Manajemen Project dengan Assembla dan Tortoise


ri32-assembla

Latar Balakang

Setelah di artikel sebelumnya saya membahas VisualSVNServer dan TortoiseSVN, sekarang saya coba membahas tentang Assembla dan TortoiseSVN. sebagai alternatif jika kita tidak memiliki server yang bisa di akses secara online. kita bisa menggunakan Assembla sebagai SVNserver online dan TortoiseSVN sebagai aplikasi clientnya.

Cara Menggunakan Assembla

  1. Daftar dan Login ke situs Assembla
  2. Pilih tanda plus warna hijau->New Space
  3. Masukan nama project misalnya ri32-webproject
  4. Buat repository baru misalnya mywebproject
  5. Pilih tipe repository : subversion
  6. Create Repository
  7. Setelah berhasil, maka akan masuk ke halaman project
  8. Kemudian klik menu checkout->copy urlnya misalnya https://subversion.assembla.com/svn/ri32-webproject/

Cara Instalasi TortoiseSVN

  1. Buat folder baru di htdocs misalnya ri32-webproject
  2. Klik kanan di folder tersebut->SVN Checkout
  3. Paste url yang didapat dari assembla dengan menambahkan /trunk
  4. Kemudian klik OK
  5. Masukan username dan password yang sama digunakan saat login ke assembla
  6. Jika berhasil, maka folder project tadi ada centang warna hijau tanda sudah terhubung ke server assembla

Cara Penggunaan 

Untuk penggunaanya sama dengan cara penggunaan pada artikel sebelumnya, bedanya saat commite, maka file sourceode kita diupload dan disimpan di server assembla.

Mengingat Assembla adalah produk yang berbayar maka pasti ada fitur-fitur yang tidak bisa dipakai untuk versi free. teman-teman mungkin bisa mencari alternatif lain diluar sana.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 28-09-2017

KangAgus

Advertisements

Manajemen Project dengan SVNServer dan Tortoise


ri32-svnServer

Latar Belakang

Misalnya kita mempunyai sebuah project web, dan project itu dikerjakan oleh lebih dari 1 orang programmer. maka kita butuh suatu software atau aplikasi yang kita gunakan untuk manajemen source code, sehingga kita bisa mengetahui siapa yang terakhir mengedit file source code, jika ada terjadi kesalahan dalam source code kita dapat mengembalikan ke versi file sebelumnya. dan masih banyak lagi fitur-fitur yang bisa kita explore dan dapat membantu kita dalam proses development.

Menurut wikipedia sendiri definisi SVN atau Subversion adalah suatu perangkat lunak sumber terbuka pengontrol versi yang dapat mengatur proses pengembangan perangkat lunak yang dilakukan oleh suatu kelompok pemrogram yang terpisah menjadi runut dan teratur.

Yang Diperlukan

Untuk menerapkan konsep SVN dalam project, saya biasanya menggunakan VisualSVNServer sebagai aplikasi server tempat pengimpanan source code project dan TortoiseSVN sebagai aplikasi client untuk menghubungkan file di komputer local dengan file yang ada di komputer server.

Dalam project saya biasanya menggunakan istilah lingkungan sandbox dan production. sandbox adalah komputer yang digunakan untuk proses development sedangkan production adalah komputer atau server tempat aplikasi atau sistem kita berada dan digunakan oleh end user. Dibawah ini akan saya jelaskan cara penggunaan 2 aplikasi SVN. kita asumsikan bahwa project kita berbasis website yang disimpan di htdocs, sistem operasi windows, dan menggunakan jaringan LAN.

Cara Instalasi VisualSVNServer

  1. Download VisualSVNServer
  2. Setelah diinstall maka jalankan aplikasinya
  3. Buat user SVN misalnya ri32-dev
  4. Setelah user dibuat, maka buat repositori misalnya ri32-project
  5. Klik kanan repositories->create new repositories->reguler FSFS repository
  6. Beri nama repository->single project repository->all subversion user have read/write access
  7. Klik tombol Create->Finish

 Cara Instalasi TortoiseSVN

  1. Download TortoiseSVN
  2. Setelah di install, maka fungsi-fungsinya akan muncul saat kita melakukan klik kanan disuatu file project
  3. Kemudian kita ke SVNServer->klik kanan nama repository->Copy URL to Clipboard
  4. Buat folder di htdocs misalnya ri32-project
  5. Kemudian klik kanan di folder tersebut->SVN Checkout
  6. Kemudian paste URL tadi dengan menambahkan /trunk misalnya http://client-41:8080/svn/ri32-project/trunk
  7. Setelah itu klik OK
  8. Jika ada kotak login, maka masukan username dan password user SVN yang telah dibuat sebelumnya
  9. Jika berhasil, maka difolder tersebut akan ada tanda ceklis hijau

Cara Menggunakan SVN

  1. Misalnya jika membuat sebuah file index.php di folder ri32-project
  2. Kemudian kita klik kanan folder project->SVN Commit->Check All->OK
  3. Maka file sourcecode kita akan disimpan di aplikasi SVNServer
  4. Jika kita melakukan perubahan ke file index.php maka akan ada tanda seru warna merah pada folder project
  5. Jika perubahan itu sudah fix, maka kita bisa meng commit kembali di folder project atau langsung commit di file index.php tersebut
  6. Jika perubahan itu dilakukan oleh orang lain dan kita ingin mengupdate sourcecode kita, maka klik kanan folder project->SVN Update
  7. Jika ingin mengembalikan project ke versi sebelumnya maka klik kanan folder->TortoiseSVN->Revert
  8. Jika ingin mengembalikan project atau file project ke versi tertentu maka klik kanan->TortoiseSVN->Update to revision

 

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 28-09-2017

KangAgus

Manajemen Project menggunakan CMS Collabtive


Latar Belakang

Dalam mengerjakan sebuah project terkadang kita tidak sendirian, kita membutuhkan team yang didalamnya terdapat orang-orang yang mempunyai kemampuan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Dalam sebuah project biasanya terdapat team leader yang mengatur jalannya project dari tahap analisa sampai go live.

Terdapat web CMS(Content Management System) yang membantu dalam project management yang bernama Collabtive. Sehingga dengan menggunakan CMS Collabtive ini admin(project leader), user(team), dan client(costumer) dapat mengetahui progress project yang sedang dikerjakan.

Collabtive merupakan CMS yang free (kecuali untuk module atau plugins tambahan), ringan dan userfriendly dalam penggunaanya.

Fitur Collabtive

  • Kita dapat membuat projects, milestones, tasklists, dan tasks tanpa batas
  • Kita dapat membuat user dan user profile tanpa batas
  • Role-based permission management
  • Pengiriman pesan dan chatting
  • File management
  • Timetracking
  • Timetracker reports, activity logs and messages in PDF format
  • Export user profiles dengan format vCard
  • RSS feeds for messages and tasks
  • Synchronization of calendars via iCal task export
  • Excel files from activity logs and timetracker reports
  • E-mail notifikasi
  • Pencarian data berdasarkan tags
  • Basecamp import
  • Dapat diganti tampilan theme
  • Support lebih dari 35 bahasa

Cara Install Collabtive

  1. Ujicoba di webserver local menggunakan software xampp
  2. Download Collabtive
  3. Extract di folder htdocs
  4. Sebelum menginstall collabtive, buat database terlebih dahulu di phpmyadmin misalnya nama databasenya projectdb
  5. Install collabtive dengan menggunakan URL misalnya http://localhost/myproject/install.php
  6. Masukan data seperti nama server:localhost, user:root, database:projectdb, dan password (kosongkan jika tidak ada)
  7. Selesai itu, kita mendaftarkan sebuah account yang akan dijadikan sebagai administrator
  8. Proses install selesai, silahkan login sebagai admin untuk setting collabtive

Setting Admin Collabtive

Untuk setting Collabtive sebagai administrator, silahkan masuk ke halaman demo aplikasi http://collabtive.o-dyn.de/demo

Referensi

14-applications-for-project-management-and-collaboration

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 26-05-2013

GusnaNuri

Manajemen Project Android di Eclipse


Latar Belakang

Artikel ini berisi tutorial tentang manajemen project android di editor eclipse yang membahas tentang :

  1. Bagaimana cara Membuat Project Baru
  2. Bagaimana cara menjalankan project android
  3. Bagaimana cara Export dan Import Project
  4. Bagaimana cara rename, close, delete project
  5. Bagaimana cara membuat workspace baru

Membuat Project Baru

  1. Jika sudah masuk ke software eclipse, pilih menu File>New>Project>Android Project>pilih Android Application>Klik tombol Next
  2. Untuk contoh ini Application Name : Hello World, Project Name(otomatis) : HelloWorld, Package Name : com.ri32.helloworld. setelah itu Klik tombol Next1
  3. Klik tombol Next di configure project
  4. Browse image file, jika ada gambar yang akan di jadikan icon aplikasi3
  5. Klik tombol Next di Create Activity
  6. Jika activity name tidak akan di ubah, klik tombol Finish

Menjalankan project android

Jika project sudah dibuat, dan aplikasi sederhana menampilkan text di textview sudah selesai. saatnya kita mencoba menjalankan aplikasi sederhana tersebut di emulator atau dengan cara debug USB.

  1. Klik kanan pada nama project nya>Run As>Android Application
  2. Jika kita sudah melakukan teknik debug android via USB, maka applikasi akan di tampilkan di Handphone anda bukan di emulator.4
  3. Jika di contoh project terdapat warning should use @string resources
  4. Warning bukan berarti error, dengan adanya warning, aplikasi android masih bisa di jalankan. namun ada baiknya untuk kerapihan aplikasi. jika perbaiki warning tersebut.
  5. Maka daftarkan string baru di file project HelloWorld>res>values>strings.xml
  6. Tambahkan string <string name=”text_blog”>https://ri32.wordpress.com </string>
  7. Sedangkan di file activity_main.xml tambahkan script untuk memanggil string yang sudah di definisikan tadi android:text=”@string/text_blog”5


Export dan Import Project

Setelah aplikasi di dalam project berhasil dijalankan,  kadang kita membutuhkan untuk memindahkan source code aplikasi tersebut dari komputer kita ke komputer yang lain (export), ataupun sebaliknya(import)

  1. Untuk Export project, klik kanan pada nama project kemudian pilih menu Export>General>Archive>Klik tombol Next6
  2. Pilih lokasi untuk menyimpan file project misalnya di desktop, dan beri nama file project yang akan di simpan misalnya helloworld-project.
  3. Jika sudah klik tombol finish, maka file project yang di export tadi ada di Desktop komputer.7

Jika project tersebut ingin dibuka di eclipse komputer yang lain, maka kita harus melakukan import project.

  1. Untuk import project, Pilih menu File>Import>Pilih Existing Project>Klik tombol Next8
  2. Pilih select archive file>cari file project>Klik tombol Finish9

Rename, close, delete projec

  1. Untuk rename project : Pilih nama project>Refactor>Rename 
  2. Untuk Close project : Pilih nama project>Close Project
  3. Untuk delete project : Pilih nama project>Delete 10

Membuat workspace baru

Workspace adalah folder yang kita gunakan untuk meyimpan bermacam-macam project dengan eclipse, oleh karena itu saya sarankan meskipun memiliki banyak sekali project, namun tetap dalam satu folder. Sehingga ketika membuka eclipse tidak perlu mengatur workspace yang digunakan. (sumber artikel)

Namun jika ingin membuat workspace yang baru caranya adalah :

  1. File>Switch Workspace>Other
  2. Browse lokasi folder yang akan di jadikan workspace baru11
  3. Jika belum ada klik tombol New Folder, ganti namanya kemudian pilih folder baru tersebut.12
  4. Klik tombol OK
  5. Setelah itu eclipse akan restart dengan workspace yang baru.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 3-02-2013

GusnaNuri

%d bloggers like this: