Nasehat Bulan Ramadhan


Bulan-Ramadhan-ri32

Jangan sia-sia kan bulan Ramadhan. tidak ada jaminan tahun depan kita bisa bertemu Ramadhan lagi. Ramadhan bulan taubat. Tidak ada perbuatan sekecil apapun yang tidak ada balasannya.

Waktu sahur penuh berkah. waktu yang baik untuk memohon ampun. sebelum makan sahur kita bisa sholat malam atau baca Al-Qur’an semampu kita. Al-Qur’an yang akan menjadi penerang dalam kubur.

Dunia tempat saling menasehati bukan saling membiarkan. karena di akherat tidak ada penolong selain amal sendiri.

Setiap do’a pasti Allah kabul. setiap taubat pasti Allah terima. hanya ada satu do’a dan taubat yg tidak akan dikabulkan Allah.

Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin” (QS. As-Sajadah : 12)

Nasehat pernikahan untuk Suami dan Istri


Untuk suami yang bijak

  • Hendaklah engkau senantiasa bersyukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan kepadamu  istri yang dapat membantu urusan dunia dan akhiratmu.
  • Perjalanan panjang bahtera rumah tanggamu membutuhkan teman hidup yang baik, terpercaya, dan penuh cinta. Raihlah istrimu untuk bersama mengarungi samudera kehidupan.
  • Buatlah hatinya tenang akan kedudukannya didalam hatimu. katakanlah bahwa engkau sangat mencintainya.
  • Jagalah lisanmu untuk tidak mengucapkan kata-kata kasar dan menyakitkan. jika engkau sedang marah, berusahalah untuk dapat mengendalikan diri, memohon ampun kepada Allah, dan memohon perlindungan kepada-Nya dari godaan syetan yang terkutuk.
  • Muliakanlah istrimu, keluarganya, serta sahabat-sahabatnya sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap dirinya.
  • Panggillah ia dengan nama panggilan yang disukainya.
  • Berikanlah senyuman lembut ketika ia menyiapkan makanan untukmu. Rangkullah bahunya dengan sentuhan lembut, karena ia telah mendidik anak-anakmu dan menjaganya ketika sakit.
  • Berikanlah buku-buku bacaan yang bermanfaat baginya, pada waktu luang engkau dapat berdiskusi dengan cara yang lemah lembut.
  • Jangan menyepelekan pendapat-pendapatnya, berikanlah pujian, dan berterimakasihlah. teruslah belajar dan bersabarlah.
  • Duduklah didekatnya, genggamlah tangannya, berikahlah nasihat kepadanya dengan cara yang lemah lembut. bantulah ia agar senantiasa melakukan ketaatan kepada Allah dan Rosul-Nya.
  • Berikanlah ia hadiah walau sesuatu yang sederhana, karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta.
  • Do’akanlah ia agar selalu menjadi teman hidup yang penuh berkah, yang menemani sisa umurmu untuk kebahagiaan di dunia sampai di akherat kelak.

Untuk istri yang penuh kasih

  • Untuk bunga nan indah dan penuh cinta.
  • Raihlah kebahagiaan, ditanganmulah tugas untuk menjaga rumah, suami, dan anak-anakmu.
  • Gapailah kecintaan dan keridhaan suami, taatilah ia, dan curahkanlah perhatian kepada suami, serta didiklah anak-anakmu dengan baik.
  • Ciptakanlah rumah tangga yang islami dan berperadaban.
  • Ikhlaskanlah dan luruskanlah kembali niatmu, bahwa engkau menikah karena ingin membina rumah tangga islami yang melahirkan generasi-generasi yang tangguh.
  • Jagalah kebiasaan untuk selalu berdzikir pagi dan petang, membaca Al-Qur’an, mendirikan sholat malam, dan mengkaji buku-buku yang bermanfaat.
  • Saling berlombalah dengan suami dalam kebajikan, siapa diantara kalian yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an selama 1 bulan, atau mampu menghafal beberapa ayat darinya.
  • Taatlah kepada suami dalam segala hal, kecuali dalam hal yang dimurkai Allah.
  • Nikmati dan syukuri pemberian suami, serta jangan bersikap boros. niscaya Allah akan menjadikannya berkah.
  • Hidupkan dalam rumah tanggamu jiwa saling menolong, dan keterikatan diantara anak-anakmu, mengajarkan makna saling peduli, dan berempati diantara mereka.
  • Saling memberikan hadiah diantara kalian, akan menyegarkan rasa cinta dan kasih sayang.
  • Teladani sejarah kehidupan istri-istri Rosulullah, dan ibu-ibu kaum mukminin.
  • Tetap bersukur dikala lapang maupun sempit.
  • Berdo’alah memohon kehidupan yang baik yang telah disediakan untuk orang-orang beriman dan beramal shalih.

Tujuan Pernikahan dalam Islam

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (QS. Ar-Rum: 21).

Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya. Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. (QS. Al-Insyiqaq : 6-9)

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.(QS. Al-Muthaffifin : 22-24)

 

Cilangkap, 30 Juli 2014

GusnaNuri

4 (Empat) Nasehat untuk Saudariku Muslimah


 

Dunia telah menawarkan gemerlap perhiasannya. Di sana ada sisi-sisi kehidupan yang mengancam kehormatan kaum wanita. Tak layak kita lalai menelaah ancaman itu melalui untaian nasihat untuk mengingatkan setiap wanita muslimah yang menginginkan keselamatan.

Saudariku muslimah, hendaknya engkau waspada akan bahaya hubungan yang haram dan segala yang berselubung “cinta” namun menyembunyikan sesuatu yang nista. Engkau pun hendaknya berhati-hati terhadap pergaulan bebas dengan para pemuda ataupun laki-laki tak bermoral yang ingin merampas kehormatanmu di balik kedok “cinta”.

Duhai saudariku muslimah – semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya padamu – ada hal-hal yang semestinya engkau waspadai :

Pertama, tabarruj atau berhias di depan selain mahramnya. Hati-hatilah, jangan sampai dirimu terjatuh dalam perangkapnya dan janganlah kecantikan yang Allah anugerahkan kepadamu membuatmu terpedaya. Sesungguhnya akhir dari sebuah kecantikan hanyalah bangkai yang menjijikkan dalam kegelapan kubur dan secarik kain kafan, beserta cacing-cacing yang merasa iri padamu dan merampas kecantikan itu darimu.

Ingatlah Saudariku, wanita yang bertabarruj berhak mendapatkan laknat, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam :

Laknatilah mereka (wanita yang bertabarruj), karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang terlaknat”. (Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad nomor 7083 dengan tahqiq Ahmad Syakir. Beliau mengatakan :”Sanad hadits ini shahih”)

Bahkan Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda :

Dan wanita-wanita yang berpakaian namun (pada hakekatnya) telanjang, mereka berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk ke dalam surga, bahkan mereka tidak akan dapat mencium harumnya surga, padahal wanginya dapat tercium dari jarak sekian-sekian”. (Diriwayatkan Imam Muslim nomor 2128)

Tidakkah engkau ketahui, duhai Saudariku, saat ini wanita telah menjadi barang dagangan yang murah. Buktinya adalah iklan-iklan televisi. Tidaklah engkau melihat iklan sepatu atau alat-alat olahraga, bahkan iklan kolam renang, pasti di sana ditayangkan sosok wanita.

Di manakah gerangan orang-orang yang menuntut kebebasan kaum wanita? Sesungguhnya mereka menuntut kebebasan wanita bukanlah karena simpati atau iba terhadap wanita, justru mereka menuntut kebebasan itu agar dapat menikmati wanita!

Satu bukti bahwa wanita itu tidak berharga di sisi mereka adalah ucapan salah seorang dari “serigala” tak bermoral. Ia menyatakan: ”Gelas (khamar) dan perempuan cantik lebih banyak menghancurkan umat Muhammad daripada seribu senjata. Maka tenggelamkanlah mereka dalam cinta syahwat”.

Tahukah dirimu, bagaimana para wanita diperdagangkan oleh orang-orang yang menuntut kebebasannya? Seakan-akan mereka berkata:

Janganlah kau tertipu dengan senyumanku

Karena kata-kataku membuatmu tertawa,

Namun sesungguhnya perbuatanku membuatmu menangis

Kedua, telepon. Berapa banyak sudah pemudi yang direnggut kesuciannya dan ditimpa kehancuran dalam kehidupannya? Bahkan sebagian di antara mereka bunuh diri. Semua itu tidak lain disebabkan oleh telepon.

Coba engkau simak kisah ini! Sungguh, di dalamnya tersimpan pelajaran berharga. Ada seorang gadis berkenalan dengan seorang pemuda melalui telepon, kemudian mereka menjalin hubungan akrab. Seiring berlalunya waktu tumbuhlah benih-benih asmara di antara mereka. Suatu hari “serigala” itu mengajaknya pergi. Tatkala ia berada di atas mobil, lelaki itu menghisap rokok.

Ternyata asap rokok itu membiusnya. Setelah sadar ia temukan dirinya berada di depan pintu rumahnya dalam keadaan telah dilecehkan kehormatannya. Ia mendapati dirinya mengandung anak hasil zina. Akhirnya gadis itu bunuh diri, karena ingin lari dari aib dan cela. Sungguh lelaki itu ibarat seekor serigala yang memangsa kambing betina. Setelah puas mengambil apa yang ia kehendaki, ia pergi dan meninggalkannya.

Ketiga, khalwat atau berdua-duaan dengan selain mahram. Semestinya engkau jauhi khalwat, karena khalwat adalah awal bencana yang akan menimpamu, sebagaimana ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam :

Tidaklah seorang lelaki berkhalwat (berduaan) dengan seorang perempuan kecuali yang ketiganya adalah syaitan”. (Shahih Sunan At-Tirmidzi karya Syaikh Al Albani : 1187 dan dalam Silsilah Ash-Shahihah karya beliau juga nomor hadits 430.)

Apabila syaitan datang padamu, ia akan menjerumuskanmu dalam musibah. Berapa banyak gadis yang diperdaya oleh lelaki tak bermoral, hingga terjadilah perkara yang keji. Semuanya dikemas dengan label “cinta”.

Ada seorang gadis pergi berdua bersama pasangannya, lalu lelaki itu merayunya dengan kata-kata yang manis. Dikatakannya pada gadis itu, yang mereka lakukan itu adalah sesuatu yang indah dan menyenangkan. Akhirnya lelaki itu pun mengajaknya pergi ke tempat yang sunyi. Ketika sang gadis meminta untuk pulang, lelaki itu menolaknya, kemudian…

Keempat, pergaulan yang jelek. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

Seseorang itu ada diatas agama temannya, maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa yang ia jadikan teman” (Diriwayatkan Imam Ahmad dan Abu Dawud, lihatlah Silsilah Ash-Shahihah Imam Al-Albani nomor 927.)

Wahai saudariku, ambillah pelajaran dari selainmu, sebelum engkau mengalami apa yang ia alami. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dapat memetik nasihat dari peristiwa yang menimpa orang lain, dan orang yang celaka adalah orang yang hanya bisa mendapat nasihat dari sesuatu yang menimpa dirinya sendiri.

Akhirnya, segala puji hanyalah bagi Allah Rabb seluruh alam.

Referensi :

Nasehat Seorang Kakak


“Dik, kalo kamu pacaran, terus dipegang-pegang tangan, wajah sampai hatimu, terus kamu putus, terus pacaran dan putus lagi, begitu sampai masa nikah, kamu gak boleh tersinggung loh kalo ditanya ” Sayang, kamu masih suci apa gak? Dari suci tangannya, wajahnya sampai hatinya dari sisa-sisa cinta kemarin” atau ditanya “Aku cinta mu yang ke berapa?”

Kalo dijawab yang kesekian biasa aja kali ya??! (malah mungkin sedih)

kalo dijawab, ” kamu lah yang pertama, pertama yang aku bolehin pegang tangan, wajah serta hatiku.”
Subhanallah, indahnya pelangi pun gak ada indah lagi… : )

Karena manusia tidak sempurna Dik, ^^ setiap manusia butuh yang spesial, bukan bekas pakai walaupun cuma dicolek-colek.

Kamu pilih-pilih laptop di toko elektronik terbagus, terkeren dan paling mentereng (yg cuma orang kaya bisa masuk) saja kamu pasti gak mau bawa pulang laptop yang udah kebanyakan dicoba dan dicolek pengunjung. Apalagi pasangan!

*Hidup itu pilihan-pilihan jalan, gerbang akhirnya sama ==> yaitu kematian, yang dibalik gerbang ada syurga dan neraka yang sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Maka PILIHLAH YANG BAIK-BAIK!

SEMANGAT ya ^^, uhibbukum fillah

dakwah-ri32

 

Doa dan Nasehat untuk Sahabat


Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran. (Al ‘Ashr: 1-3)

  • Assalamualaikum, Artinya “Semoga diberikan keselamatan atasmu”. diucapkan ketika bertemu dengan seorang sahabat atau memulai suatu pembicaraan.
  • Laa tahzan, innallaaha ma’anaa, Artinya “jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. nasehat untuk sahabat muslim yang sedang bersedih hati. semoga allah memberikan jalan keluar untuk masalahnya.
  • Laa taghdhob fa lakal jannah, Artinya “janganlah marah, maka surga bagimu”. nasehat untuk sahabat muslim yang sedang marah. semoga allah menenangkan hatinya.
  • Syafakillah/syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman, Artinya “semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya”. diucapkan ketika mendengar atau menjenguk sahabat yang sedang sakit.
  • Jazakallahu ma bi khair, Artinya “Semoga allah membalasmu dengan kebaikan”. Diucapkan ketika mendapatkan kebaikan dari sahabat atau orang lain sebagai ucapan terima kasih.

Depok, 27-09-2011

noname

Nasehat Pertemanan dalam Islam


  1. Seorang sahabat adalah yang membantumu dalam memperbaiki agamamu
  2. Tiada dua orang yang berteman melainkan salah satu yang lebih besar pahalanya dan lebih dicintai Allah adalah yang paling berlemah lembut terhadap temanya
  3. Berlakulah lemah lembut terhadap orang lain, niscaya engkau diperlakukan dengan lemah lembut, sesungguhnya, kelemah lembutan adalah pangkal dari hikmah kebijaksanaan
  4. Ali bin Abi Thalib ra berkata : Seorang teman disebut rafiq sebab ia berlemah lembut terhadapmu dalam kebaikan agamamu, maka barangsiapa membantumu untuk memperbaiki agamamu, ia adalah rafiq (Kawan, sahabat).
  5. Cucu Rasulullah Ali Zaenal Abidin ra berkata : ” Dan Hak saudara seiman adalah engkau melindungi, berlaku rahmat dan berlemah lembut terhadap mereka, memperbaiki mereka berterimakasih kepada yang berbuat baik dari mereka dan mencegah menyakiti mereka. Dan hak orang yang meminta nasehat ialah hendaknya engkau menyampaikan kepadanya nasehat, nasehatilah ia dengan penuh kemurahan hati dan kelemah lembutan.
  6. Cucu Rasulullah saw Ja’far ash Shadiq ra berkata : “Siapa yang marah kepadamu tiga hari, tetapi ia tidak berkata buruk tentang dirimu (dengan menjelekanmu) ambilah ia sebagai sahabat sejatimu”
  7. Uji sahabatmu dengan tiga hal, pada waktu marah, perhatikan apa marahnya tidak mengeluarkanya dari kebenaran dan kebatilan. Pada urusan keuangan dan pada perjalanan bersamanya. Jangan kamu lihat lama rukuknya, bilangan sholat mereka atau puasa mereka, atau haji mereka atau perbuatan baik mereka atau tahajud mereka, jika hal itu telah menjadi kebiasaan. apabila dia tidak melakukan yang demikian maka dia merasa gelisah, tetapi pandanglah dari kejujuranya ketika berbicara dan pandanglah bagaimana ia melaksanakan amanahnya.

Al Hadits

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

“Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Ahmad)

“Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian.” (HR. Imam Malik)

“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi)

Tidak berburuk sangka

Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim).

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan:
“Dan lucutilah kedengkian dalam hatiku.” (HR. Abu Daud)

Saling menolong dalam kebaikan

Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.

Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.

Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi) 

Teman yang menjaga rahasia

Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata, “Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).

Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhia-nat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67) 

Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)

http://www.alsofwah.or.id

%d bloggers like this: