Cara mendidik anak sejak dini agar menjadi cerdas, sholeh, dan sholeha


anak-perancis

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(QS. At-Tahrim: 6)

Anak merupakan titipan bagi orangtuanya. Sebagai orangtua, kita harus bisa mengarahkan sang anak ke arah yang baik, yang diridhoi Allah SWT. Maka, kita harus bisa mendidik anak itu menjadi anak yang shaleh. Dengan memiliki anak shalehlah, hidup kita akan bahagia, karena memiliki anak yang bisa mendoakan kita. Insya Allah.

Untuk memiliki anak yang shaleh/ shalehah, perlu adanya kesabaran dalam mendidik anak. Kesabaran yang ekstra agar anak kita tumbuh menjadi anak yang berkualitas. Untuk itu, langkah terbaik untuk menjadikan seorang anak menjadi shaleh/shalehah hendaknya dilakukan sejak dini. Saat memorinya belum terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh negatif. Anda dapat mulai membiasakan beberapa hal berikut kepada diri dan anak Anda sejak dini:

1. Bangunkan shubuh sejak balita

Bangun pada waktu shubuh adalah sebuah aktivitas yang sangat berat bagi orang-orang yang tidak biasa untuk melakukannya. Untuk itu, membiasakan membangunkan anak pada waktu shubuh sejak balita adalah langkah terbaik untuk menjadikannya sebagai sebagai sebuah kebiasaan.

2. Berikan lingkungan pergaulan dan pendidikan yang Islami

Lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Maka, dalam hal ini Anda dapat memulainya dengan mengirimkan anak Anda ke TPA (Taman Pendidikan Al Quran) atau mengikuti kursus-kursus Islam di Masjid dan sebagainya.

3. Orang tua adalah teladan yang terbaik

Orangtua adalah teladan yang pertama bagi anaknya, maka jadilah teladan yang terbaik bagi anak Anda. Jangan bersikap egois. Jangan hanya memerintahkan anak Anda untuk mengaji atau pergi shalat berjamaah, sedangkan Anda tidak melakukannya. Karena hal tersebut akan menimbulkan pembangkangan kepada anak, minimal secara kejiwaan.

4. Safari Masjid

Bawalah anak Anda untuk melakukan safari masjid minimal sepekan sekali. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap masjid dan shalat berjamaah di hati anak.

5. Perkenalkan batasan aurat sejak dini

Umumnya, cara berpakaian kita saat ini adalah kebiasaan yang sudah kita bawa sejak kecil. Seorang anak dibiasakan menggunakan pakaian yang ketat, dibiasakan berpakaian tanpa jilbab, maka hal tersebut akan terbawa hingga remaja dan dewasa. Kebiasaan ini akan sangat sulit sekali untuk mengubahnya. Dengan alasan gerah, panas, nggak nyaman, ribet, nggak gaul, nggak PD, dan dengan seribu alasan lainnya mereka akan menolak penggunaan pakaian yang menutup aurat.

Jika kita memperkenalkan batasan aurat kepada anak kita dan membiasakannya untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat sejak dini, insya Allah keadaannya akan berbalik. Ia akan merasa berdosa, malu, nggak nyaman, bersalah, dan menolak untuk beralih ke pakaian-pakaian yang tidak menurut aurat. Ia akan berpikir seribu kali, bahkan tidak terpikir sekalipun dan sedikitpun untuk melakukannya.

6. Ajarkan untuk membawa alat sholat

Agar sejak kecil anak rajin sholat, ada baiknya ingatkan dan siapkan perlengkapan sholat anak didalam tasnya, kemana pun anak pergi sediakanlah alat sholat tersebut, hal ini akan membuat kebiasaan yang baik pada anak.

7. Hindari mendengarkan lagu-lagu dewasa

Perlu Kita ketahui, jaman sekarang musik dewasa sangat mendominasi. bahkan ada beberapa penyanyi artis cilik yang sudah menyanyikan lagu-lagu cinta, nah lagu-lagu ini juga akan membentuk pola pikir yang tidak baik buat anak, mulai dari sekarang cegahlah untuk mendengarkan lagu-lagu dewasa, paling tidak bisa meminimalisir. Ada baikya memberikan musik-musik islami.

8. Perhatikan tontonan TV

Apa yang dia lihat maka itu yang akan dilakukan, itulah sifat dasar anak kecil. Maka dari itu sejak kecil perlihatkan anak dengan tontonan yang bermanfaat seperti kisah nabi, inspirasi. Hindari menonton tayangan TV yang mengandung hal tidak baik untuk pola pikir anak contohnya seperti film cinta-cintaan, sinetron, horor dan masih banyak lagi.

9. Jadilah keluarga untuk mendidik anak

Ciptakan suasana keluarga yang harmonis, berikan anak sebuah kehangatan dan ketentraman dalam sebuah keluarga, dan jika orangtua memiliki masalah ada baiknya hindari perselisihan di depan anak. Keluarga yang baik akan membentuk pribadi anak yang baik juga. keluarga yang baik adalah faktor utama yang akan menjadi panutan anak.

10. Berkomunikasi dengan Anak

Sering mengajak anak berkomunikasi dan memberikan banyak pengetahuan mengenai segala hal. Tentunya harus disesuikan dengan tahap perkembangan dan pertumbuhan sang anak itu sendiri.

3f6996aac9e075fdaf8d02dss-5975

Assalamu’alaikum Palestina

Referensi :

Sekian sharing artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 21-11-2014

KangAgus

Advertisements

Menjadi seorang Socialpreneur


Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain (HR. Bukhari)

Latar Belakang

Wirausahawan (bahasa Inggris: Entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Trend kewirausahaan semakin berubah saat ini, kepentingan untuk berwirausaha bukan semata-mata untuk memperkaya diri sendiri, tapi juga untuk mensejahterakan orang lain, memberikan semua yang bermanfaat untuk orang lain di sekitar kita. kemudian munculah istilah socialpreneurs.

Defisini Socialpreneur adalah

  • Entrepreneur yang dalam bisnisnya mengedepankan aspek sosial atau bidang bisnisnya di bidang sosial.
  • Entrepreneur yg punya jiwa sosial
  • Wirausaha yang dapat memberdayakan masyarakat kelas bawah
  • Enterpreuner yg berkomitmen untuk mengubah positive keadaan sekitar contohnya: Yayasan Cinta Anak Bangsa
  • Socialpreneur atau social entreprenuer, mereka yg mampu membuat inovasi berkelanjutan untuk mendorong perubahan sosial
  • Socialpreneurs adalah mereka yang lebih mengedepankan (social) value creation
  • Socialpreneur adalah pengusaha yang tidak semata-mata mencari keuntungan namun juga peduli dengan sosial dan amal
  • Socialpreneurs adalah wirausaha yang menerapkan prinsip-prinsip entrepreneur untuk perubahan sosial atau linkungan

Penutup

Menjadi SocialPreneurs adalah pekerjaan yang amat sangat mulia. karena dengan menjadi seorang yang sangat perhatian terhadap perkembangan dunia sosial, kita secara tidak langsung akan memberikan peluang besar kepada orang lain untuk bisa berjuang hidup dan meningkatkan taraf hidup orang lain. dengan kata lain menjadi SocialPreneurs adalah suatu hal yang mulia, mesejahterakan, dan mendatangkan keberkahan.

Alangkah bahagianya hidup jika bisa bermanfaat untuk banyak orang dan damai dalam banyak dukungan dan kasih sayang orang lain. menjadi Socialpreneurs adalah sebuah komitmen sosial bersama untuk mensejahterakan masyarakat luas.

Terimakasih

Lakukan yang terbaik, Allah yang menggerakan hati pembeli.

Sekian dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 29-12-2012

KangAgus

%d bloggers like this: