Tahapan dalam Pembuatan Paspor Online


paspor-online-blog-ri32

Latar Belakang

Artikel ini berisi pengalaman saya saat membuat Paspor, Dalam artikel ini saya akan menyampaikan kendala-kendalanya, dan beberapa tips yang semoga bermanfaat untuk teman-teman yang akan membuat paspor secara online.

Tahap 1 : Penginputan Data Paspor Online

  1. Untuk mengakses web https://ipass.imigrasi.go.id saya tidak dapat menggunakan browser Google Chrome karena ada warning Your clock is ahead. Jadi saya menggunakan browser Mozilla.
  2. Untuk mengisi paspor secara online kita harus menggunakan email yang benar. karena semua notifikasi akan dikirim ke email tersebut.
  3. Pilih kantor imigrasi yang dekat dengan tempat kita. misalnya KTP saya Jakarta, namun sekarang saya bekerja dan tinggal di Bogor. maka saya pilih kantor imigrasi yang ada di Bogor.
  4. Setelah semua data kita input, maka ada notifikasi ke email mengenai rincian biaya yang harus di bayar.

Tahap 2 : Pembayaran Biaya Pembuatan Paspor

  1. Pembayarannya Menggunakan Sistem  MPN G2 (Modul penerimaan Negara Generasi Kedua). Jadi kita dapat membayar biaya pembuatan paspor tersebut melalui bank yang sudah bekerja sama.
  2. Setelah saya mencari informasi di google, salah satu bank yang sudah bekerja sama adalah Bank Mandiri.
  3. Di bank mandiri dapat melakukan pembayaran di ATM, Kantor Cabang, atau Internet Banking. Saya memilih membayar di Kantor Cabang. karena jika di ATM khawatir tidak muncul struk transaksinya.
  4. Saat di Bank kita ambil form penyetoran. Sebaiknya tanyakan ke petugas (Satpam) untuk cara pengisian yang benar.
  5. Setelah selesai membayar, kita mendapatkan struk pembayaran yang terdapat nomor NTPN. Sebaiknya baca nomor NTPN nya. jika ada nomor atau huruf yang kurang jelas coba tanyakan ke petugasnya (teller bank) untuk menyebutkan nomor atau huruf yang benar. karena biasanya hasil pencetakan printer dot matrix bagian bawah tulisannya seperti ada yang terpotong sehingga kurang jelas.

Tahap 3 : Konfirmasi dan Pemilihan Jadwal Kedatangan

  1. Setelah Tahap Pembayaran selesai, kita harus segera melakukan konfirmasi. karena diaturannya jika 5 hari kerja setelah pembayaran tidak ada konfirmasi. maka pembayaran kita dinyatakan batal, uang yang sudah dibayar akan hangus, dan kita harus melakukan pengajuan/permohonan kembali.
  2. Kita melakukan konfirmasi dengan mengklik Link atau alamat URL yang terdapat di badan email.
  3. Setelah itu masukan nomor NTPN. saat saya memasukan nomornya, ternyata tidak bisa dan ada warning bahwa nomor NTPN tidak sesuai.

Kendala tersebut disebabkan karena saat di bank saya tidak sadar bahwa tulisan NTPN nya terpotong bawahnya sehingga tidak terbaca dengan jelas seperti huruf E tapi terbaca F. Yang saya lakukan saat itu adalah :

  1. Menelpon ke nomor yang ada di web imigrasi.go.id. namun tidak ada yang menjawab walaupun sudah beberapa kali dicoba dengan memasukan nomor ekstensi.
  2. Saya coba mengirim email ke bagian humas imigrasi  humas@imigrasi.go.id namun jawabannya kurang cepat. saat itu saya mengirim email tanggal 6 oktober, dan baru mendapat balasan tanggal 10 oktober.
  3. Saya coba membuat laporan di website https://www.lapor.go.id namun responnya kurang cepat juga. karena setiap approve atau eskalasi pengaduan waktunya sekitar 2 hari.

Dari semua yang saya lakukan itu, tidak membuahkan hasil. karena saya berlomba dengan waktu agar saya bisa melakukan konfirmasi dan melanjutkan proses pembuatan paspor. Sayapun memutuskan untuk datang ke kantor imigrasi bogor. kebetulan waktu itu adalah hari juma’at hari terakhir sebelum batas akhir konfirmasi di hari senin.

Saat tiba di kantor imigrasi bogor saya menanyakan ke petugas perihal kendala saya. dan petugasnya menyarankan datang ke warnet di dekat kantor imigrasi untuk printout jadwal kedatangan. sayapun tidak banyak bertanya.

Setelah tiba di warnet, saya diminta login ke email untuk membuka link konfirmasi dari email saya. setelah terbuka halaman konfirmasi. petugas warnet melihat struk pembayaran saya yang terdapat nomor NTPN. setelah dicoba beberapa kali akhirnya proses konfirmasi berhasil dan saya diminta untuk memilih tanggal kedatangan. Di warnet tersebut saya cukup membayar biaya print dan biaya internet.

Tahap 4 : Mengunjungi Kantor Imigrasi & Wawancara

Pada hari senin sesuai tanggal kunjungan/kedatangan yang saya pilih, saya datang jam 8 baru dapat panggilan nomor A048 hampir jam 11 (3 Jam menunggu). Saat di kantor Imigrasi tersebut kita harus mengisi formulir yang diberikan petugas. Adapun yang harus kita persiapkan adalah :

  1. Materai 6000  untuk ditempel di formulir.
  2. Alat tulis seperti pena atau ballpen.
  3. Kartu KTP Asli & Fotocopy KTP dengan ukuran lebar satu kertas A4.
  4. Kartu Keluarga (KK) Asli & Fotocopy
  5. Surat Nikah Asli & Fotocopy untuk yang sudah Berkeluarga
  6. Ijazah Terakhir Asli & Fotocopy
  7. Jika untuk Umroh dapat menyerahkan surat pengantar dari Agen travel & umroh.
  8. Untuk yang belum memiliki e-KTP harus menyertakan surat keterangan sementara pengganti e-KTP dari kelurahan. Saran saya saat selesai rekam data e-KTP, sekalian meminta untuk dibuatkan surat keterangan tersebut untuk keperluan pembuatan paspor.

Setelah dipanggil oleh petugas imigrasi saya melakukan proses pemotretan (photo) dan rekam sidik jari. setelah itu tidak langsung dilanjutkan dengan proses yang lain. tapi saya diminta menunggu kembali untuk dipanggil.

Petugas imigrasi memanggil saya kembali untuk proses wawancara. di proses wawancara tersebut saya diminta untuk menunjukan surat-surat dan sertifikat yang asli seperti KTP, KK, Surat Nikah, dan Ijazah. Wawancara tersebut sifatnya lebih ke validasi data seperti menayakan nama orangtua, tinggi badan kita, pekerjaan kita, serta alasan pembuatan paspor.

Setelah proses wawancara selesai, saya diberikan kertas printout tanggal pengambilan paspor. waktunya sekitar 5 hari kerja. namun karena saya belum memiliki e-KTP sehingga saat pengambilan paspor nanti, saya harus menyertakan surat keterangan sementara pengganti e-KTP dari kelurahan.

Tahap 5 : Pengambilan Paspor ke Kantor Imigrasi

  1. Setelah semua prosedur dilalui, saatnya pengambilan paspor sesuai tanggal yang telah ditentukan sebelumnya.
  2. Setelah tiba di kantor imigrasi, segera ke loket bagian pengambilan paspor.
  3. Menghadap ke petugas dan Menyerahkan surat/printout pengambilan paspor, bukti pembayaran biaya pembuatan paspor, dan surat keterangan sementara pengganti e-KTP.
  4. Kemudian kita menunggu untuk dipanggil.
  5. Setelah nama kita dipanggil, kita diminta untuk mengecek nama dan photo yang ada di paspor.
  6. Jika sudah sesuai, kita diminta untuk tanda tangan. dan paspor pun diserahkan.
  7. Jika ingin membeli sampul untuk paspor agar tidak rusak atau kotor. biasanya di tempat Fotocopy dekat kantor imigrasi menyediakan dengan harga Rp 5.000.
  8. Selesai.

Kesimpulan :

  • Biaya Pembuatan Paspor : Rp 355.000
  • Masa Berlaku Paspor : 5 Tahun.
  • Lama Pembuatan Paspor : Sekitar 2 Minggu (30 September – 13 Oktober). Jika tidak ada kendala di proses konfirmasi pembayaran akan lebih cepat lagi. karena langsung memilih tanggal kedatangan ke kantor imigrasi.
  • Kendala 1 : Saat proses konfirmasi pembayaran di website paspor online, nomor NTPN tidak sesuai karena tidak terbaca dengan jelas di struk pembayaran bank. Solusinya : Langsung ke kantor imigrasi terdekat dan tanyakan cara untuk printout jadwal kedatangan dengan membawa bukti pembayaran.
  • Kendala 2 : Kartu Identitas belum e-KTP atau masih KTP reguler. sehingga harus mencantumkan surat keterangan dari kelurahan. Solusinya : Sebelum membuat paspor baik online maupun konvensional, pastikan kita sudah memiliki e-KTP. Jika kita baru merekam data di kelurahan dan hanya memiliki surat permohonan pencetakan e-KTP, maka kita buat dulu surat keterangan sementara pengganti e-KTP. Jika sama sekali belum merekam data e-KTP. Segera merekam data di kelurahan dengan membawa surat pengantar dari RT & RW. setelah itu meminta surat keterangan sementara pengganti e-KTP untuk keperluan pembuatan paspor. agar tidak bolak balik mengurus surat keterangan.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat. dan semoga dimudahkan segala urusan kita semua…aamiin

Bogor, 13-10-2016

Kang Agus

 

Advertisements

Kisah Inspiratif – Jangan Mengeluh


Alkisah, ada seorang bangsawan kaya raya yang tinggal di sebuah daerah padang rumput yang luas. Suatu hari, karena ternak yang dimilikinya semakin banyak, sang bangsawan memilih 2 orang anak muda dari keluarga miskin untuk dipekerjakan. Yang berbadan tinggi dan tegap dipekerjakan sebagai pengurus kuda. Sedangkan yang berbadan kurus dan lebih kecil dipekerjakan sebagai pengurus ternak kambingnya.

Setelah beberapa saat, si badan tegap dengan arogan berkata kepada si badan kecil: “Hai sobat. Aku lebih besar badannya dari badanmu. Aku juga lebih tua darimu. Mulai besok, kita bertukar tempat. Aku memilih untuk mengurus kambing. Dan kamu menggantikan aku mengurus kuda. Awas kalau tidak mau!,jangan laporkan masalah ini ke tuan kita!”

Sore hari, dengan muka murung dan langkah gontai dia pulang ke rumah. Sesampai di rumah, melihat muka murung dan kegalauan anaknya, si ibu bertanya: “Nak, ada apa? Ada masalah apa? Coba ceritakan ke ibu”.

Dengan kasih sayang dan kelembutan, mereka berbincang saat makan malam.

Si anak pun menceritakan peristiwa yang tadi terjadi: “Sungguh tidak adil kan, Bu. Dia mengancam dan memaksa aku untuk mengurus kuda-kuda liar. Dia yang berbadan besar memilih mengurus kambing. Sedangkan badanku kecil begini, bagaimana aku bisa mengejar-ngejar kuda yang begitu besar. Aduuuh Bu…sungguh jelek nasibku.”

Si ibu dengan senyum bijak berkata, “Nak. Semua masalah pasti ada hikmahnya. Syukuri, hadapi, dan terima dengan besar hati. Tidak usah memusuhi dan membenci temanmu itu. Ibu percaya, semua kesulitan yang akan kamu hadapi, jika kamu mampu belajar dan bekerja keras, pasti akan membuatmu menjadi kuat dan bermanfaat untuk masa depanmu.”

Sejak saat itu, si anak itu dengan susah payah setiap hari bergelut dengan pekerjaan mengurus kuda-kuda yang bertubuh tegap, besar, dan masih liar. Dia harus jatuh bangun mengejar mereka, kadang terkena tendangan, bahkan pernah terinjak hingga terluka parah. Dari hari ke hari keahlian dan kemampuannya menguasai kuda-kuda pun semakin membaik. Tidak terasa, tubuhnya pun berkembang menjadi tinggi, tegap.

Hingga suatu hari, terjadi pecah perang. Kerajaan membutuhkan prajurit pasukan berkuda. Dan si pemuda pun terpilih sebagai pemimpin pasukan berkuda karena kepiawaiannya mengendalikan kuda-kuda.

Di kemudian hari, si pemuda berhasil memimpin dan memenangkan perang yang dipercayakan kepadanya dan dikenal banyak orang karena kebesaran namanya. Dia adalah pemimpin bangsa mongol yang tersohor, bernama: Genghis Khan.

Sahabat yang berbahagia,

Dalam putaran kehidupan sering kali kita dihadapkan pada keadaan yang sepertinya membuat kita dirugikan, menderita, dan kita pun tidak berdaya kecuali harus menerimanya. Kalau kita larut dalam kekecewaan, marah, emosi, pasti kita sendiri yang akan bertambah menderita.

Lebih baik kita anggap ketidaknyamanan sebagai latihan mental dan kesabaran. Mari berjiwa besar dengan tetap melakukan aktivitas yang positif, sehingga sampai suatu nanti pasti perubahan lebih baik, lebih luar biasa akan kita nikmati. insya Allah

http://www.andriewongso.com

Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 216)

Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. (QS. Al-Insyirah : 6)

Kisah Nabi Daud & dua Orang Pemuda


Dahulu kala pada zaman Nabi Daud AS, ada 2 orang pemuda yang berdebat tentang jawaban dari suatu pertanyaan. karena itu menghadaplah mereka kepada nabi Daud, yang juga sebagaimana kita ketahui merupakan seorang raja untuk meminta jawaban atas pertanyaan mereka itu.

Salah seorang dari mereka berkata : “Yaa Nabi Allah Daud, kami meminta kepada paduka untuk menjawab suatu pertanyaan yang kami perdebatkan”.

“Apakah itu?” Nabi Daud balik bertanya.

“Apakah akhir dari dunia ini?” jawab mereka. “Sampai saat ini kami belum menemukan jawabannya”.

Setelah meminta petunjuk kepada Allah, nabi Daud menjawab : “Datanglah besok pagi, akan aku berikan jawabannya”.

Besok pagi, datanglah kedua pemuda itu. Nabi Daud menyerahkan kepada mereka masing-masing satu buah karung, dan memerintahkan mereka untuk pergi berlawanan arah. yang satu kesuatu tempat di timur, yang lainnya ke arah barat.

Nabi Daud berpesan : setelah sampai ditujuannya, mereka segera berbelok arah untuk kembali, dan meminta kepada mereka untuk memasukan seluruh batu yang mereka temui di perjalanan.

Setelah tiba, Nabi Daud melihat keadaan yang berbeda pada mereka. satu pemuda terlihat kepayahan karena memanggul karung yang berisi batu. Sedangkan pemuda lainnya tampak santai karena karungnya berisi sedikit sekali batu.

Kemudian Nabi Daud meminta mereka untuk membuka karungnya. alangkah terkejutnya mereka, ternyata isi karung mereka telah berubah menjadi emas.

Kemudian Nabi Daud bertanya kepada mereka : “Bagaimana perasaanya?”.

“Yaa Nabi Allah Daud, aku sangat menyesal mengapa tadi aku sedikit sekali mengambil batu. seandainya aku tahu itu akan berubah menjadi emas, tentulah aku akan memenuhi karungku” jawab pemuda yang karungnya berisi sedikit.

Pemuda yang karungnya penuh menjawab : “Yaa Nabi Allah Daud, aku juga menyesal. seandainya aku tahu itu akan berubah menjadi emas, tentulah aku akan membawa gerobak dan membawa berkarung-karung batu”.

Akhirnya, Nabi Daud berkata : “Nah itulah jawaban pertanyaan kalian. sesungguhnya akhir dunia adalah penyesalan. yang sedikit menyesal kenapa tidak banyak. yang banyak menyesal kenapa tidak lebih banyak lagi”.

Kepada teman-teman sekalian, mumpung kita masih ada waktu. berbuatlah yang terbaik dan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan dunia dan negeri akhirat khususnya. Hanya kepada Allah lah kita kembali.

…Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS. Al-Baqarah : 197)

Kisah Pohon Apel


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu. ”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”

“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu. “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu. ”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”

“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

NOTE :
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika
kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita
memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita
akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk
membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita
memperlakukan orang tua kita.
Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada
kita.

SUMBER :
buku karangan Shel Silverstein yang berjudul The Giving Tree.

Ya Tuhanku, berikanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh. (QS. An-Naml : 19)

 

Cilangkap, 1 Juni 2013

GusnaNuri

Semua tentang Passion


Latar Belakang

Saya membaca sebuah thread di kaskus. kata-katanya cukup ‘provokatif’ namun positif. menyadarkan saya bahwa pentingnya sebuah Passion (dalam bahasa inggris) atau gairah, semangat, keinginan besar,  kegemaran dalam pekerjaan. baik yang bekerja di kantor, yang mengajar, yang wirausaha (yang penting pekerjaan yang baik dan halal).

Pesan-pesan

Orang yang menjalani passionnya akan banyak mengalami badai pada awal-awal keputusannya. Seperti penolakan, dibilang aneh dan sebagainya. TETAPI orang-orang ini terus berkembang, bersemangat, dan memiliki progres yang positif tanpa limit seiring berjalannya waktu.

Sementara orang yang menjalankan hidup tidak sesuai apa passion mereka, suatu saat kelak akan mengalami limit pertumbuhan dan membuat diri mereka tidak dapat berkembang lagi secara lebih jauh sehingga akan stuck pada satu titik secara stagnan.

10 Menit Menemukan Passion

Dalam artikel ini di berikan contoh cara menemukan passion kita dalam waktu 10 menit.

Cara termudah untuk menemukan passion adalah mencoba memberikan pertanyaan kepada diri kita sendiri. Cobalah tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut dan jangan lupa untuk dituliskan dalam selembar kertas:

1. Apa Jenis Pekerjaan yang Membuat Anda Enjoy?
Jika kemudian Anda bertanya, “apa definisi dari enjoy?”, maka silakan Think Less, Feel More. Rasakan, kegiatan positif mana yang membuat Anda enjoy melakukannya? carilah pekerjaan apa yang membuat Anda enjoy, nyaman, dan betah mengerjakannya lama-lama. Pertimbangkan itu sebagai salah satu passion Anda.

2. What do You Love to Do?
Pekerjaan apa yang sering Anda lakukan dan Anda sangat mencintai pekerjaan itu? Mencintai pekerjaan berarti senang melakukannya secara terus menerus dan tidak mau kehilangan pekerjaan itu. Tiger Woods misalnya, cinta dengan bermain golf. Ciri seseorang yang mencintai pekerjaannya adalah merasa ‘aneh’ jika tidak bersentuhan langsung dengan pekerjaannya itu. Pertimbangkan pekerjaan yang Anda cintai ini sebagai passion Anda.

3. Di mana Letak Kepekaan Anda?
Orang yang memiliki passion tertentu di suatu bidang tertentu biasanya memiliki kepekaan tersendiri terhadap suatu kekurangan dan kelebihan di bidang tersebut. Misalkan Anda sangat peka sekali terhadap penilaian gaya berbusana seseorang, mungkin passion Anda adalah menjadi desainer? Atau mungkin Anda mampu menyadari dengan cepat di mana letak kerusakan komputer Anda? Bisa jadi, Anda bisa menjadi seorang ahli komputer karena di situlah letak passion Anda

4. Apa yang Menyebabkan Kreativitas dan Inovasi Anda Muncul?
Ini juga perlu dipikirkan. Hal apa yang paling sering membuat  kreativitas dan inovasi Anda muncul pada suatu hal tertentu? Bisa jadi di situlah passion Anda. Mungkin selama ini Anda tidak menyadari bahwa di benak Anda sudah banyak ide-ide berseliweran sedemikian banyaknya. Misalkan selama ini Anda sering sekali memunculkan kreativitas tentang bagaimana cara berhitung cepat matematika, dan memang mungkin di situlah passion Anda berasal.

5. Hal Apa yang Menurut Anda Lebih Mudah Dikerjakan?
Ini adalah hal paling umum yang sering saya temukan ketika kuliah dan sekolah dulu. Ada teman yang mudah mengerjakan suatu mata kuliah tertentu namun ada juga yang kesulitan dalam mengerjakan mata kuliah lainnya. Begitu pula dengan diri kita. Ada yang kita merasa lebih mudah dikerjakan (padahal menurut orang sulit) dan ada juga yang menurut kita sulit (padahal menurut orang lain mudah). Cobalah merenung sebentar, tuliskan jawabannya di kertas. Siapa tahu itulah passion Anda.

Pertanyaan-pertanyaan di atas hanyalah sebagai pengarah untuk menemukan di mana passion Anda. Andalah yang lebih mengetahui kekuatan dan kelemahan diri Anda sendiri. Agar tidak ada yang terlupa dan terlewat, ada baiknya memang Anda menuliskannya di secarik kertas dan memilih mana passion yang paling pas untuk Anda.

Ya Allah, berikanlah kepada hamba pekerjaan yang cocok untuk hamba, yang mulia dan dapat memuliakan orang lain.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 9 Desember 2013

GusnaNuri

Kisah Semut dan Rezeki


semut-dan-rejeki

Suatu ketika, Nabi Sulaiman melihat seekor semut tengah membawa dua ekor belalang. Ia memakan kedua ekor belalang dengan lahap. Esok hari, Nabi Sulaiman memasukkan si semut tadi ke dalam sebuah kotak. Lalu Nabi Sulaiman memasukkan dua ekor belalang ke dalam kotak, sebagai bahan makanan si semut.

Namun Nabi Sulaiman terkejut, karena si semut hanya memakan satu ekor
belalang saja. Nabi Sulaiman bertanya, “Hai semut, mengapa kemarin kamu
menghabiskan 2 ekor belalang, sementara sekarang hanya menghabiskan 1 ekor saja.”.

Si semut menjawab, “Kemarin, sebelum engkau masukkan aku ke dalam kotak, aku bebas dan percaya bahwa Allah menjamin segala kebutuhan hidupku. Oleh karena itu, aku tak pernah khawatir menghabiskan kedua belalang, karena esok hari aku akan mendapatkan kembali. Sekarang setelah aku ada dalam kotak, aku tak yakin bahwa engkau akan menjamin hidupku. Maka aku habiskan hanya satu belalang saja, dan menyisakan 1 ekor lagi untuk esok hari.”

Nyaman berada dalam kotak apapun itu, adalah musibah. Apalagi mempercayai bahwa si kotak merupakan sumber rezeki. Kita harus yakin, ketika berada di luar kotak, rezeki itu seluas bumi dan langit. Asalkan kita mau berikhtiar sekuat semut dan mau beramal jama’i sekokoh mereka. Karena tak ada rezeki yang didapat sendiri.

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh) (QS. Hud : 6)

Kisah seseorang yang menjemput kematian


Dikisahkan bahwa malaikat maut bertemu dengan Nabi Sulaiman AS. Ia datang
dengan bentuk manusia sehingga tak seorang pun yang mengetahui kedatangannya selain Nabi Sulaiman.

Saat itu Nabi Sulaiman sedang berkumpul dengan beberapa orang sahabatnya. Saat malaikat maut hendak pergi ia memandang salah seorang sahabat Nabi Sulaiman dengan pandangan yang aneh, lalu pergi. Setelah malaikat maut pergi, sahabat Nabi Sulaiman itu bertanya, “Wahai Nabiyullah, mengapa ia memandangiku seperti itu?” Jawab Nabi Sulaiman, “Ketahuilah, dia itu
adalah malaikat maut.” Kemudian sahabat Nabi Sulaiman itu berkata, “Wahai Nabi, tiupkanlah angin dengan kencang, sehingga angin itu membawaku ke
puncak negeri India, sesungguhnya aku berfirasat buruk.” “Apakah engkau akan lari dari takdir jika maut akan menjemputmu?” tanya Nabi Sulaiman. “Sesunguhnya Allah memerintahkan kita untuk mencari sebab-sebabnya. Dan, aku yakin bahwa engkau akan mengabulkan permintaanku.” kata sahabat Nabi Sulaiman itu. Kemudian, Nabi Sulaiman memerintahkan kepada angin untuk membawanya ke tempat yang diinginkan.

Selang beberapa saat malaikat maut datang, Nabi Sulaiman bertanya, “Apa urusanmu dengan salah seorang sahabatku, mengapa engkau pandangi dia seperti itu?” Malaikat maut menjawab, “Aku memandanginya seperti itu dikarenakan ia tercatat didaftar kematian bahwa ia akan mati di sebuah negeri di India. Aku heran, bagaimana ia dapat pergi ke sana sedangkan ia ada bersamamu? Kemudian, di tempat yang telah ditentukan, pada waktu yang telah
digariskan kulihat ia datang kepadaku dan kucabut nyawanya.”

Kisah di atas mengingatkan kepada kita bahwa malaikat maut akan selalu mengintai siapa saja yang masa kontraknya akan berakhir di dunia ini. Jika masa kontraknya habis maka tak seorang pun dapat lari darinya.

“.… Maka, apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS al- A’raf : 34)

Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan, “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS Qaf : 19)

Lari kepada dokter bila sakit menimpa, lari kepada makan bila rasa lapar datang, lari kepada minum bila rasa haus menghampiri. Lalu, lari kepada siapa bila kematian akan menjemputmu? Sungguh, tak seorang pun dapat lari darinya
sekalipun berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS an-Nisa’ : 78). 

Oleh karena itu, sebelum masa kontrak berakhir, “Bersegeralah kamu beramal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang memperdaya, kekayaan yang menyombongkan, sakit yang memayahkan, tua yang melemahkan, kematian yang memutuskan, dajjal yang menyesatkan, dan kiamat yang sangat berat dan menyusahkan.” (HR Tirmidzi).

Wallahua’lam.

%d bloggers like this: