• Kategori Tulisan

  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog Ri32 dan menerima pemberitahuan posting baru melalui email anda. Jika sudah bosan silahkan unsubscript.
    Terima kasih... : )

    Join 859 other followers

  • Web Analytics

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-10 : Yunus


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

Surah Yunus (bahasa Arab: سورة يونس, ‘Yunus’‎) adalah surah ke-10 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah. Sedangkan topik utama yang dibahas dalam surah ini meliputi masalah akidah, iman kepada Allah, kitab-kitab dan rasul-Nya, serta Hari kebangkitan dan pembalasan.

Surah Yunus diawali dengan ayat “Ali Lam Ra” dan diakhiri dengan ayat yang membahas perlunya mengikuti aturan Allah dan bersabar baik dalam ketaatan maupun musibah. Surah ini dinamakan Yunus merupakan sebuah simbolikal dan bukan berarti surah ini berisi kisah Yunus. Bahkan, kisah terpanjang dalam surah ini adalah kisah Musa dan Bani Israil dengan Fir’aun yaitu pada ayat 75 hingga 93. Hanya ayat ke-98 dari surah inilah yang menyebut kata “Yunus”.

Berikut adalah tema kandungan surat beserta nomor ayatnya

  • Wahyu dan dasar-dasar kebenarannya Ayat 1-6
  • Pembalasan terhadap pengingkaran dan penerimaan wahyu Ayat 7-18
  • Manusia adalah satu umat yang memeluk agama yang satu Ayat 19-20
  • Perlakuan Allah SWT yang penuh rahmat Ayat 21-24
  • Seruan Allah ke Darus Salam dan penolakan terhadapnya Ayat 25-30
  • Bukti-bukti kekuasaan Allah SWT yang membatalkan kepercayaan orang musyrik Ayat 31-36
  • Jaminan Allah SWT tentang kemurnian Al Quran Ayat 37-53
  • Penyesalan manusia di akhirat kelak Ayat 54-60
  • Segala perbuatan manusia tidak lepas dari pengawasaan Allah SWT Ayat 61
  • Wali-wali Allah SWT dan berita gembira bagi mereka Ayat 62-70
  • Kisah Nuh AS, Musa AS, dan Yunus AS adalah teladan bagi manusia Ayat 71-103
  • Da’wah Islam Ayat 104-109

Referensi :

https://id.wikisource.org/wiki/Al-Qur’an/Yunus

Download Audio :

https://drive.google.com/file/Yunus/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 29-11-2020

KangAgus

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-9 : At-Taubah


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

Surah At-Taubah (bahasa Arab: سورة التوبة, ‘pengampunan’‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti “Pengampunan” karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini. Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.

Dinamakan juga dengan Bara’ah yang berarti berlepas diri. Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Berikut adalah tema kandungan surat beserta nomor ayatnya

PENGUMUMAN TENTANG PEMBATALAN PERJANJIAN DAMAI DENGAN KAUM MUSYRIKIN Ayat 1-37

  • Orang Islam bebas dari tanggung jawab terhadap perjanjian dengan kaum musyrikin Ayat 1-4
  • Pengumuman perang terhadap musyrikin Ayat 5-6
  • Sebab-sebab Perjanjian damai dibatalkan Ayat 7-15
  • Ujian keimanan Ayat 16
  • Orang-orang yang layak memakmurkan masjid Ayat 17-24
  • Umat Islam mendapat kemenangan dalam pelbagai pertempuran Ayat 25-29
  • Kepercayaan serta sikap orang Yahudi dan orang Nasrani Ayat 30-35
  • Bulan-bulan yang dihormati Ayat 36-37

KISAH PERANG TABUK Ayat 38-129

  • Perintah untuk berjihad Ayat 38-43
  • Hanya orang munafiklah yang tidak mau berperang Ayat 44-57
  • Sikap orang munafik terhadap pembagian sedekah Ayat 58-59
  • Ketentuan pembagian zakat Ayat 60-61
  • Tuduhan-tuduhan orang munafik terhadap Nabi Ayat 62-66
  • Hasutan-hasutan orang-orang munafik dan ancaman Allah SWT kepada mereka Ayat 67-70
  • Ajaran kepada orang-orang mukmin dan janji Allah SWT terhadap mereka Ayat 71-72
  • Keharusan bersikap tegas terhadap orang-orang kafir dan munafik Ayat 73-74
  • Ikrar orang munafik tak dapat dipercaya Ayat 75-78
  • Kemunafikan adalah dosa yang tidak diampuni Allah SWT Ayat 79
  • Keadaan orang-orang munafik yang tidak mau berjihad Ayat 81-83
  • Larangan menyembahyangkan jenazah orang munafik Ayat 84-85
  • Keengganan orang munafik untuk berjihad dan pahala orang yang berjihad Ayat 86-90
  • Uzur-uzur syara’ untuk tidak berjihad Ayat 91-102
  • Keharusan penguasa memungut zakat Ayat 103-106
  • Keharusan waspada terhadap tipu muslihat orang yang mempergunakan masjid sebagai alatnya Ayat 107-110
  • Penghargaan Allah SWT terhadap para syuhada Ayat 111-112
  • Larangan memintakan ampun untuk orang musyrik Ayat 113-129

Referensi :

https://id.wikisource.org/wiki/Al-Qur’an/At-Taubah

Download Audio :

https://drive.google.com/file/At-Taubah/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 29-11-2020

KangAgus

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-8 : Al-Anfal


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

Surah Al-Anfal (bahasa Arab: سورة الأنفال, ‘harta rampasan perang’‎) adalah surah ke-8 pada al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surah-surah Madaniyah. Surah ini dinamakan Al-Anfal yang berarti pula harta rampasan perang berhubung kata Al-Anfal terdapat pada permulaan surah ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surah ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya.

Menurut riwayat Ibnu Abbas, surah ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar yang terjadi pada tahun 2 H. Peperangan ini sangat penting artinya, karena merupakan peristiwa yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrik yang berjumlah besar dan memiliki perlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surah ini.

Berikut adalah tema kandungan surat beserta nomor ayatnya

  • Cara pembagian ghanimah terserah kepada Allah SWT dan Rasul Ayat 1
    Sifat-sifat orang mukmin Ayat 2-4
  • Keengganan sebagian sahabat untuk pergi ke perangan Badar dan pertolongan Allah SWT kepada kaum muslimin Ayat 5-14
  • Larangan melarikan diri dari pertempuran Ayat 15-19
  • Larangan menyalahi perintah-perintah Allah SWT Ayat 20-23
  • Kewajiban mentaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya Ayat 24-26
  • Larangan berkhianat dan faedah bertakwa Ayat 27-29
  • Permusuhan kaum musyrkin terhadap Nabi dan kewajiban memerangi mereka sampai terpelihara agama Allah SWT Ayat 30-40
  • Cara pembagian ghanimah Ayat 41
  • Rahmat Allah SWT kepada kaum Muslimin dalam peperangan Badar Ayat 42-44
  • Kewajiban berteguh hati, bersatu dalam peperangan dan larangan berlaku sombong dan ria Ayat 45-47
  • Pengkhianatan setan terhadap janjinya kepada pengikut-pengikutnya Ayat 48-51
  • Kebinasaan sesuatu kaum adalah lantaran perbuatan mereka sendiri Ayat 52-57
  • Syirik adalah dosa yang paling besar dan sikap menghadapi kaum musyrikin dalam peperangan Ayat 58-60
  • Cinta perdamaian dan keharusan mempertebal semangat jihad Ayat 61-75

Referensi :

https://id.wikisource.org/wiki/Al-Qur’an/Al-Anfal

Download Audio :

https://drive.google.com/file/Al-Anfal/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 29-11-2020

KangAgus

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-7 : Al-A’raf


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

Surah Al-A’raf (bahasa Arab: سورة الأعراف artinya ‘tempat di ketinggian’‎) adalah surah ke-7 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 206 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).

Dinamakan Al-A’raf karena perkataan Al-A’raf terdapat dalam ayat ke 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al-A’raf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka, yaitu tempat orang-orang yang belum dapat memasuki surga dan mereka dapat menyaksikan kehidupan orang-orang mukmin dalam surga dengan segala kenikmatan yang dianugrahkan kepada mereka, dan juga mereka dapat melihat orang-orang kafir dalam neraka dengan segala penyiksaan yang diberikan kepada mereka.

Berikut adalah tema kandungan surat beserta nomor ayatnya

KEWAJIBAN MENGIKUTI WAHYU DAN AKIBAT MENANTANGNYA Ayat 1-10

PERMUSUHAN DAN GODAAN SETAN TERHADAP MANUSIA Ayat 11-58

  • Penghargaan Allah SWT kepada Nabi Adam AS dan keturunannya Ayat 11-25
  • Peringatan Allah SWT terhadap godaan setan Ayat 26-30
  • Adab berpakaian, makan dan minum Ayat 31-33
  • Pengutusan para rasul dan akibat penerimaan dan penolakan kerasulan Ayat 34-53
  • Siapakah Tuhan semesta alam dan bagaimana bermohon kepadaNya? Ayat 54-56
  • Bukti kekuasaan Allah SWT membangkitkan manusia sesudah mati Ayat 57-58

KISAH BEBERAPA ORANG RASUL Ayat 59-171

  • Kisah Nabi Nuh AS Ayat 59-64
  • Kisah Nabi Hud AS Ayat 65-72
  • Kisah Nabi Shalih AS Ayat 73-79
  • Kisah Nabi Luth AS Ayat 80-84
  • Kisah Nabi Syu’aib AS Ayat 85-102
  • Kisah Nabi Musa AS Ayat 103-171

PENGHIANATAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP PERJANJIAN MANUSIA DENGAN ALLAH SWT Ayat 172-202

  • Ketauhidan sesuai dengan fitrah manusia Ayat 172-174
  • Perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah SWT Ayat 175-177
  • Sifat-sifat penghuni neraka Ayat 178-179
  • Kedatangan azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya dengan cara istidraj Ayat 180-186
  • Hanya Allah SWT-lah yang mengetahui waktu datangnya hari kiamat Ayat 187-188
  • Tuhan mengingatkan manusia kepada asal usul kejadiannya Ayat 189-193
  • Berhala tidak patut disembah Ayat 194-198
  • Dasar-dasar al-Akhlaqul Karimah Ayat 199-202

PENGHIANATAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP PERJANJIAN MANUSIA DENGAN ALLAH SWT Ayat 203-206

Referensi :

https://id.wikisource.org/wiki/Al-Qur’an/Al-A’raf

Download Audio :

https://drive.google.com/file/Al-A’raf/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 28-11-2020

KangAgus

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-6 : Al-An’am


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

Surah Al-An’am adalah surah ke-6 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 165 ayat dan termasuk pada golongan surah Makkiyah, karena hampir seluruh ayat surah ini diturunkan di Mekkah sebelum hijrah. Dinamakan Al-An’am (hewan ternak) karena di dalamnya disebut kata An’am dalam hubungan dengan adat-istiadat kaum musyrik, yang menurut mereka binatang-binatang ternak itu dapat dipergunakan untuk mendekatkan diri kepada tuhan mereka. Dalam surah ini juga dikemukakan hukum berkenaan dengan hewan ternak tersebut.

Dalam surah al-An’am ini, terdapat do’a Iftitah yang disunnahkan untuk membacanya dengan tidak bersuara. Doa ini dibaca pada saat setelah takbir dan sebelum bacaan surah Al-Fatihah. Sebagian ayat-ayat yang dibaca adalah ayat 79 dan 163.

Berikut adalah tema kandungan surat beserta nomor ayatnya

  • Keyakinan tentang keesaan Allah swt itulah akhirnya yang menang ayat 1-49
  • Dalil-dalil tentang keesaan Allah swt ayat 1-3
  • Sebab kekafiran kaum musyrikin & ancaman terhadap mereka ayat 4-11
  • Keagungan Allah & persaksian-Nya atas kenabian Muhammad ayat 12-21
  • Kesaksian kaum musyrikin terhadap dirinya sendiri dan keadaan mereka di hari kiamat ayat 22-32
  • Firman Allah swt yang membesarkan hati nabi Muhammad saw ayat 33-37
  • Kesempurnaan ilmu Allah swt dan bukti-bukti kekuasaan-Nya ayat 38-49
  • Tuntutan-tuntutan dalam menghadapi masyarakat ayat 50-73
  • Cara nabi ibrahim as memimpin kaumnya kepada agama tauhid ayat 74-83
  • Mereka yang telah diberi kitab, hikmah dan kenabian ayat 84-92
  • Kebenaran wahyu, akibat berbuat dusta terhadap Allah dan larangan memaki berhala ayat 93-110
  • Sikap kepala batu kaum musyrikin dan sikap mereka terhadap kerasulan Muhammad saw ayat 111-129
  • Derajat seseorang seimbang dengan amalnya ayat 130-135
  • Peraturan-peraturan yang dibuat-buat oleh kaum musyrikin dan pimpinan Allah swt terhadap kaum muslimin ayat 136-165

Referensi :

https://id.wikisource.org/wiki/Al-Qur’an/Al-An’am

Download Audio :

https://drive.google.com/file/Al-An’am/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 11-09-2020

KangAgus

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-5 : Al-Maidah


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

Secara keseluruhan, surat Al Maidah terdiri dari 120 ayat. Sekalipun ada ayatnya yang turun di Kota Suci Makkah, namun ayat ini diturunkan sesudah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, yaitu ketika pelaksanaan haji wada’, atau pada 19 tahun setelah dakwah pertama Nabi. Oleh karenanya, surat ini masuk golongan surat Madaniyyah.

Sesuai namanya, al Maidah berarti ‘hidangan’, sesungguhnya terdapat pelajaran berharga yang perlu mendapat perhatian. Yaitu ketika Allah meminta kepada pengikut Nabi Isa as agar beriman setelah diturunkan hidangan seperti yang mereka minta. Karena jika diingkari, Allah akan menimpakan siksa yang berat.

Komitmen tersebut jangan dikhianati, kepada siapapun. Baik kepada teman, rekan kerja, mitra, diri sendiri, terlebih terhadap Allah SWT. Itulah mengapa, surat al Maidah dikenal juga sebagai surat perjanjian’ (al Uqud).

Banyak ayat pada surat al Maidah yang membahas dan mengatur masalah perjanjian ini. Seperti pada ayat pembukanya, Allah secara tegas menekankan supaya umat memenuhi akad-akad (perjanjian), berupa janji setia hamba kepada Allah dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaulan antar sesama.

Berikut adalah tema kandungan surat beserta nomor ayatnya

  • Janji Prasetia Kepada Allah Swt Dan Penyempurnaan Agama Islam Ayat 1-7
  • Kewajiban Berlaku Adil Dan Jujur Ayat 8-11
  • Pengingkaran Janji Prasetia Oleh Orang-orang Yahudi Dan Nasrani Ayat 12-19
  • Keengganan Bangsa Yahudi Menaati Perintah Nabi Musa As Memasuki Palestina Dan Akibatnya Ayat 20-26
  • Kisah Pembunuhan Pertama Dan Besarnya Malapetaka Akibat Pembunuhan Ayat 27-32
  • Hukum Terhadap Perusuh Dan Pengacau Keamanan Ayat 33-40
  • Pengingkaran Orang Yahudi Terhadap Taurat Dan Keharusan Memutuskan Perkara Menurut Hukum Allah Ayat 41-50
  • Larangan Berteman Akrab Dengan Orang-orang Yahudi Dan Nasrani Serta Akibat Melanggarnya Ayat 51-63
  • Kutukan Allah Swt Terhadap Orang-orang Yahudi Ayat 64-66
  • Kewajiban Rasulullah Menyampaikan Agama Ayat 67-71
  • Pernyataan Allah Swt Tentang Kekafiran Orang Yang Mengiktikadkan Nabi Isa As Sebagai Allah Swt Ayat 72-77
  • Sebab Kutukan Allah Terhadap Orang-orang Yahudi Ayat 78-81
  • Orang-orang Yahudi Dan Orang-orang Nasrani Serta Hubungan Mereka Dengan Orang-orang Mukmin Ayat 82-86
  • Peringatan Allah Swt Kepada Kaum Muslimin Terhadap Adat Istiadat Jahiliah Yang Terlarang Ayat 87-11
  • Anjuran Berwasiat Dengan Persaksian Ayat 106-108
  • Salah Satu Peristiwa Di Hari Kiamat Ayat 109
  • Beberapa Kisah Tentang Nabi Isa As Ayat 110-120

Referensi :

https://id.wikisource.org/wiki/Al-Quran/Al-Maidah

Download Audio :

https://drive.google.com/file/Al-Maidah/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 21-08-2020

KangAgus

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-4 : An-Nisa


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

SURAT An-Nisa’ (bahasa Arab: An-Nisā, “Wanita”) merupakan surat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad setelah hijrah ke Madinah. Surat An-Nisa merupakan surat keempat dan surat terpanjang kedua dalam Alquran yang memiliki 176 ayat dan digolongkan kedalam surat-surat Madaniyyah sesuai dengan tempat diturunkannya surat tersebut.

Didalamnya banyak menjelaskan tentang perihal yang terkait dengan permasalahan kaum perempuan, oleh sebab itu dinamakan An-Nisa. Namun banyak juga surat-surat yang lainnya yang menjelaskan tentang perempuan, tetapi tidak sebanyak dan sedetail penjelasan yang terdapat dalam surat An-Nisa.

Berikut adalah tema kandungan surat beserta nomor ayatnya

HUKUM KELUARGA Ayat 1-35

  • Kewajiban para wasi terhadap asuhannya dan orang yang dibawah perwaliannya Ayat 1-6
  • Pokok-pokok hukum waris Ayat 7-14
  • Dasar-dasar untuk menetapkan perbuatan-perbuatan keji dan hukumnya Ayat 15-18
  • Cara bergaul dengan istri Ayat 19-21
  • Beberapa hukum perkawinan Ayat 22-28
  • Islam melindungi hak milik laki-laki dan perempuan Ayat 29-33
  • Beberapa peraturan hidup bersuami istri Ayat 34-35

KEWAJIBAN TERHADAP ALLAH DAN TERHADAP SESAMA MANUSIA Ayat 36-42
KESUCIAN LAHIR DAN BATIN Ayat 43-57

  • Kesucian lahir dan batin dalam shalat Ayat 43
  • Orang-orang yang tidak suci batinnya dan ancaman Allah SWT terhadap mereka Ayat 44-57

DASAR-DASAR PEMERINTAHAN Ayat 58-70
TAKTIK, TUJUAN, DAN ADAB PERANG DALAM ISLAM Ayat 71-104

  • Keharusan siap siaga terhadap musuh Ayat 71-76
  • Sikap orang-orang munafik dalam menghadapi peperangan Ayat 77-83
  • Kewajiban berperang dan beberapa adabnya Ayat 84-87
  • Cara menghadapi orang-orang munafik Ayat 88-91
  • Hukum membunuh seorang muslim Ayat 92-93
  • Teliti dalam bertindak Ayat 94
  • Perbedaan antara orang yang berjihad dan yang tidak berjihad karena uzur Ayat 95-96
  • Kewajiban berhijrah di jalan Allah SWT dan balasannya Ayat 97-100
  • Kewajiban mengerjakan shalat dalam keadaan bagaimanapun Ayat 101-104

KEHARUSAN MENJAGA KEBENARAN DAN KEADILAN Ayat 105-152

  • Keharusan adil dan tidak memihak dalam menetapkan suatu hukum Ayat 105-115
  • Kejelekan syirik dan pengaruh setan Ayat 116-122
  • Pembalasan itu sesuai dengan perbuatan, bukan menurut angan-angan Ayat 123-126
  • Keharusan memberikan hak-hak orang yang lemah dan cara menyelesaikan kesulitan rumah tangga Ayat 127-130
  • Keharusan bertakwa Ayat 131-134
  • Keharusan berlaku adil Ayat 135-136
  • Beberapa keburukan orang munafik Ayat 137-147
  • Larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk kepada seseorang Ayat 148-149
  • Akibat kekafiran dan buah keimanan Ayat 150-152

KESATUAN AGAMA ALLAH SWT Ayat 153-176

  • Pembalasan Allah SWT pelanggaran-pelanggaran orang-orang Yahudi Ayat 153-162
  • Persamaan Pokok-Pokok Agama yang Diwahyukan Kepada Para Rasul Ayat 163-170
  • Pandangan al-Qur’an terhadap Nabi Isa AS Ayat 171-175
  • Masalah pusaka Kalalah Ayat 176

Referensi :

https://id.wikisource.org/wiki/Al-Quran/An-Nisa

Download Audio :

https://drive.google.com/file/An-Nisa/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 21-08-2020

KangAgus

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-3 : Ali Imran


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

Surat Ali Imran diturunkan pada tahun ke-9 Hijriyah setelah surat Al-Anfaal. Dinamakan surat Ali Imran karena nama tersebut disebutkan secara jelas pada ayat ke-33. disamping itu, dalam surat ini juga terdapat kisah tentang keteladanan keluarga Imran yang dalam kisah tersebut terdapat pula kisah kelahiran Nabi Isa Alaihis salam, kenabian dan beberapa mukjizatnya. Serta disebut pula kelahiran Maryam putri Imran, ibu dari Nabi Isa.

Bersama surat Al-Baqarah, surat ini disebut pula dengan Az-Zahrawaani (dua yang cemerlang), karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa, kedatangan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, dan sebagainya.

Berikut adalah tema kandungan surat beserta nomor ayatnya

KEESAAN DAN KEKUASAAN ALLAH SWT Ayat 1-32

  • Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya Ayat 1-9
  • Ancaman Allah SWT kepada orang-orang kafir dan pengaruh harta benda duniawi Ayat 10-17
  • Pernyataan Allah SWT tentang Keesaan dan Keadilan-Nya serta agama yang diridhai-Nya Ayat 18-20
  • Pembalasan terhadap orang-orang yang membunuh nabi-nabi Ayat 21-22
  • Orang-orang Yahudi berpaling dari hukum Allah SWT Ayat 23-25
  • Bukti-bukti Kekuasaan dan Kebenaran Allah SWT Ayat 26-27
  • Larangan berpihak kepada orang kafir Ayat 28-30
  • Bukti cinta kepada Allah SWT Ayat 31-32

KELUARGA ‘IMRAN Ayat 33-92

  • Keluarga Imran dan Keutamaan keluarga ‘Imran Ayat 33-44
  • Kisah Al-Masih Isa AS putra Maryam AS Ayat 45-63
  • Ajakan kepada agama Tauhid (Millah Nabi Ibrahim AS) Ayat 64-68
  • Sikap ahli kitab terhadap orang Islam Ayat 69-74
  • Keburukan-keburukan orang Yahudi Ayat 75-78
  • Seorang nabi tidak akan menyuruh manusia menyembah dirinya Ayat 79-80
  • Janji para nabi kepada Allah SWT tentang kenabian Nabi Muhammad SAW Ayat 81-92

BANTAHAN ALLAH SWT TERHADAP PENDAPAT-PENDAPAT AHLI KITAB YANG KELIRU Ayat 93-120

  • Bantahan terhadap larangan orang Yahudi tentang makanan Ayat 93-95
  • Bantahan terhadap pengakuan ahli kitab tentang rumah ibadah pertama Ayat 96-99
  • Keharusan menjaga persatuan Ayat 100-109
  • Kelebihan umat Islam dari umat yang lain Ayat 110-115
  • Perumpamaan harta yang dinafkahkan orang-orang kafir Ayat 116-117
  • Larangan mengambil orang Yahudi sebagai teman kepercayaan Ayat 118-120

KISAH PERANG BADAR DAN UHUD Ayat 121-200

  • Sabar dan tawakal kepada Allah SWT pangkal kemenangan Ayat 121-129
  • Larangan melakukan riba dan perintah untuk bertakwa Ayat 130-131
  • Perintah taat kepada Allah SWT dan Rasul serta sifat-sifat orang yang bertakwa Ayat 132-148
  • Peringatan supaya waspada terhadap ajakan orang-orang kafir Ayat 149-151
  • Sebab-sebab kekalahan umat Islam dalam perang Uhud Ayat 152-155
  • Menanamkan jiwa berkurban dan berjihad Ayat 156-158
  • Allah SWT dan beberapa sifat Nabi Muhammad SAW Ayat 159-164
  • Beberapa sifat orang-orang munafik Ayat 165-168
  • Pahala orang-orang yang mati syahid Ayat 169-175
  • Ayat-ayat untuk menentramkan hati Nabi Muhammad SAW Ayat 176-179
  • Kebakhilan dan dusta serta balasannya Ayat 180-189
  • Faedah selalu mengingat Allah SWT dan merenungkan ciptaannya Ayat 190-195
  • Kesenangan sementara bagi orang-orang kafir dan kebahagiaan abadi bagi orang-orang mukmin Ayat 196-200

Referensi :

https://id.wikisource.org/wiki/Al-Quran/Ali-Imran

Download Audio :

https://drive.google.com/file/Ali Imran/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 07-08-2020

KangAgus

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-2 : Al-Baqarah


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

Surah Al-Baqarah (bahasa Arab: سورة البقرة, translit. sūrah al-baqarah, ‘Sapi Betina’‎) adalah surah ke-2 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Surah ini merupakan surah dengan jumlah ayat terbanyak dalam Al-Qur’an. Surah ini dinamai al-Baqarah yang artinya Sapi Betina sebab di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67-74).

Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Al-Qur’an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain. Dinamai juga surah Alif Lam Mim karena ayat pertama di surah berisi tiga huruf arab yakni AlifLam, dan Mim.

Berikut adalah tema kandungan surat beserta nomor ayatnya

Tiga Golongan Manusia dalam menghadapi Al-Qur’an (1-20)

  • Golongan Mukmin (1-5)
  • Golongan Kafir (6-7)
  • Golongan Munafik (8-20)

Keesaan dan kekuasaan Allah SWT. (21-39)

  • Perintah menyembah Allah SWT. Yang Maha Esa (21-22)
  • Tantangan Allah SWT. kepada Kaum Musyrikin mengenai Al-Qur’an (23-24)
  • Ganjaran bagi orang-orang yang beriman (25)
  • Perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur’an dan hikmah-hikmahnya (26-27)
  • Bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. (28-29)
  • Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi (30-39)
Peringatan Allah SWT. kepada Bani Israil (40-141)
  • Beberapa perintah dan larangan Allah SWT. Israil]] (40-48)
  • Perincian nikmat Allah SWT. kepada Bani Israil (49-60)
  • Pembalasan terhadap sikap dan perbuatan Bani Israil (61)
  • Pahala orang yang beriman (62)
  • Pembalasan terhadap Bani Israil yang melanggar perjanjian dengan Allah SWT. (63-66)
  • Kisah penyembelihan Sapi Betina (67-74)
  • Keimanan Orang Yahudi sukar diharapkan (75-82)
  • Bani Israil mengingkari janjinya dengan Allah SWT. (83-86)
  • Sikap Orang Yahudi terhadap para rasul dan kitab-kitab yang diturunkan Allah SWT. (87-91)
  • Penyembelihan anak sapi yang dilakukan Bangsa Yahudi merupakan tanda kecenderungan mereka kepada benda (92-96)
  • Memusuhi Malaikat Jibril AS. berarti memusuhi Allah SWT. yang mengutusnya (97-101)
  • Tuduhan Orang Yahudi terhadap Nabi Sulaiman AS. (102-103)
  • Ketidaksopanan orang-orang Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW. dan sahabat-sahabatnya (104-105)
  • Menasakhkan suatu ayat adalah urusan Allah SWT. (106-113)
  • Tindakan-tindakan menghalangi ibadah (114-118)
  • Larangan mengikuti Yahudi dan Nasrani (119-123)
  • Perjanjian dengan Nabi Ibrahim AS. (124-129)
  • Agama Nabi Ibrahim AS. (130-141)
Ka’bah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam (142-214)
  • Sekitar pemindahan Ka’bah (142-152)
  • Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran (153-157)
  • Manasik Haji (158)
  • Laknat terhadap orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah SWT. dan orang-orang kafir (159-162)
  • Allah SWT. Yang Berkuasa dan Yang Menentukan (163-171)
  • Makanan yang Halal dan yang Haram (172-176)
  • Pokok-pokok kebajikan (177)
  • Kisas dan hikmahnya (178-179)
  • Wasiat (180-182)
  • Puasa (183-188)
  • Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Allah SWT. (189-195)
  • Haji (196-203)
  • Perbuatan orang-orang munafik (204-210)
  • Hikmah diutusnya para rasul dan berbagai cobaan bagi para pengikutnya (211-214)
Beberapa Hukum Syariat (215-252)
  • Orang-orang yang diberi nafkah (215)
  • Hukum perang dalam Islam (216-218)
  • Khamr, judi, harta yang dinafkahkan dan pemeliharaan anak yatim (219-220)
  • Pokok-pokok hukum perkawinan, perceraian, dan penyusuan (221-237)
  • Kewajiban mengerjakan salat biarpun dalam keadaan takut (238-239)
  • Wasiat untuk Istri dan Mutah (240-242)
  • Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di jalan Allah SWT. (243-252)
Tentang rasul-rasul dan kekuasaan Allah SWT. (253-260)
  • Keistimewaan dan perbedaan derajat rasul-rasul (253)
  • Anjuran membelanjakan harta (254)
  • Ayat Kursi (255)
  • Tidak ada paksaan memasuki agama Islam (256-257)
  • Membangkitkan kembali orang-orang yang sudah mati (258-260)
Cara-cara menggunakan harta dan hukum-hukumnya (261-286)
  • Menafkahkan harta di jalan Allah SWT. (261-274)
  • Hukum Riba (275-281)
  • Kesaksian dalam Muamalah (282-283)
  • Pujian Allah SWT. terhadap para mukmin dan do’a mereka (284-286)

Referensi :

https://id.wikisource.org/wiki/Al-Quran/Al-Baqarah

Download Audio :

https://drive.google.com/file/Al-Baqarah/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 03-06-2020

KangAgus

Kandungan Al-Qur’an Surat Ke-1 : Al-Fatihah


al-qur'an-kariem

Pendahuluan

Surah Al-Fatihah (Arab: الفاتح , al-Fatihah, “Pembukaan”) adalah surah pertama dalam al-Qur’an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat.

Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan Ummul Qur’an (induk al-Quran) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab’ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam shalat.

Kandungan Surat

1. Kandungan tauhid atau akidah

Pelajaran tauhid dalam surat mulia ini amat beragam. Di antaranya: pujian terhadap Allah Jalla wa ‘Ala, sebagaimana dalam ayat kedua, ketiga dan keempat: “الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ” (Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Penguasa hari pembalasan).

Kemudian, pengenalan tentang Allah Tabaraka wa Ta’ala melalui penjelasan beberapa namanya; Rabbul ‘âlamîn, ar-Rahmân, ar-Rahîm dan al-Malik.

Juga penegasan tentang keberhakkan Allah akan peribadatan dan penyembahan para hamba-Nya, sebagaimana dalam ayat kelima: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (Hanya kepada-Mu lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan)”.

2. Kandungan hukum

Hukum yang dikandung al-Fatihah antara lain: kewajiban untuk mengikhlaskan niat seluruh ibadah hanya untuk Allah semata, sebagaimana terkandung dalam ayat kelima: إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (Hanya kepada-Mu lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan)”.

3. Kandungan nasihat

Banyak nasihat yang dikandung surat agung ini. Di antaranya:

Peringatan akan adanya hari pertanggungjawaban amalan kita semua, sebagaimana diisyaratkan dalam ayat keempat: “مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ” (Penguasa hari pembalasan).

Motivasi untuk meniti jalan yang lurus; yakni jalannya orang-orang yang Allah karuniai kenikmatan, sebagaimana dalam ayat keenam dan ketujuh: “اهدِنَا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ” (Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri kenikmatan).

Juga peringatan dari jalan kaum yang menyimpang, sebagaimana dalam ayat ketujuh: “غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ” (Bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat).

Keutamaan Surat

  1. Surat al-Fatihah merupakan surat yang paling mulia dalam al-Quran.
  2. Surat al-Fatihah merupakan cahaya
  3. Surat al-Fatihah adalah obat

Download Audio

https://drive.google.com/file/Al-Fatihah/view?usp=sharing

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 03-06-2020

KangAgus

%d bloggers like this: