• Kategori Tulisan

  • Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog Ri32 dan menerima pemberitahuan posting baru melalui email anda. Jika sudah bosan silahkan unsubscript.
    Terima kasih... : )

    Join 859 other followers

  • Web Analytics

Buku Saku Dzikir Pagi & Petang Sesuai Qur’an dan Sunnah


Latar Belakang

Ini adalah bagian dari kegiatan (Ri32 Charity) pada artikel sebelumnya sasaran dakwahnya adalah remaja muslim yang ada di lingkungan tempat tinggal.

Pada kegiatan kali ini adalah pembagian buku saku “Dzikir Pagi & Petang” yang sebelumnya telah diberikan kepada beberapa tetangga disekitar tempat tinggal sebelum bulan ramadhan.

Dilanjutkan dengan pembagian buku saku kepada para pedagang kecil dipinggir jalan yang telah kami kenal.

Tujuan Dakwah

Konsep dari dakwah ini adalah “Jika tidak dapat berdakwah dengan lisan, maka berdakwahlah dengan tulisan”.

Sasaran dakwah kali ini adalah kepada para pedagang muslim, karena pedagang biasanya menunggu pembeli datang. Ada yang mulai berjualan di pagi hari, ada yang mulai berjualan disore hari, ada juga yang berjualan dari pagi sampai sore hari.

Adapun tujuan dari pembagian buku saku ini kepada para pedagang adalah untuk menyampaikan beberapa pesan yaitu :

  1. Berdagang atau berniaga adalah pekerjaan yang mulia selama halal produk dan cara berjualannya
  2. Mengingatkan para pedagang bahwa ada ibadah sunnah yang diajarkan Nabi setiap pagi & petang
  3. Agar perniagaan diberikan keberkahan dan pedagangnya jujur, amanah dan selalu ingat Allah
  4. Mengisi setiap waktu luang dengan berdzikir sambil menunggu pembeli datang
  5. Dzikir pagi & petang adalah hisnul muslim atau perisai seorang muslim

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 26-09-2020

KangAgus

Buku Biografi 60 Sahabat Rasulullah


Latar Belakang

Saya suka dengan buku ini, setiap tokohnya diceritakan dengan bahasa yang mudah dipahami dan ringan untuk dibaca. Setiap saya selesai membaca satu tokoh, saya coba menyampaikannya kembali ke anak-anak saya. Agar mereka mengenal sahabat nabi, mengambil hikmah dari perjalan hidupnya, dan mencontoh keteladanannya serta perjuanganannya dalam membela Agama Allah.

Dalil Keutamaan Para Sahabat

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3651, dan Muslim, no. 2533)

“Dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang orang yang beruntung.” (QS.  Al-Hasyr: 9)

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hati para hamba-Nya. Allah mendapati hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hati yang paling baik, sehingga Allah memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati para hamba-Nya setelah hati Muhammad. Allah mendapati hati para sahabat beliau adalah hati yang paling baik. Oleh karena itu, Allah menjadikan mereka sebagai para pendukung Nabi-Nya yang berperang demi membela agama-Nya. Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (para sahabat), pasti baik di sisi Allah. Apa yang dipandang buruk oleh mereka, pasti buruk di sisi Allah.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Musnad, I/379, no. 3600. Syaikh Ahmad Syakir mengatakan bahwa sanadnya shohih)

Deskripsi Buku

  • Judul        : Biografi 60 Sahabat Nabi SAW
  • Penerbit    : Ummul Qura
  • Penulis      : Khalid Muhammad Khalid
  • Ukuran      : 17 x 24 cm (hard cover)
  • Tebal         : 608 hlm
  • ISBN         : 978-602-98968-8-6

Ditulis dengan gaya sastra yang halus, sehingga dengan itu penulis mampu mentransfer cerita para sahabat kepada pembaca dengan pemaparan yang menarik dan tidak membosankan. Didukung pula dengan teknik bahasa yang piawai dalam pemilihan kalimat yang mampu mengaduk-aduk perasaan; seolah-olah pembacanya hidup bersama para tokoh yang agung tersebut, dari satu tokoh ke tokoh lainnya.

Selain bahasanya yang lembut dan susunan katanya yang istimewa, buku ini menggunakan ungkapan yang jelas dan style yang mempesona. Tidak sulit bagi pembaca untuk memahaminya, seberapapun tingkat kepandaian atau wawasannya.

Pemaparan buku ini memang dibatasi pada peristiwa-peristiwa terpenting dari kehidupan 60 sahabat dalam satu jilid saja. Hanya yang paling menonjol yang dimuat.

Buku ini mampu menutup celah kekurangan tentang kisah-kisah para sahabat, yang selama ini tidak di temukan di buku-buku Islam, karena penulisan sejarah pada umumnya tidak mampu menyatukan antara suatu kisah dan teknik penulisan modern, yang sesuai dengan konteks pembaca saat ini.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 26 September 2020

KangAgus

Menjadi Programmer yang Islami


Latar Belakang

Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan menjadi seorang programmer seperti saat ini. walaupun saya masih perlu banyak belajar dan update skill sesuai dengan perkembangan teknologi sekarang.

Artikel ini saya tulis karena saya seorang programmer dan seorang muslim. Sehingga memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan teman-teman programmer muslim yang lain.

Tidak Meninggalkan Kewajiban

Saat ngoding, memang waktu yang banyak penguras pikiran, akal dan logika. Apalagi jika sudah mau deadline, kadang harus lembur. Namun disemua waktu itu, kita harus sadar bahwa selain kita memiliki kewajiban pekerjaan kepada manusia, jika juga memiliki kewajiban ibadah kepada Allah yang atas kehendak-Nya, kita mendapatkan pekerjaan atau project itu.

Saat waktu sholat tiba, kewajiban seorang muslim apalagi seorang laki-laki adalah sholat berjama’ah. Mengistirahatkan badan dan pikiran dari kesibukan duniawi dengan sholat.

“Berdirilah wahai Bilal (lantunkanlah adzan). Tenangkan dan istirahatkanlah kami dengan shalat.”  (HR. Abu Dawud (V/165 no. 4986) dan dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani)

“Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (QS. Al Baqarah: 45)

(yaitu) mereka yang yakin bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada tuhan-Nya.” (QS. Al Baqarah:46)

Menjalankan yang Sunah

Setelah yang waijb istiqomah dilakukan, coba menjalankan yang sunah. Seperti sholat tahajud di sepertiga malam. untuk teman-teman yang terpaksa harus bergadang ngoding, sempatkan untuk melaksanakan sholat tahajud.

Sholat dhuha sebelum memulai pekerjaan di pagi hari, Dzikir pagi dan petang saat berangkat dan pulang kerja, membaca Al-Qur’an di saat jam istirahat, atau berpuasa sunah di hari senin dan kamis. Silahkan dipilih mana yang ringan dilakukan.

Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

“Dan pada sebagian malam, dirikanlah sholat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra:79)

Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu sore dan pagi” (QS. Ghafir: 55)

Saat Ada Masalah

Kadang setiap pekerjaan ada masalah didalamnya, Allah dan Rosulnya telah memberikan panduan melalui syariat islam. bagaimana sikap kita saat ada masalah yang harus kita hadapi.

“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dirundung masalah, beliau bergegas shalat.” (HR. Abu Dawud (II/54 no. 1319)

”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (QS. Al Baqarah : 153)

”Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaq:4)

Menghindari Kemaksiatan

Dosa dan kemaksiatan baik secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan pengaruh buruk bagi orang yang melakukannya. Diantara pengaruh buruknya adalah sebagai berikut :

  • Urusan-Urusannya Berubah Menjadi Sulit
  • Terhalangnya keberkahan Ilmu dan Rezekinya
  • Tercabutnya Perasaan Dari Dalam Hati Bahwa Kemaksiatan Itu Buruk
  • Tidak akan menemukan manisnya iman, ketaatan dan ibadah kepada Allah
  • Keterasingan Yang Dirasakan Oleh Pelaku Maksiat Dalam Hatinya Dengan Allah
  • Seorang Hamba Senantiasa Berbuat Maksiat Hingga Maksiat Itu Menjadi Remeh Baginya dan Kecil Menurut Kata Hatinya

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua..Aamiin

Bogor, 19-09-2020

KangAgus

Membangun Rumah di Surga


Latar Belakang

Setiap orang yang sudah berkeluarga pasti menginginkan rumah untuk istri dan anak-anaknya tinggal. Tercukupi sandang, pangan, dan papannya. Namun apa yang terjadi jika belum memiliki rumah.

Ta tahzan…janganlah bersedih. Sungguh Allah bersama kita. Tetaplah bersyukur dengan nikmat yang ada. Rezeki itu ujian, dimewahkan bukan berarti dimuliakan, disempitkan bukan berarti dihinakan.

Baitii jannatii…rumah ku adalah surgaku. Rumah kontrakan yang masih bisa membaca Al-Qur’an didalamnya, yang masih bisa sholat sunnah dhuha dan tahajud didalamnya, tempat mengajarkan anak-anak mengenal agama-Nya, tempat berbuka puasa bersama keluarga didalamnya, dan yang masih dimudahkan melangkahkan kaki menuju Rumah-Nya (Masjid).

Pahala Rumah di Surga

Berikut ini adalah amalan yang dijanjikan pahala Rumah di Surga :

  1. Membangun masjid dengan ikhlas karena Allah
  2. Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali
  3. Shalat dhuha 4 raka’at dan shalat sebelum Zhuhur 4 raka’at
  4. Mengerjakan 12 raka’at shalat rawatib dalam sehari
  5. Meninggalkan perdebatan
  6. Meninggalkan dusta
  7. Berakhlak mulia
  8. Memuji Allah dan mengucapkan istirja’ ketika anak kita wafat
  9. Membaca doa masuk pasar
  10. Menutup celah dalam shaf shalat
  11. Beriman pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah, no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguat)

Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Awsath. Dalam Ash-Shahihah no. 2349 disebutkan oleh Syaikh Al-Albani bahwa hadits ini hasan)

Barangsiapa merutinkan shalat sunnah 12 raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada malaikat-Nya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku saat itu?” Mereka berkata, “Ia memujimu dan mengucapkan istirja’ (innaa lilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku di surga, dan namai ia dengan nama baitul hamdi (rumah pujian).” (HR. Tirmidzi, no. 1021; Ahmad, 4: 415. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Siapa yang memasuki pasar lalu ia melakukan jual beli di dalamnya, lantas mengucapkan: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir; maka Allah akan mencatat baginya sejuta kebaikan, akan menghapus darinya sejuta kejelekan dan akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak, 1: 722)

Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (HR. Al-Muhamili dalam Al-Amali, 2: 36. Disebutkan dalam Ash-Shahihah, no. 1892)

Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tingggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, maka ia tidak membiarkan satu pun kebaikan, dan ia lari dari setiap keburukan, ia pun akan meninggal, di mana saja Allah kehendaki untuk meninggal.” (HR. An-Nasa’i, no. 3135. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Do’a Penutup

Ya Allah berikanlah kepada kami rumah yang baik, di lingkungan yang baik, beserta tetangga-tetangga yang baik, dengan cara dan waktu yang baik, serta Engkau dekatkan rumah kami dengan rumah-Mu (Masjid). Mudahkanlah kami untuk mengerjakan amal-amal yang baik untuk bekal hidup kami di Akhirat nanti.

Referensi :

https://rumaysho.com/13072-11-amalan-dapat-jaminan-rumah-di-surga.html

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 23-04-2020

KangAgus

Program Qurban Setiap Tahun


Latar Belakang

Waktu anak pertama dan anak kedua lahir, Alhamdulillah kami telah melaksanakan Aqiqah. di tahun berikutnya kami juga dapat melaksanakan ibadah Qurban. Namun di tahun-tahun berikutnya kami belum dapat berqurban karena mulai banyaknya kebutuhan keluarga.

Ingin sekali setiap tahun bisa melaksanakan ibadah qurban dan membantu saudara muslim yang lain dalam menjalankan salah satu syariat islam ini. Mengingat besarnya pahala beserta hikmah yang ada didalamnya.

Hikmah Ibadah Qurban

Adapun beberapa hikmah dari ibadah qurban sendiri adalah sebagai berikut :

  1. Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan.
  2. Menghidupkan ajaran Nabi Ibrahim – kholilullah (kekasih Allah) – ‘alaihis salaam yang ketika itu Allah memerintahkan beliau untuk menyembelih anak tercintanya. Akhirnya, Allah mengganti dengan domba yang besar sebagai tebusan. Ibrahim bukan menyembelih Isma’il, namun menyembelih seekor domba.
  3. Agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimas salaam, yang ini membuahkan ketaatan pada Allah dan kecintaan pada-Nya lebih dari diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Isma’il pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat  kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah dan seharusnya mereka mendahulukan kecintaan Allah dari hawa nafsu dan syahwatnya.
  4. Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnul Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah (Ibadah Qurban).

Ibadah qurban juga memiliki sisi positif pada aspek sosial. Sebagaimana diketahui distribusi daging qurban mencakup seluruh kaum muslimin, dari kalangan manapun ia, fakir miskin hingga mampu sekalipun.

Sehingga hal ini akan memupuk rasa solidaritas umat. Jika mungkin bagi si fakir dan miskin, makan daging adalah suatu yang sangat jarang. Tapi pada saat hari raya Idul Adha, semua akan merasakan konsumsi makanan yang sama.

Pahala Ibadah Qurban

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS:Al Hajj:37)

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS: Al Hajj : 34)

“Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dgn tanduk-tanduknya, kuku-kukunya & bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. ibnumajah No.3117)

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (qurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS: al-An’am : 162-163)

Berkata para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Wahai Rasulullah, hewan qurban apa ini?” Beliau bersabda: “Ini adalah sunah bapak kalian, Ibrahim.” Mereka berkata: “Lalu pada hewan tersebut, kami dapat apa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu ada satu kebaikan.” Mereka berkata: “Bagaimana dengan shuf (bulu domba)?” Beliau bersabda: “Pada setiap bulu shuf ada satu kebaikan.” (HR. Riwayat Ibnu Majah dalam Sunannya No. 3127)

Dimulai dengan Niat dan Doa

Semoga ditahun ini kita dapat memulai program qurban. di awali dengan Niat dan Do’a. Selanjutnya diiringi dengan Ikhtiar dan Iman maksimal untuk mewujudkannya.

Referensi :

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 27-04-2020

KangAgus

Program Membaca Terjemahan Al-Qur’an


al-qur'an-kariem
Latar Belakang

Setelah saya menjalankan program mengkhatamkan Al-Quran. Pada tahun ini insya Allah saya menjalankan program khatam tilawah Al-Qur’an beserta terjemahannya.

Saya menggunakan mushaf Al-Qur’an Ash-Shahib (penerbit hilal media) dengan beberapa kelebihan :

  • Tulisannya jelas
  • Ada penjelasan singkat ayat
  • Ada tanda tempat berhenti (waqof)
  • Ada tanda tempat memulai (ibtida’)
  • Ada tanda ayat-ayat mutasyabih (mirip) dengan ayat lainnya
  • Ada tanda ayat-ayat musykilat (banyak orang salah membacanya)
  • Ada judul dan sub judul dari terjemahan ayat. ini yang akan saya pakai untuk menunjukan kandungan surat tersebut

Waktu dan Cara Membaca

Untuk waktunya saya biasanya pagi hari setelah sholat subuh dan sore hari sebelum atau sesudah sholat magrib. Atau di waktu-waktu yang diluangkan untuk tilawah dan membaca terjemahan.

Agar ringan membacanya saya tilawah satu halaman, setelah itu membaca terjemahannya. Setelah selesai dilanjut tilawah halaman berikutnya setelah itu baca kembali terjemahannya. begitu seterusnya.

Setelah selesai, saya catat di kertas dengan data tanggal hijriah, nomor halaman, catatan juz dan nama suratnya.

Penutup 

Itu yang dapat saya share semoga menjadi inspirasi dan istiqomah dalam membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan dari ayat-ayat suci Al-Qur’an yang kelak akan menjadi syafaat bagi yang membacanya.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan Anda semua…aamiin

Bogor, 17-12-2019

KangAgus

Program Membaca Al-Qur’an Setiap Hari


al-qur'an-kariem
Latar Belakang

Ada teman kantor yang resign karena beliau mau usaha, sebelumnya beliau menghadiahkan saya sebuah mushaf Al-Qur’an saku. Awalnya saya tidak membaca karena tulisannya cukup kecil dan itu mushaf Al-Qur’an untuk hafalan.

Tetapi setelah selesai bulan Ramadhan tahun ini, saya coba untuk mulai membacanya dan menjalankan (Program Qur’an) dengan istiqomah membaca Qur’an setiap hari.

Program Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Jika kita belum mampu membaca Al-Qur’an setiap hari 1 juz. Maka kita usahakan untuk tetap membaca Al-Qur’an setiap hari dan menyelesaikan 1 juz dalam waktu 1 pekan.

Yang biasa saya lakukan adalah membacanya pada waktu jam istirahat di kantor untuk sholat dzuhur dan ashar. Saya membacanya sampai Iqomah dikumandangkan. Dikantor dalam sehari mungkin hanya bisa membaca 1 lembar (2 halaman) namun itu dilakukan setiap hari.

Menjadi Gaya Hidup Seorang Muslim

Sekarang setiap berangkat kerja, yang ada di saku celana saya selain ada handphone dan dompet. Tidak lupa mushaf Al-Qur’an di saku baju saya. Akhir pekan pun saat mengajak berlibur keluarga, mushaf Al-Qur’an saku tidak lupa untuk dibawa. Agar saat istirahat untuk sholat bisa tetap membacanya.

Sehingga mengurangi untuk membaca Al-Qur’an menggunakan handphone. dan saat ke kamar mandi mushafnya kita simpan di tempat yang aman dan bersih. Atau dititipkan ke petugas yang ada di Toilet umum.

Sekian tulisan dari saya semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 21 September 2019

KangAgus

Buku Jangan Investasi Dinar


ri32-invest-dinar

Latar Belakang 

Saat saya cari-cari informasi tentang dinar, kebetulan ada buku yang lagi diskon dan cocok dengan apa yang saya butuhkan.

Setelah saya membaca buku ini, Alhamdulillah saya mendapatkan info tentang mata uang kertas, emas, dinar, cara investasi dinar, dan membuka wawasan saya tentang inflasi, dan nilai mata uang kertas yang ada saat ini.

Deskripsi Buku

Jika Anda merasa bahwa harga-harga terus mengalami kenaikan, jika Anda mengatakan bahwa ongkos naik haji terus mengalami kenaikan, jika Anda mengeluhkan tentang kenaikan harga properti yang menggila, saatnya bagi Anda untuk berpikir metode lain dalam pengelolaan keuangan.

Buku Jangan Investasi Dinar Sebelum Baca Buku Ini merupakan solusi tepat dalam merencanakan masa depan keuangan Anda. Buku ini mengantarkan Anda pada pilihan investasi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan mata uang kertas, yaitu dinar. Dinar yang dimaksudkan adalah koin yang terbuat dari emas 22 karat dengan berat 4.25 gram, bukan mata uang negara lain.

Namun, apa kelebihan dinar dibanding dengan alternatif investasi lain? Di mana dan bagaimana cara mendapatkan dinar? Buku ini akan memberikan informasi padat dan lengkap tentang dinar, menjabarkan langkah-langkah berinvestasi dinar dengan cara yang mudah dan menguntungkan, serta mengupas tuntas mengenai perencanaan keuangan menggunakan dinar. Dalam buku ini, Anda akan mendapatkan pula informasi gerai dan jaringan dinar di seluruh Indonesia. Buku ini merupakan investasi awal Anda untuk pintar dan sukses melakukan investasi guna meraup keuntungan. Jangan investasi Dinar Sebelum Baca Buku Ini!

Perhatian

Sebagai seorang muslim, kita harus tahu bagaimana perlakuan kita terhadap emas yang kita simpan, karena ada kewajiban membayar zakat jika sudah sampai nisab dan haulnya.

Kita juga harus tahu bagaimana cara mendapatkan emas (dinar) dan perak (dirham) yang diperbolehkan dalam syariat islam. karena 2 logam mulia ini termasuk komoditas riba. sehingga ada aturan terkait waktu dan lokasi akadnya agar terhindar dari dosa riba.

Penutup

Itu yang dapat saya sampaikan, saran saya berilmu terlebih dahulu sebelum beramal, dan sebelum berniaga. Agar berkah dan bernilai ibadah.

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 14-06-2019

KangAgus

Buku Saku Untaian Nasehat Untuk Remaja


Latar Belakang

Ini adalah bagian dari kegiatan (Ri32 Charity) yang prihatin dengan kondisi remaja muslim saat ini. Hidup di akhir jaman dengan banyak fitnah (ujian/godaan) sehingga menjauhkan remaja muslim dari Masjid. Lebih nyaman nongkrong dan ngobrol di pinggir jalan. Sampai adzan berkumandangpun tidak beranjak dari tempatnya.

Kejadian yang saya alami saat pulang kerja, sholat di sebuah masjid dan tidak jauh dari masjid ada sekolah menengah atas (SMA). Kadang saya ajak mereka untuk ke masjid. ada beberapa yang ke masjid, namun tidak sedikit pula yang menjauhi masjid.

Motivasi Saya

Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan ‘Arsy Allah Ta’ala dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan Allah Ta’ala. Yaitu:

  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Ta’ala
  3. Seorang yang hatinya senantiasa bergantung di masjid
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Ta’ala. Mereka berkumpul karena Allah dan mereka pun berpisah juga karena Allah Ta’ala.
  5. Seorang yang diajak wanita untuk berbuat yang tidak baik, dimana wanita tersebut memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia mampu mengucapkan, “Sungguh aku takut kepada Allah”.
  6. Seorang yang bersedekah dan dia sembunyikan sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.
  7. Seorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian sehingga kedua matanya meneteskan air mata.

Program Selanjutnya

Saya sadar posisi saya bukan siapa-siapa, bukan seorang pendakwah, ataupun seseorang yang memiliki kewenangan mengarahkan mereka.

Yang bisa saya lakukan adalah berdakwah dengan memberikan buku saku kepada salah seorang atau beberapa orang remaja diantara mereka yang Allah berikan mereka hidayah taufik (petunjuk).

Sehingga harapan saya, Allah subhanahu wa ta’ala berikan kemudahan kepada mereka untuk mengajak teman-temannya yang lain melaksanakan sholat berjamaah di masjid.

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. (HR. Muslim no. 1893)

Jika lisan ini belum mampu untuk berdakwah, mungkin buku bisa mewakili niat dakwah kita, jika bukan kita yang peduli mereka. lalu siapa lagi?

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 09-01-2019

KangAgus

Buku Dahsyatnya Ikhlas dan Bahayanya Riya’


Latar Belakang

Dalam beribadah dibutuhkan suatu keikhlasan. Beribadah semata karena menjalankan perintah Allah sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan kepada sang Pencipta Alam semesta. yang telah memberikan rezeki, mengatur segala urusan, serta yang maha kuasa menghidupkan dan mematikan setiap makhluk-Nya.

Dengan membaca buku yang bertema ikhlas dan riya’ ini diharapkan kita dapat men-scan diri sendiri saat beribadah. apakah kita dalam keadaan ikhlas ataukah riya’ dan sum’ah. dan selalu berusaha menjaga niat. tanpa mengharap pujian dan penghormatan manusia. karena hanya Allah yang dapat memberikan pahala atas segala amal ibadah yang kita lakukan.

Daftar Isi Buku

Buku ini tebalnya 128 halaman. penerbitnya Darul Haq. dan penulisnya Dr.Ubaid bin salim al-Amri. berikut daftar isinya :

  • Mengapa kita membahas tentang ikhlas
  • Hakikat ikhlas
  • Kedudukan ikhlas dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah
  • Hakikat Riya’
  • Sebab-sebab dan macam-macam Riya’
  • Bahaya Riya’
  • Jenis-jenis RIya’ dan rinciannya
  • Mengobati Riya’
  • Kisah-kisah generasi salaf tentang ikhlas
  • Bukan termasuk RIya’
  • Menggandakan Niat

Definisi Istilah

Ikhlas adalah memurnikan amal yang diharapkan dengannya pahala dari Allah dan mengosongkan dari segala hal yang dapat mengotori dan mengeruhkan kejernihannya, serta memurnikannya hanya untuk Allah.

Riya‘ adalah menampakan amal ibadah dengan tujuan agar dilihat oleh manusia sehingga mereka memujinya. maka dia bertujuan mendapatkan penghormatan, pujian, kecintaan, atau keseganan dari orang lain.

Sum’ah adalah menampakan amal ibadah dengan tujuan agar didengar oleh manusia sehingga mereka memujinya. maka dia bertujuan mendapatkan penghormatan, pujian, kecintaan, atau keseganan dari orang lain.

Ujub adalah mengagumi diri sendiri, yaitu ketika kita merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Perasaan ujub adalah kecintaan seseorang pada suatu karunia dan merasa memilikinya sendiri, tanpa mengembalikan keutamaannya kepada Allah.

Takabur berasal dari bahasa Arab takabbara – yatakabbaru, yang artinya sombong atau membanggakan diri sendiri. Takabur semakna dengan Ta’azum, yaitu menampakkan keagungannya dan kebesarannya dibandingkan dengan orang lain.

Riya’ dan Sum’ah termasuk kategori menyekutukan Allah dengan makhluk, sedangkan ujub dan takabur termasuk kategori menyekutukan Allah dengan diri sendiri.

Nasehat Para Ulama

Sesungguhnya seorang hamba, jika dia kehilangan ikhlas. maka bagiannya dari amal sholih yang telah dia lakukan hanya lelah semata. Suatu amal harus dilakukan dengan ikhlas dan sesuai sunnah agar amalnya diterima.

Sesungguhnya mengikhlaskan amal akan menjaga seorang hamba dari mendapatkan akhir kehidupan yang buruk (su’ul khotimah). dan ikhlas termasuk diantara yang dapat menghilangkan rasa dengki dari seorang hamba.

Belajarlah tentang niat, karena dia lebih berat daripada amal. Betapa banyak amal yang kecil tapi menjadi besar disebabkan niatnya, dan betapa banyak amal yang besar tetapi menjadi kecil karena niatnya. Ikhlaskanlah niat dalam amal-amalmu, maka amal yang sedikitpun akan cukup bagimu.

Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfa’at, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima. (HR. Ibnu Majah dan An-Nasa’i)

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamiin

Bogor, 12 Juni 2018

KangAgus

%d bloggers like this: