his cousin, Ali, his servant, Zayd ibn Harithah, his friend, Abu Bakr and his wife and daughters. They all accepted Islam by testifying that: “There is no Deity (worthy of worship) except Allah (The One True God) and Muhammad is the Messenger of Allah.” By the end of his life, Muhammad had several hundred thousand followers.

Before he died in 632, Muhammad had established the religious practices known as “the five pillars of Islam.” They are declaring the oneness of Allah and his messenger Muhammad; praying five times a day; fasting during the month of Ramadan; giving to charity; and making the pilgrimage to Mecca. Some Muslims recognize a sixth pillar in the Islamic jihad that can be an armed conflict in defence of Islam (known as the lesser jihad); and improving one’s spiritual being (called the greater jihad).

Muhammad is the model of Qur’anic behavior for Muslims. They mention his name by adding “peace be upon him,” a phrase used with the name of all the prophets. Muslims try to follow the Qur’an and the Prophet’s example in every detail.

My reference

http://www.lucidcafe.com/library/95dec/muhammad.html

Depok, 15-02-2011

noname

%d bloggers like this: