Tahapan mendidik anak yang diajarkan Rosulullah


rosulullah

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. an-Nisaa’ : 9)

Setiap orangtua mendambakan anak yang shaleh/shaleha, cerdas, dan membanggakan, akan tetapi keinginan dan upaya yang dilakukan sering kali belum selaras.

Sebagai orangtua mungkin lebih banyak mengandalkan guru maupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anak kita, padahal kunci cerdasnya anak, justru ada di rumah, ada pada kedua orangtua!

Orangtua perlu memahami bagaimana tahapan mendidik anak sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan cara mendidik anak ala Rasulullah yang insya Allah dapat mencerdaskan anak-anak kita, baik secara intelektual maupun emosional.

1.  Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan anak sebagai ‘raja’

Anak usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau Golden Age.  Anak pada usia ini akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat.  Percepatan tumbuh kembang ini bisa dirangsang dengan mainan.  Mainan akan sangat membantu agar anak menjadi anak yang cerdas.

Sedangkan Rasulullah sendiri menganjurkan kepada kita untuk senantiasa berlemah lembut terhadap anak kita yang masih berusia dari 0 hingga 6 tahun.  Memanjakan, memberikan kasih sayang, merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik.

Zona merah: Jangan marah-marah! Jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak, pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya.

Jadikan anak merasa aman, merasa dilindungi dan nyaman bersama orangtua.  Ketika anak nakal maka janganlah membiasakan untuk dipukul supaya anak mau menurut.  Memukul ataupun memarahi anak pada usia ini bukanlah cara yang tepat.  Berikanlah kesempatan pada anak agar merasakan kebahagiaan yang berkualitas dimasa kecil.

2.  Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun: Perlakukan anak sebagai ‘tawanan perang’ / ‘pembantu’

“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)

Perkenalkanlah anak dengan tanggung jawab dan kedisiplinan pada usia ini.  Kita bisa melatihnya mulai dari memisahkan tempat tidurnya dan mendirikan shalat 5 waktu.

Pukullah anak ketika anak tidak mau mendirikan shalat.  Tapi bukan pukulan yang menyakitkan atau pukulan di kepalanya.  Atau kita bisa membuat sanksi-sanksi ketika anak melanggar, namun sanksi yang diberikan usahakan sesuai dengan kesepakatan antara anak dan orangtua.

anak-perancis

Zona kuning: Zona hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri, missal cuci piring, cuci baju, menyetrika. Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya.

3.  Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan anak seperti sahabat

Anak pada usia ini adalah usia dimana anak akan cenderung memberontak.  Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak.  Fungsinya adalah agar kita bisa meluruskan anak ketika anak berbuat kesalahan, karena kita dekat dengan anak.

Zona hijau: sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas mandiri dan menjadi duta keluarga.

Timbulkan rasa nyaman pada anak bahwa kita orangtua namun bisa bersikap seperti sahabat setia.  Sahabat setia yang siap mendengar segala cerita dan curahan hati anak.

Masa ini adalah masa pubertas untuk anak-anak. Jangan sampai ketika anak-anak punya masalah namun mereka cari solusi dan cari curhat ke tempat orang lain.  Didiklah anak dengan membangun persahabatan meskipun kita adalah orangtuanya, agar anak tidak merasa bahwa kita adalah orang ketiga yang tidak boleh tahu tentang permasalahan dirinya.

Para orangtua juga dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakak-kakaknya.  Maksudnya supaya harga dirinya tidak jatuh sehingga anak tidak merasa rendah diri. Jalinlah pendekatan yang baik kepada anak.

Referensi :

http://www.ummi-online.com/tahapan-mendidik-anak-ala-rasulullah.html

Sekian sharing artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 12-03-2015

GusnaNuri

Tipe teman atau lingkungan yang mempengaruhi keimanan


pic_islam

Rasulullah Saw bersabda, “Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap” (HR. Bukhari Muslim)

Hadits ini berlaku untuk hubungan kita dengan teman atau dengan suatu lingkungan. Ukurlah diri kita. Sekiranya kita berada di tengah satu lingkungan yang tidak baik dan kita kuat untuk memberikan pengaruh kebaikan, maka bertahanlah di sana. Sebaliknya, jika di dalam lingkungan tersebut malah kita yang ikut tergerus kepada kemaksiatan, maka segeralah pindah. Segera berhijrahlah.

Ada lima tipe teman atau lingkungan. Kelima lingkungan itu adalah :

  1. Teman atau lingkungan yang bisa menjadi guru ibadah. Milikilah teman atau tinggallah di lingkungan yang bisa menambah kadar keimanan kita kepada Allah Swt. Milikilah teman atau tinggallah di dalam lingkungan yang bisa menambah kualitas keyakinan kita kepada Allah Swt. Tipe ini adalah teman yang baik atau lingkungan yang baik pula untuk ditinggali. Jika sulit mencari teman atau lingkungan seperti ini, simaklah tipe berikutnya.
  2. Teman atau lingkungan yang bisa dijadikan teman untuk berbadah. Ini adalah teman atau lingkungan yang tidak begitu banyak ilmunya, namun selalu bersemangat untuk mencari ilmu dan semangat untuk beribadah. Jika masih juga sulit mencari teman atau lingkungan seperti ini, lihat tipe berikutnya.
  3. Teman atau lingkungan yang bisa dijadikan murid ibadah. Teman atau lingkungan seperti ini mungkin tidak bisa mengajak, akan tetapi mau untuk belajar menjadi semakin baik. Jika masih juga sulit mencari tipe seperti ini, carilah tipe selanjutnya.
  4. Teman atau lingkungan yang tidak bisa menjadi guru ibadah, tidak bisa jadi teman ibadah, tidak bisa jadi murid ibadah, tapi ia tidak mengganggu kita saat melakukan ibadah. Dan jika tipe ini masih sulit ditemui, cukup hindarilah teman atau lingkungan dengan tipe berikut ini.
  5. Ini adalah tipe teman atau lingkungan yang tidak baik untuk didekati atau ditinggali. Yaitu teman atau lingkungan yang sangat kuat mempengaruhi kita untuk jauh dari ibadah atau melemahkan iman. Atau teman atau lingkungan yang diam-diam menyeret kita kepada kelalaian dan kemunafikan.

Kita harus memiliki keberanian untuk meninggalkan lingkungan yang membuat kita tidak semakin yakin terhadap Allah Swt. Kita harus punya keberanian untuk berhijrah, pergi meninggalkan lingkungan yang malah menjerumuskan kita kepada kemaksiatan, kemunafikan atau kekufuran.

Jangan ragu untuk keluar dari tempat kerja yang didominasi oleh perbuatan-perbuatan dosa yang tidak mampu kita lawan atau kita perbaiki. Jika takut kehilangan penghasilan, yakinlah sesungguhnya Allah Swt Maha Penjamin Rezeki.

Simaklah kembali pengorbanan Rasulullah Saw bersama para sahabat yang rela meninggalkan tanah kelahirannya, Mekkah, ke Madinah. Meski berat dilakukan, mereka tetap menempuhnya. Terbukti, hijrah kemudian menjadi pintu gerbang bagi kaum muslimin kala itu untuk meraih kesuksesan besar yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Hijrah pada dasarnya adalah bagaimana upaya kita untuk memperoleh keridhaan Allah Swt di dalam segala aspek kehidupan kita. Semangat hijrah adalah semangat kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan memberikan pengaruh kebaikan itu kepada orang lain dan lingkungan di sekitar kita.

Hijrah yang paling sederhana adalah menghijrahkan hati kita dari condong dan bersandar kepada makhluk, harta, kepada condong dan bersandar hanya kepada Allah Swt. Hijrah dari mengharap kepada makhluk, menjadi berharap hanya kepada Allah. Hijrah dari mendambakan sanjungan, pujian, penghargaan dari makhluk, kepada hanya mendambakan ganjaran dari Allah Swt.

Jika sudah demikian hijrah yang kita lakukan, niscaya Allah akan mencukupkan keperluan kita. Allah lebih mengetahui keperluan lahir batin kita dibandingkan diri kita sendiri. Jika kita sudah bertekad untuk melakukan hijrah, semoga itu menjadi gerbang kita menjadi manusia sukses yang bertauhid. Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Memiliki segala apa yang kita perlukan, dan Dia-lah Yang Maha Menentukan apapun yang terbaik untuk kita. Wallahua’lambishawab (dan Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui).

Referensi :

http://www.smstauhiid.com/hijrah-dari-lingkungan-yang-tidak-kondusif-untuk-beribadah-kepada-lingkungan-yang-menguatkan-iman/

Ta’aruf Solusi Bagimu yang Galau Karena Cinta


Konsep-Dasar-Taaruf-Dalam-Islam-300x213

Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (QS. An-Nur : 26)

Jalan untuk menemukan cinta sejati memang terkadang tidak mudah. Setelah jatuh cinta berkali-kali, belum tentu kamu berhasil menemukan cinta sejati yang sudah kamu harapkan itu. Ada yang masih giat mencoba kembali berpacaran, tapi ada juga yang memilih berjuang lewat jalan lain tanpa pacaran sebelumnya. Ta’aruf namanya.

Bagi kamu yang belum tahu, ta’aruf adalah proses perkenalan yang ada di dalam agama Islam yang diperuntukkan bagi manusia dewasa yang sudah siap melanjutkan hubungan yang lebih serius. Apakah kamu termasuk salah satu yang sudah lelah berusaha menemukan cinta sejati lewat proses pacaran? Nah berikut ada beberapa alasan yang perlu memulai mencari cinta sejatimu melalui ta’aruf.

1. Melalui Ta’aruf, Perjalanan Cintamu Jadi Lebih Terarah

Ta’aruf itu perkenalan yang bisa melibatkan orangtua, guru mengaji, orang orang terdekat atau lembaga. Jadi ketika kamu mulai bersedia untuk melakukan ta’aruf, calon pasangan jelas sudah tahu maksudmu adalah ingin menikah, baik cepat atau lambat.

Karena keseriusan kalian akan ditanyakan oleh pihak-pihak yang terlibat sebelumnya, jadi kamu tak perlu khawatir dengan pertanyaan “Mau dibawa kemana hubungan kita?”. Karena hubungan kalian kedepannya harus dipastikan secepatnya.

2. Kamu Juga Terhindar Dari Segala Bentuk PHP (Pemberi Harapan Palsu)

Dalam proses ta’aruf, kamu diberikan waktu untuk memutuskan apakah mau melanjutkan prosesnya atau tidak. Prosesnya dari kenalan sampai berkunjung kekeluarga. Jadi kamu harus memastikan hatimu setegas mungkin. Jika tidak, kamu bisa menghentikannya, jika iya kamu bisa tetap lanjut hingga pernikahan. Tidak ada lagi bentuk harapan-harapan semu yang membuatmu galau setiap hari.

3. Kalau Ta’arufmu Gagal, Hatimu Tak Hancur Berkeping Keping.

Karena proses ta’aruf yang tidak sampai bertahun tahun. Ketika gagal, kamu akan terhindar dari patah hati yang berkeping keping. Dengan proses ini setidaknya kamu tidak berlarut-larut dalam patah hati yang merana atau jalinan cinta yang lama tidak bermuara. Kalau gantung-gantungan langsung cut, cari yang lain. Lagipula, hatimu itu bukan jemuran ‘kan?

4. Proses Saling Mengenal Menjadi Lebih Jujur Dan Apa Adanya.

Tidak jarang kebanyakan orang ketika proses PDKT (Pendekatan) merasa perlu menunjukan kesan-kesan yang baik (Pencitraan). Alasannya sih sederhana: kamu ingin mendapatkan hatinya dengan menunjukkan sisi baikmu.

Sedang jika saling mengenal lewat proses ta’aruf, kamu tidak bisa menyembunyikan keburukanmu. Karena proses ini melibatkan orang terdekat kita atau si dia.

5. Dimana Lagi Kita Bisa Menulis Kriteria Jodoh Sesuai Dengan Yang Kita Impikan? Hanya Lewat Ta’aruf!

Ada berbagai proses ta’aruf, salah satunya dengan proposal. Di sana kamu juga bisa menulis kriteria pasangan idaman yang kamu inginkan. Jadi, kamu juga bisa milih jodoh seperti apa. Cewek dan cowok boleh memilih. Kalau gak cocok, ya sudah. Kalau cocok, lanjut. Nyari yang bukan perokok? Nyari yang bisa baca Al-Quran dengan lancar? Atau nyari yang romatis? Semua bisa kamu tuliskan dengan gamblang.

6. Ta’aruf Itu Cenderung Dirahasiakan Prosesnya. Jadi Kalau Hubungan Kalian Gagal, Kamu Tidak mendapat Cap Playboy Atau Playgirl.

Proses ta’aruf lebih melibatkan komunikasi pihak-pihak yang berkaitan saja, seperti antar keluarga. Apa kabar dong kalau kamu udah gagal ta’aruf beberapa kali? Tenang saja, dunia gak bakal tahu sejarah ta’arufmu dengan siapa saja. Kamu gagal mendapatkan cinta sejatimu karena sebagian besar calon pasanganmu dengan karaktermu yang tidak romantis? Atau kamu gagal karena si dia nanti tidak mau tinggal diluar negeri?. Kamu tidak akan dicap playboy atau playgirl. Sebab orang-orang terdekat pasti menjaga rahasiamu.

6. Kamu Jadi Lebih Gampang Move On Dari Kegagalan Cinta.

Paling lama proses ta’aruf adalah 4-6 bulan, selebihnya BUKAN taaruf lagi. Dengan kegagalan dari proses yang singkat ini, tentu saja kamu jadi lebih gampang move on. Belum banyak hal yang membekas dihatimu, belum banyak hal yang dikorbankan untuk mendapatkan cinta sejatimu. Saat gagal, kamu jadi lebih gampang move on, dan mencari lagi cinta sejatimu.

7. Dengan Ta’aruf Kamu Bisa Mengenal Calon dan Mengumpulkan Informasi Sebanyak-Banyaknya Dalam Waktu yang Sesingkat-Singkatnya.

Kamu bisa mencoba mencari cinta sejatimu melalui ta’aruf. Informasi tentang calon kita bisa dari orang orang terdekat, jadi lebih terpercaya, akurat. Karena dalam proses taaruf terkadang yang ribet bukan yang sedang ta’aruf, tapi pihak comblangnya. Mereka akan sibuk membantu kita untuk memperoleh informasi sebanyak banyaknya untuk meyakinkanmu. Selain itu, kamu tidak buang-buang waktu untuk penjajakan terlalu lama.

8. Ta’aruf Membuatmu Lebih Percaya, Tuhan Pasti Sudah Menyiapkan Jodoh Terbaik Buat Kita.

Setelah lama sendiri, memutuskan tidak pacaran, dan kesepian sendirian diantara teman-temanmu yang punya pasangan, dalam proses taaruf tidak jarang kamu akan mendapatkan kejutan-kejutan kecil yang membuatmu keheranan, betapa kerennya Tuhan mempertemukan pasangan untuk kita. Eh kok bisa ketemu si A? Wah, laki laki soleh yang selama ini kamu idam-idamkan ternyata mau diperkenalkan sama kita.

9. Pasca Menikah, Perjalanan Cintamu yang Sebenarnya Dimulai. Minim Drama, Dengan Visi yang Sama

Tentu saja, kamu baru bisa memulai pacaran setelah menikah. Kamu bisa lebih bebas mau ngapain saja dengan pasanganmu. Tak jarang, dasar pernikahan yang dimulai dengan ta’aruf bukan hanya cinta, tapi komitmen. Karena mereka berani untuk mencintai orang yang belum lama kita kenal. Komitmen untuk saling mencintai pasangan selamanya, dan rasa tanggungjawab atas pilihan yang telah diambilnya. Ta’aruf menghindarkanmu dari drama, memberimu pilihan untuk menjalani hubungan dengan visi yang sama.

Ta’aruf adalah salah satu cara yang bisa kamu pilih untuk menemukan cinta sejatimu. Menikmati pacaran setelah menikah adalah salah satu perbedaan dari proses menemukan cinta sejati melalui pacaran. Jadi, kenapa harus galau kalau masih sendiri?

Kamu bisa coba cara ini jika memang sepakat pada konsepnya. Selamat menemukan cinta sejatimu, semoga beruntung! Semangat Para Pejuang!! Semoga Allah selalu menyertaimu…Aaamiin

Thanks to :

Sekian sharing artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 27-11-2014

GusnaNuri

Tips membaca Buku yang baik dan benar


membaca-ri32

Latar Belakang

Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang ini. Sebab hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Di zaman sekarang ini, nampaknya sebagian besar pelajar kurang memiliki minat membaca, terutama membaca buku pelajaran. Ini diakibatkan oleh karena sebagian pelajar tidak memiliki metode dan kurangnya ketertarikan untuk membaca, sehingga pada saat membaca timbul rasa malas, bosan, dan mengantuk. Kondisi ini membuat pembaca susah untuk mengingat pelajaran yang dibacanya.

Tips Membaca Buku

Berikut adalah tips / cara agar anda bisa lebih optimal dalam membaca dan mengingat poin pentingnya

  1. Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca. Waktu yang sesuai disini adalah waktu dimana tidak terdapat gangguan, baik dari luar maupun dari dalam diri kita. Waktu yang sesuai disini hanya kita sendiri yang tahu kapan. Namun, sebagain besar orang percaya bahwa waktu yang baik untuk membaca, khususnya buku pelajaran, adalah di pagi hari.
  2. Ada baiknya sebelum belajar kita berdoa terlebih dahulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing supaya ilmu yang kita dapat bermanfaat.
  3. Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca, yaitu tempat yang terang / baik dalam pencahayaan, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.
  4. tingkatkan motivasi agar lebih bersemangat dalam membaca
  5. Pastikan posisi membaca kita dalam posisi yang benar. Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30cm.
  6. Konsentrasi .Kebanyakan kita menganggap bahwa konsentrasi adalah pekerjaan berat dan sangat sulit dilakukan. Kita memiliki suatu keyakinan bahwa hal tersebut susah untuk dilakukan. Maka lakukan dengan baik intruksi sebelumnya agar bisa berkonsentrasi dengan baik.
  7. Siapkan juga hal-hal yang biasanya membantu kita dalam membaca, seperti pensil atau spidol.
  8. Berilah garis bawah atau stabillo pada kalimat-kalimat yang menurut anda penting. Dengan memberikan sesuatu, seperti garis bawah atau stabillo anda dapat mengingat baca dan merangkumnya.
  9. Baca ulang buku tersebut berulang-ulang sampai anda benar-benar puas, paham, & mengerti tentang isi bacaan tersebut.

Ya Allah tambahkanlah aku ilmu, Dan berikanlah aku karunia untuk dapat memahaminya, Serta jadikanlah aku termasuk golongan hamba-Mu yang sholeh…aamiin

Sekian sharing artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 26-12-2013

GusnaNuri

Semua tentang Passion


Latar Belakang

Saya membaca sebuah thread di kaskus. kata-katanya cukup ‘provokatif’ namun positif. menyadarkan saya bahwa pentingnya sebuah Passion (dalam bahasa inggris) atau gairah, semangat, keinginan besar,  kegemaran dalam pekerjaan. baik yang bekerja di kantor, yang mengajar, yang wirausaha (yang penting pekerjaan yang baik dan halal).

Pesan-pesan

Orang yang menjalani passionnya akan banyak mengalami badai pada awal-awal keputusannya. Seperti penolakan, dibilang aneh dan sebagainya. TETAPI orang-orang ini terus berkembang, bersemangat, dan memiliki progres yang positif tanpa limit seiring berjalannya waktu.

Sementara orang yang menjalankan hidup tidak sesuai apa passion mereka, suatu saat kelak akan mengalami limit pertumbuhan dan membuat diri mereka tidak dapat berkembang lagi secara lebih jauh sehingga akan stuck pada satu titik secara stagnan.

10 Menit Menemukan Passion

Dalam artikel ini di berikan contoh cara menemukan passion kita dalam waktu 10 menit.

Cara termudah untuk menemukan passion adalah mencoba memberikan pertanyaan kepada diri kita sendiri. Cobalah tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut dan jangan lupa untuk dituliskan dalam selembar kertas:

1. Apa Jenis Pekerjaan yang Membuat Anda Enjoy?
Jika kemudian Anda bertanya, “apa definisi dari enjoy?”, maka silakan Think Less, Feel More. Rasakan, kegiatan positif mana yang membuat Anda enjoy melakukannya? carilah pekerjaan apa yang membuat Anda enjoy, nyaman, dan betah mengerjakannya lama-lama. Pertimbangkan itu sebagai salah satu passion Anda.

2. What do You Love to Do?
Pekerjaan apa yang sering Anda lakukan dan Anda sangat mencintai pekerjaan itu? Mencintai pekerjaan berarti senang melakukannya secara terus menerus dan tidak mau kehilangan pekerjaan itu. Tiger Woods misalnya, cinta dengan bermain golf. Ciri seseorang yang mencintai pekerjaannya adalah merasa ‘aneh’ jika tidak bersentuhan langsung dengan pekerjaannya itu. Pertimbangkan pekerjaan yang Anda cintai ini sebagai passion Anda.

3. Di mana Letak Kepekaan Anda?
Orang yang memiliki passion tertentu di suatu bidang tertentu biasanya memiliki kepekaan tersendiri terhadap suatu kekurangan dan kelebihan di bidang tersebut. Misalkan Anda sangat peka sekali terhadap penilaian gaya berbusana seseorang, mungkin passion Anda adalah menjadi desainer? Atau mungkin Anda mampu menyadari dengan cepat di mana letak kerusakan komputer Anda? Bisa jadi, Anda bisa menjadi seorang ahli komputer karena di situlah letak passion Anda

4. Apa yang Menyebabkan Kreativitas dan Inovasi Anda Muncul?
Ini juga perlu dipikirkan. Hal apa yang paling sering membuat  kreativitas dan inovasi Anda muncul pada suatu hal tertentu? Bisa jadi di situlah passion Anda. Mungkin selama ini Anda tidak menyadari bahwa di benak Anda sudah banyak ide-ide berseliweran sedemikian banyaknya. Misalkan selama ini Anda sering sekali memunculkan kreativitas tentang bagaimana cara berhitung cepat matematika, dan memang mungkin di situlah passion Anda berasal.

5. Hal Apa yang Menurut Anda Lebih Mudah Dikerjakan?
Ini adalah hal paling umum yang sering saya temukan ketika kuliah dan sekolah dulu. Ada teman yang mudah mengerjakan suatu mata kuliah tertentu namun ada juga yang kesulitan dalam mengerjakan mata kuliah lainnya. Begitu pula dengan diri kita. Ada yang kita merasa lebih mudah dikerjakan (padahal menurut orang sulit) dan ada juga yang menurut kita sulit (padahal menurut orang lain mudah). Cobalah merenung sebentar, tuliskan jawabannya di kertas. Siapa tahu itulah passion Anda.

Pertanyaan-pertanyaan di atas hanyalah sebagai pengarah untuk menemukan di mana passion Anda. Andalah yang lebih mengetahui kekuatan dan kelemahan diri Anda sendiri. Agar tidak ada yang terlupa dan terlewat, ada baiknya memang Anda menuliskannya di secarik kertas dan memilih mana passion yang paling pas untuk Anda.

Ya Allah, berikanlah kepada hamba pekerjaan yang cocok untuk hamba, yang mulia dan dapat memuliakan orang lain.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Cilangkap, 9 Desember 2013

GusnaNuri

Buku Inspiratif Menuju Keluarga yang Islami


Nikmatnya Pacaran setelah pernikahan

Baarokallaahulaka wabaaroka ‘alaika wajama’a bainakumaa fiikhoiir.
Semoga Allah memberi berkah kepadamu baik dalam kondisi senang dan susah dan mengumpulkan kalian berdua didalam kebaikan..aamiin

Latar Belakang

Banyak teman dan sahabat saya yang menanyakan tentang ta’aruf. Alhamdulillah mereka memiliki keinginan untuk menikah tanpa pacaran, namun mereka belum banyak tahu mengenai ta’aruf, serta tata caranya.

Dalam artikel ini saya berusaha memberikan informasi berupa kumpulan buku inspiratif mengenai persiapan menuju jenjang pernikahan yang sesuai dengan syariat islam. Sehingga di harapkan dapat meneruskan generasi keluarga islami yang barokah, sakinah, mawaddah, warohmah, serta menjadi keluarga da’wah.

Selamatkan ummat dan generasi penerus bangsa dari Bahaya Laten Pacaran. Semua dimulai dari keluarga, dengan menjemput jodoh yang baik, dengan cara yang baik, waktu yang baik, dan di tempat yang baik. Jodoh yang menjadi teman hidup kita di dunia sampai akherat.

Profil Pengarang Buku

Salim A Fillah

Salim A.Fillah dilahirkan di Yogyakarta pada 21 Maret 1984 dan kini masih menetap di Yogyakarta. Ustadz Salim mendapat pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Pergiwatu Wetan, Sekolah Menengah Pertengahan (SMP) N2 Purworejo, SMA N1 Yogyakarta, kemudian melanjutkan pelajaran ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dalam Jurusan Teknik Elektro dan juga sebagai Prodi Psikologi di FISHUM di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Banyak buku yang dipublikasikan oleh Ustadz Salim. Antaranya Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Agar Bidadari Cemburu Padamu, GueNeverDie, Bahagianya Merayakan Cinta, Saksikan Bahawa Aku Seorang Muslim, Jalan Cinta Para Pejuang dan Dalam Dekapan Ukhuwwah. Ustaz Salim telah menikahi Dwi Indah Ratnawati dan dikurniakan seorang anak yaitu Hilma ‘Aqila Mumtaza. Motto hidup ustadz yang patut dicontohi adalah ‘Hidupku untukMu, apalagi matiku’.

Mohammad Fauzil Adhim

Mohammad Fauzil Adhim adalah seorang penulis yang berkompeten tentang keluarga dan pendidikan anak, beliau mengawalinya sebagai kolumnis di berbagai majalah yang kaitannya dengan keluarga. Dari beberapa bukunya yang telah diterbitkan, diantaranya kupinang engkau dengan hamdalah, kado pernikahan untuk isteriku, menjadi best seller, sehingga namanya tidak cukup asing bagi kalangan para remaja muslim.

Beliau dilahirkan pada tanggal 29 Desember 1972 di daerah Mojokerto sebuah kabupaten yang berbatasan dengan Jombang. lbunya bernama Aminatuz Zuhriyah berasal dari keluarga pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, sedang ayah berasal dari Pacitan, termasuk keluarga pesantren Termas.

Buku Inspiratif

Alhamdulilah ketika saya dan istri menikah, banyak teman yang memberikan hadiah berupa buku islami tentang pernikahan dan keluarga. Trimakasih, Jazakallah bi khoir 🙂

Cilangkap, 7 Desember 2013

GusnaNuri

Kisah seseorang yang menjemput kematian


Dikisahkan bahwa malaikat maut bertemu dengan Nabi Sulaiman AS. Ia datang
dengan bentuk manusia sehingga tak seorang pun yang mengetahui kedatangannya selain Nabi Sulaiman.

Saat itu Nabi Sulaiman sedang berkumpul dengan beberapa orang sahabatnya. Saat malaikat maut hendak pergi ia memandang salah seorang sahabat Nabi Sulaiman dengan pandangan yang aneh, lalu pergi. Setelah malaikat maut pergi, sahabat Nabi Sulaiman itu bertanya, “Wahai Nabiyullah, mengapa ia memandangiku seperti itu?” Jawab Nabi Sulaiman, “Ketahuilah, dia itu
adalah malaikat maut.” Kemudian sahabat Nabi Sulaiman itu berkata, “Wahai Nabi, tiupkanlah angin dengan kencang, sehingga angin itu membawaku ke
puncak negeri India, sesungguhnya aku berfirasat buruk.” “Apakah engkau akan lari dari takdir jika maut akan menjemputmu?” tanya Nabi Sulaiman. “Sesunguhnya Allah memerintahkan kita untuk mencari sebab-sebabnya. Dan, aku yakin bahwa engkau akan mengabulkan permintaanku.” kata sahabat Nabi Sulaiman itu. Kemudian, Nabi Sulaiman memerintahkan kepada angin untuk membawanya ke tempat yang diinginkan.

Selang beberapa saat malaikat maut datang, Nabi Sulaiman bertanya, “Apa urusanmu dengan salah seorang sahabatku, mengapa engkau pandangi dia seperti itu?” Malaikat maut menjawab, “Aku memandanginya seperti itu dikarenakan ia tercatat didaftar kematian bahwa ia akan mati di sebuah negeri di India. Aku heran, bagaimana ia dapat pergi ke sana sedangkan ia ada bersamamu? Kemudian, di tempat yang telah ditentukan, pada waktu yang telah
digariskan kulihat ia datang kepadaku dan kucabut nyawanya.”

Kisah di atas mengingatkan kepada kita bahwa malaikat maut akan selalu mengintai siapa saja yang masa kontraknya akan berakhir di dunia ini. Jika masa kontraknya habis maka tak seorang pun dapat lari darinya.

“.… Maka, apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS al- A’raf : 34)

Dalam ayat lain Allah SWT menegaskan, “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS Qaf : 19)

Lari kepada dokter bila sakit menimpa, lari kepada makan bila rasa lapar datang, lari kepada minum bila rasa haus menghampiri. Lalu, lari kepada siapa bila kematian akan menjemputmu? Sungguh, tak seorang pun dapat lari darinya
sekalipun berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS an-Nisa’ : 78). 

Oleh karena itu, sebelum masa kontrak berakhir, “Bersegeralah kamu beramal sebelum datang tujuh perkara: kemiskinan yang memperdaya, kekayaan yang menyombongkan, sakit yang memayahkan, tua yang melemahkan, kematian yang memutuskan, dajjal yang menyesatkan, dan kiamat yang sangat berat dan menyusahkan.” (HR Tirmidzi).

Wallahua’lam.

%d bloggers like this: