Zuhud tidak harus miskin


Zuhud adalah amal hati, sehingga yang bisa menilai hanya Allah. Karena itu, kita tidak bisa menilai status seseorang itu zuhud ataukah tidak zuhud, hanya semata dengan melihat penampilan luar. Kekayaan dan harta yang dimiliki, bukan standar zuhud. Orang bisa menjadi zuhud, sekalipun Allah memberikan banyak kekayaan kepadanya.

Kita tidak memungkiri bahwa para Nabi yang Allah beri kerajaan, seperti Nabi Yusuf, Daud, atau Sulaiman, mereka adalah manusia-manusia yang sangat zuhud. Allah berfirman tentang sifat Nabi Daud, Ingatlah hamba-Ku Daud, pemilik kekuatan (dalam melakukan ketaatan). Sesungguhnya beliau awwab (orang yang suka kembali kepada Allah). (QS. Shad: 17)

Allah juga berfirman tentang Nabi Sulaiman, Kami anugerahkan anak kepada Daud yang namanya Sulaiman. Sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia awwab (orang suka kembali kepada Allah). (QS. Shad: 30)

Kemudian, Allah berfirman tentang Nabi Ayub, “Kami dapati Ayub adalah orang yang sabar. Sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia orang yang awwab (suka kembali kepada Allah).” (QS. Shad: 44).

Kita bisa perhatikan, ketiga nabi mulia dengan ujian yang berbeda, Allah gelari mereka semua dengan kata ‘Awwab’. Daud dan Sulaiman ‘alaihimas salam diuji dengan kekayaan, sementara Ayyub diuji dengan kemiskinan.

Cara Agar bisa Zuhud

Hasan al-Bashri – pernah ditanya, “Apa rahasia zuhud anda terhadap dunia?”

Beliau menjawab,

  • Aku yakin bahwa rizekiku tidak akan diambil orang lain, sehingga hatiku tenang dalam mencarinya.
  • Aku yakin bahwa amalku tidak akan diwakilkan kepada orang lain, sehingga aku sendiri yang sibuk menjalankannya.
  • Aku yakin bahwa Allah selalu mengawasi diriku, hingga aku malu jika dalam pengawasannya aku melakukan maksiat.
  • Aku yakin bahwa kematian menantiku. Sehingga aku siapkan bekal untuk bertemu Allah…

Bisa disimpulkan bahwa zuhud itu bukanlah kemiskinan, bukan pula bermakna meninggalkan harta. Zuhud yang hakiki terdapat dalam hati dengan tergantungnya hati dengan akherat, serta menjaga jarak dengan dunia.

Seseorang yang zuhud menyikapi dunia dengan status hanya sekedar di tangan, bukan di hatinya. Sehingga semua aktivitasnya dia niatkan agar memberikan manfaat di akherat.

Ketika dia sibuk berbisnis maka bisnis tersebut dia manfaatkan untuk mendukung kebaikan dan hal hal yang memberikan manfaat di akherat.

Sekian dari saya, Semoga Allah membimbing kita untuk mengambil bagian dari sifat zuhud itu.

Referensi :

Hikmah dibalik Do’a yang tidak terkabul


Ada seorang yang rajin berdoa, minta sesuatu kepada Allah SWT. Orangnya sholeh, Ibadahnya baik. Tapi doanya tak kunjung terkabul.

Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang dia panjatkan belum terkabul juga.

Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa, Sholat masih bolong-bolong, Kelakuannya juga sering tidak beres, sering tipu menipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doa kan, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran.

Akhirnya, dia pun datang ke seorang ustadz. Berceritalah dia mengenai permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah mendapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini : Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang seorang pengamen, tampilannya urakan, main musiknya tidak bagus, suaranya fals, bagaimana?. Orang sholeh tadi menjawab Segera saya kasih uang pak ustadz, tidak tahan melihat dan mendengarkan dia lama-lama di situ, sambil bernyanyi pula.

Kalau pengamennya yang datang rapi, main musiknya enak, suaranya merdu, membawakan lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo itu, saya dengarkan ustadz. Saya biarkan dia nyanyi sampai habis. Lama pun tidak masalah. Kalau perlu saya suruh dia nyanyi lagi. Nyanyi sampai satu album pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga saya berani, ustadz.

Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah mendengarkan doamu. Melihat kamu. Dan Allah ingin sering bertemu kamu dalam waktu yang lama.

Bagi Allah, mengabulkan apa yang kamu mau itu sangatlah mudah. Tapi Dia ingin menahan kamu agar khusyuk, agar kamu dekat dengan Allah. Coba bayangkan, jika doamu cepat terkabul, apa kamu akan sedekat ini? Dan dipenghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan akan jauh lebih besar dari apa yang kamu minta. Allah SWT lebih tahu yang terbaik untuk kamu dan apa yang kamu butuhkan.

Berbeda dengan teman kamu itu. Allah tidak mau dia dekat-dekat sama Allah. Sudah dibiarkan saja bergelimang dosa. Makanya Allah buru-buru kabulkan do’a nya. Sudah jatahnya dia segitu. tidak bertambah lagi.

Dan yakinlah!, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata tidak Allah kabulkan sampai akhir hidupmu, masih ada kampung akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga untuk kita. Tidak akan merasa kurang kita di sana.

Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua… Aamiin

Dan Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)-Ku, dan beriman kepada-Ku agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan). (QS. Al-Baqarah : 186)

Input text tidak bisa menampilkan 2 suku kata dengan Spasi


Hypertext Markup Language

Latar Belakang Masalah

Saya membuat aplikasi buku tamu sederhana dengan PHP dan MySQL. saat saya membuat aplikasi untuk edit data bukutamu ketika di pilih data mana yang akan di edit, ternyata data berupa nama dengan 2 suku kata hanya menampilkan nama pertama saja. misalnya Agus Sumarna ditampilkan di input text hanya kata Agus. apa masalahnya? mungkin ada teman-teman yang pernah mengalamai hal yang sama.

Bentuk Coding yang SALAH

<?php

include “conn.php”;

$query=mysql_query(“select * from guestbook where id=’4′ “);

while ($row=mysql_fetch_array($query)){

$nama=$row[‘name’];

}

echo ”

<form action=update.php>

<input type=text name=nama value=$nama>

</form>”;

?>

Bentuk Coding yang BENAR

<?php

include “conn.php”;

$query=mysql_query(“select * from guestbook where id=’4′ “);

while ($row=mysql_fetch_array($query)){

$nama=$row[‘name’];

}

echo ”

<form action=update.php>

<input type=’text’ name=’nama’ value=’$nama’>

</form>”;

?>

Apa yang membedakan?

Ternyata kita harus menambahkan tanda kutip di value=’$nama’. ini juga sesuai dengan format standar HTML untuk form :

<form>
<input type=”checkbox” name=”vehicle” value=”Bike” /> I have a bike<br />
<input type=”checkbox” name=”vehicle” value=”Car” /> I have a car
</form>

Thanks to :

  1. w3schools
  2. Forum

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Depok,29-09-2011

noname

%d bloggers like this: