Konsep Rezeki dalam Islam


Ri32-Rezeki-Allah

Yang kerja keras belum tentu mendapat banyak
Yang kerja sedikit belum tentu mendapat sedikit

Karena sesungguhnya sifat Rezeki adalah mengejar, bukan dikejar

Rezeki akan mendatangi
bahkan akan mengejar
hanya kepada orang yang pantas didatangi…

Maka, pantaskan dan patutkan diri untuk pantas didatangi, atau bahkan dikejar rezeki
Inilah hakikat ikhtiar

Setiap dari kita telah ditetapkan rezekinya sendiri-sendiri
Karena ikhtiar adalah kuasa manusia, namun rezeki adalah kuasa Allah Azza Wajalla

Dan manusia tidak akan dimatikan, hingga ketetapan rezekinya telah ia terima seluruhnya.

Ada yang diluaskan rezekinya dalam bentuk harta,
Ada yang diluaskan dalam bentuk kesehatan,
Ada yang diluaskan dalam bentuk ketenangan, dan keamanan,
Ada yang diluaskan dalam kemudahan menerima ilmu,
Ada yang diluaskan dalam bentuk keluarga dan anak keturunan yang shalih,
Ada yang dimudahkan dalam amalan dan ibadahnya.

Dan yang paling indah, adalah diteguhkan dalam hidayah Islam

Hakikat Rezeki bukanlah hanya harta
Rezeki adalah seluruh rahmat Allah SWT

Advertisements

Profil Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Muhajirim Salak 3 Depok


logo-sdi-almuhajirin-salak3-depokLatar Belakang

Artikel kali ini saya membahas mengenai profil sekolah SDI Almuhajirin salak 3 Depok. Kebetulan sekolah ini berdekatan dengan mesjid dan tempat kosan saya waktu kuliah dulu. jadi saya berniat untuk membantu dalam mempromosikan SDI Almuhajirin salak 3 Depok yang Alhamdulillah sedang berkembang.

Sejarah Sekolah

Sekolah ini digagas sudah sejak tahun 2011 lalu, dengan pematangan konsep sekolah, konsultasi, observasi dan lain sebagainya. Akhirnya berlanjut pada rancangan Visi dan Misi, Model Sekolah, Rencana kegiatan, anggaran dasar dst ditahun 2012. dan Alhamdulillah…dibawah naungan Yayasan Al Muhajirin Salak Tiga SDI Al Muhajirin resmi didirikan dengan dihadiri para TOKOH Masyarakat. Hingga langsung membuka pendafataran Gelombang 1 sebagai siswa generasi Pertama.

Alamat Website

sdi-almuhajirinsalak3.sch.id

Jika ada teman-teman yang sedang mencari tempat sekolah dasar islam di sekitar kota Depok untuk anaknya, keponakan, atau anak sodaranya. silahkan berkunjung ke SDI Almuhajirin salak 3 Depok.

Untuk informasi kontak, alamat, visi misi, kegiatan sekolah, sarana dan prasarana. Silahkan kunjungi alamat website SDI Almuhajirin salak 3 Depok.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 16-03-2015

GusnaNuri

Ajaran Islam mengenai kasih sayang


“Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia maka Allah tidak akan menyayanginya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Sesungguh nya Allah menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang”. (HR. al-Bukhari)

“Orang-orang yang penyayang, maka Allah akan menyayangi mereka. Sayangilah penduduk bumi maka penduduk langit akan menyayangi kalian”. (HR. At-Tirmidzi)

“Jikalau kalian memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. At-Taghabun:14)

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur :22)

“Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari seorang muslim maka Allah akan membalasnya dengan menghilangkan satu kesulitan dari kesulitan-keslitan yang ada pada hari Kiamat”. (HR. al-Bukhari)

“Barangsiapa berada di dalam kebutuhan saudaranya maka Allah berada di dalam kebutuhannya”. (HR. Imam Muslim)

“Barangsiapa yang memudahkan orang yang kesulitan maka Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat”. (HR. Muslim)

“Sesungguhnya Allah Maha lemah lembut dan mencintai kelembutan. Dia memberikan pada kelemah lembutan apa yang tidak Dia berikan pada kekerasan”. (HR. Muslim)

“Barangsiapa terhalang untuk mendapat sifat lemah lembut maka ia terhalang dari semua kebaikan”. (HR. Muslim)

“Barangsiapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya pada hari Kiamat”. (HR. Ibnu Majah)

“Mukmin manapun yang memberi makan seorang mukmin ketika lapar maka Allah akan memberikannya makanan dari buah-buahan Surga.” (HR. Imam At-Tirmidzi)

“Mukmin manapun yang memberi minum seorang mukmin yang sedang kehausan maka Allah akan memberinya minum pada hari Kiamat dari Ar-Rohiq Al-Makhtum”. (HR. At-Tirmidzi)

“Mukmin mana pun yang memberi pakaian kepada seseorang yang telanjang maka Allah akan memberinya pakaian sutra halus berwarna hijau dari Surga”. (HR. at-Tirmidzi)

“Barangsiapa diantara kalian mampu memberi mafaat terhadap saudaranya maka lakukanlah”. (HR. Muslim)

http://www.alsofwah.or.id/cetakannur.php?id=428

 

Etika Bisnis Dalam Islam


Siapa yang ingin rezekinya dilapangkan Allah atau ingin usianya dipanjangkan, maka hendaklah ia menyambungkan silaturahim. (HR Muslim, dari anak bin malik Ra)

Jika kalian berserah diri kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa, niscaya Dia menjamin rezekimu sebagaimana Dia menjamin kebutuhan burung yang terbang dipagi hari dengan perut kosong dan kembali pada sore hari dengan perut kenyang. (HR. Imam Tirmidzi, Nasa’i Ibnu Majah dan Ibnu Hiban)

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang lurus. itulah lebih bagus akibatnya (QS. Al-Isra : 35)

Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib sebelum ia menjelaskan aibnya. (HR. Al-Quzuwaini)

Saudagar yang jujur dan dapat dipercaya akan dimasukan dalam golongan para nabi, orang-orang jujur dan para syuhada. (HR.Tirmidzi)

Allah mengasihi orang yang bermurah hati ketika menjual, membeli, dan menagih (HR. Bukhari dari Jabir bin Abdullah Ra)

Padagang yang baik adalah pedagang yang mudah dalam membeli dan mudah dalam menjual. (HR. Bukhari dari Jabir Ra)

Yang dinamakan berjualan dengan sumpah palsu adalah usaha untuk melariskan barang dagangannya, lagi berusaha dengan cara yang tercela. (HR Bukhari dan Muslim)

Dua orang yang berjual beli masing-masing mempunyai hak pilih (untuk meneruskan jual beli atau tidak) selama keduanya masih belum berpisah, jika keduanya berlaku jujur dan berterus terang menjelaskan (keadaan barang yang diperjualbelikan), maka keduanya mendapat berkat dengan jual beli mereka. tetapi jika mereka berdusta dan menyembunyikan cacat, hilanglah berkat jual beli mereka (HR Muslim dari Hakim bin Hizam Ra)

Tidak boleh orang kota menjadi perantara niaga bagi orang desa. biarkanlah orang memperoleh rezeki Allah satu dari yang lainnya (HR Muslim dari Jabir Ra)

Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu (HR Bukhari dari Abdullah bin umar Ra)

Thanks to :

  • Judul Buku :  “Marketing Muhammad”
  • Penerbit : Madani Prima
  • Penulis : Thorik Gunara & Utus Hardiono Sudibyo

Lakukan yang terbaik, Allah yang menggerakan hati pembeli.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Depok, 27-12-2011

noname

Doa dan Nasehat untuk Sahabat


Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran. (Al ‘Ashr: 1-3)

  • Assalamualaikum, Artinya “Semoga diberikan keselamatan atasmu”. diucapkan ketika bertemu dengan seorang sahabat atau memulai suatu pembicaraan.
  • Laa tahzan, innallaaha ma’anaa, Artinya “jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. nasehat untuk sahabat muslim yang sedang bersedih hati. semoga allah memberikan jalan keluar untuk masalahnya.
  • Laa taghdhob fa lakal jannah, Artinya “janganlah marah, maka surga bagimu”. nasehat untuk sahabat muslim yang sedang marah. semoga allah menenangkan hatinya.
  • Syafakillah/syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman, Artinya “semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya”. diucapkan ketika mendengar atau menjenguk sahabat yang sedang sakit.
  • Jazakallahu ma bi khair, Artinya “Semoga allah membalasmu dengan kebaikan”. Diucapkan ketika mendapatkan kebaikan dari sahabat atau orang lain sebagai ucapan terima kasih.

Depok, 27-09-2011

noname

Ucapan-ucapan yang baik dalam islam


Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS. Qaaf : 18)

  • Bismilah, artinya “Dengan menyebut nama Allah”. Diucapkan ketika memulai melakukan sesuatu yang baik.
  • Subhanallah, artinya “Maha Suci Allah” .Diucapkan ketika merasa takjub melihat sesuatu atau pemandangan yang baik-baik, karena kebesaran Allah atas ciptaan-Nya yang bisa membuat hati bergetar bisa juga dengan mengucapkan Allahu Akbar.
  • Laa Haulaa Walaa Quwwataa Illaa Billaah artinya “Tidak ada daya dan upaya dan kekuatan melainkan hanya Allah semata” Diucapkan ketika menghadapi sesuatu hal yang berat sehingga kita tidak dapat menghadapinya. ucapan seperti ini bisanya dimaksudkan untuk berserah diri kepada Allah dan untuk meminta pertolongan kepada Allah semata.
  • Insya Allah, artinya “Jika Allah Menghendaki” Diucapkan ketika diminta untuk berjanji tetapi khwatir tidak sanggup menepati,yang mana lebih baik berjanji harus ditepati apabila tidak sanggup jangan berjanji ,dan perkataan Insya Allah pun harus diikuti dengan penjelasan nya kepada seseorang  yang berarti penyerahan diri terhadap segala hal yang akan kita lakukan yang mana jalan dan hasilnya itu atas kehendak Allah. tetapi kebanyakan orang malah mempermainkan kata-kata ini. untuk mengingkari janji dan mempersulit orang lain karena keegoisan dan kemalasan nya yang mana itu karena Allah, sebetulnya itu karena tidak ada niat dan usahanya untuk menepati janji.
  • Maasya Allah, Artinya “Apa Yang Dikehendaki Allah” Perkataan ini diucapkan ketika seorang muslim merasa heran terhadap sesuatu.
  • Alhamdulilah,  Artinya “Segala Puji Bagi Allah” perkataan ini adalah perkataan puji syukur kepada Allah atas segala nikmat-NYA.

Nasehat Pertemanan dalam Islam


  1. Seorang sahabat adalah yang membantumu dalam memperbaiki agamamu
  2. Tiada dua orang yang berteman melainkan salah satu yang lebih besar pahalanya dan lebih dicintai Allah adalah yang paling berlemah lembut terhadap temanya
  3. Berlakulah lemah lembut terhadap orang lain, niscaya engkau diperlakukan dengan lemah lembut, sesungguhnya, kelemah lembutan adalah pangkal dari hikmah kebijaksanaan
  4. Ali bin Abi Thalib ra berkata : Seorang teman disebut rafiq sebab ia berlemah lembut terhadapmu dalam kebaikan agamamu, maka barangsiapa membantumu untuk memperbaiki agamamu, ia adalah rafiq (Kawan, sahabat).
  5. Cucu Rasulullah Ali Zaenal Abidin ra berkata : ” Dan Hak saudara seiman adalah engkau melindungi, berlaku rahmat dan berlemah lembut terhadap mereka, memperbaiki mereka berterimakasih kepada yang berbuat baik dari mereka dan mencegah menyakiti mereka. Dan hak orang yang meminta nasehat ialah hendaknya engkau menyampaikan kepadanya nasehat, nasehatilah ia dengan penuh kemurahan hati dan kelemah lembutan.
  6. Cucu Rasulullah saw Ja’far ash Shadiq ra berkata : “Siapa yang marah kepadamu tiga hari, tetapi ia tidak berkata buruk tentang dirimu (dengan menjelekanmu) ambilah ia sebagai sahabat sejatimu”
  7. Uji sahabatmu dengan tiga hal, pada waktu marah, perhatikan apa marahnya tidak mengeluarkanya dari kebenaran dan kebatilan. Pada urusan keuangan dan pada perjalanan bersamanya. Jangan kamu lihat lama rukuknya, bilangan sholat mereka atau puasa mereka, atau haji mereka atau perbuatan baik mereka atau tahajud mereka, jika hal itu telah menjadi kebiasaan. apabila dia tidak melakukan yang demikian maka dia merasa gelisah, tetapi pandanglah dari kejujuranya ketika berbicara dan pandanglah bagaimana ia melaksanakan amanahnya.

Al Hadits

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

“Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Ahmad)

“Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian.” (HR. Imam Malik)

“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi)

Tidak berburuk sangka

Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim).

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan:
“Dan lucutilah kedengkian dalam hatiku.” (HR. Abu Daud)

Saling menolong dalam kebaikan

Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.

Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.

Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi) 

Teman yang menjaga rahasia

Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata, “Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).

Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhia-nat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67) 

Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)

http://www.alsofwah.or.id

%d bloggers like this: